Foto : YouTube/ Korea Reomit

"Jadi setiap Halloween orang-orang Korea berpikiran kalau perayaannya di harus di Itaewon. Aku lihat penyebabnya itu mati tertekan, aku membayangkannya itu mati terinjak,” ungkap Jang Hansol.

Selain utu, Hansol juga mengungkapkan bahwa banyak orang-orang yang tertumpuk dan pada akhirnya banyak yang pingsan. Semua kejadian itu berawal pada pukul 22.20 malam KST yang mana ada laporan masuk tentang orang pingsan yang sangat banyak di gang-gang kecil.

"Banyak orang yang melakukan CPR untuk membantu orang-orang yang pingsan. Pingsan tapi masih bernafas itu gak apa-apa namun kalau jantungnya berhenti berdetak, maka itu harus dilakukan CPR," lanjut Jang Hansol masih menjelaskan.

Selain itu, Jang Hansol mengklarifikasi akan hoax yang bertebaran soal banyak korban meninggal karena memakan permen yang dibagikan oleh sebuah restoran. Menurutnya bahwa hal tersebut adalah hox jika melihat kejadian.

“Di Korea waktu pertama kali diberitakan itu ada tulisannya mati tertekan. Jadi aku membayangkan mungkin matinya itu kayak terinjak. Kalau misalnya bolo-bolo (penonton) liat di TikTok atau YouTube, banyak banget orang-orang yang benar-benar tertumpuk sehingga mereka gak bisa bernafas dan berakhir dengan pingsan,” ujarnya.

“Kalau aku pribadi dan dari berita yang ada di Korea, masih belum ada yang bilang kalau ini disebabkan oleh permen beracun, ini sedikit hoax kayaknya, ini sedikit info yang Cuma mencari perhatian followers. Tapi sejauh ini aku gak bisa bilang ini ada masuk akalnya atau ini sedikit tidak masuk akal,” pungkas Jang Hansol dalam membeberkan kejadian dari tragedi di Itaewon. (hij)

Topik Terkait