"Lomba pertama yang diikuti lomba busana muslim, saat itu usia 6 tahun adalah pengalaman yang luar biasa karena pertama kali dapat piala, walaupun juara 3 tapi bangga untuk pertama kalinya ikut lomba dan dilirik juri langsung masuk nominasi," kenangnya.
Dari sekian banyak prestasi yang telah diraih, ada satu momen yang paling membekas di ingatan Friska, yaitu ketika ia mengikuti ajang Got Talent ASEAN yang diselenggarakan oleh Intermodel di bawah bimbingan Om Jefri.
"Om Jefri sendiri yang mendesain bajunya, acaranya pun luar biasa spektakuler karena diikuti beberapa negara ASEAN dan dihadiri banyak artis," tuturnya.
Ia juga mengapresiasi fasilitas yang disediakan panitia, mulai dari hotel, transportasi, penata rias, konsumsi, hingga tempat acara yang megah. Namun yang paling ia ingat hingga kini adalah perasaan luar biasa saat namanya dipanggil sebagai juara runway.
Sebagai model muda yang telah berkecimpung cukup lama di industrinya, Friska memiliki pandangan tersendiri soal persiapan dan kunci keberhasilan dalam berkompetisi.
Sebelum mengikuti sebuah kompetisi, ia selalu memastikan kesiapan fisik dan mental, di samping latihan rutin serta fokus mengikuti arahan dari para pembimbingnya.
"Kunci untuk bisa meraih prestasi di dunia modeling adalah disiplin, baik disiplin waktu maupun latihan, kemudian attitude, ini yang paling penting karena tanpa sikap, bahasa, dan kebiasaan yang baik maka akan menghancurkan semuanya," pungkasnya.