Foto : Instagram/dr.tirta

IntipSeleb – Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian setelah mengalami erupsi sejak Jumat, 4 September 2026. Abu vulkanik dari letusan gunung yang berada di kawasan Selat Sunda tersebut dilaporkan menyebar ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sumatra.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di atmosfer mengarah ke sejumlah wilayah, termasuk Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.

Kondisi tersebut membuat masyarakat yang berada di wilayah terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan. Paparan abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan apabila terhirup dalam jumlah tertentu.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, Tirta Mandira Hudhi atau dr Tirta, turut memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya.

dr Tirta Imbau Pakai Masker Saat Beraktivitas di Luar Rumah

Dalam unggahannya, dr Tirta mengingatkan masyarakat yang tinggal di Jabodetabek, Jawa Barat, dan wilayah lain yang terdampak abu vulkanik untuk menggunakan masker ketika melakukan aktivitas outdoor.

Menurutnya, meskipun abu yang terlihat sangat tipis, masyarakat tetap perlu mengantisipasi kemungkinan partikel abu masuk ke saluran pernapasan.

"Yang pertama adalah kalian kalau ke mana-mana aktivitas outdoor walaupun abunya tipis, itu harus memakai masker," ujar dr Tirta dalam video tersebut.

Ia kemudian menjelaskan bahwa abu vulkanik yang terhirup secara terus-menerus dapat menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan. Kondisi tersebut bisa diawali dengan reaksi alergi hingga berpotensi menyebabkan masalah pernapasan yang lebih serius.

Dr Tirta juga menyinggung pengalamannya ketika pernah terdampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Kelud dan Gunung Merapi.

Jangan Sapu Abu Vulkanik Secara Sembarangan

Selain menggunakan masker, dr Tirta juga memberikan tips ketika masyarakat harus membersihkan abu vulkanik yang menempel di rumah maupun halaman.

Ia mengingatkan agar abu tidak langsung disapu dalam kondisi kering. Menurutnya, aktivitas tersebut justru dapat membuat partikel abu kembali beterbangan dan meningkatkan risiko terhirup.

"Kalau kalian mau bersihin abu yang ada di rumah, di halaman, jangan disapu, karena itu tambah terbang, tambah sesak napas dan batuk-batuk. Disiram pakai air," katanya.

Cara tersebut dinilai dapat membantu mengurangi abu beterbangan saat proses pembersihan dilakukan.

Wajah Terkena Abu Vulkanik? Jangan Langsung Digosok

Dr Tirta juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati ketika abu vulkanik mengenai wajah.

Ia menyarankan agar wajah segera dibersihkan menggunakan produk pembersih wajah yang sesuai. Namun, masyarakat sebaiknya tidak langsung menggosok wajah dengan keras karena partikel abu dapat menyebabkan iritasi atau membuat kulit mengalami goresan.

"Kalau kena muka itu segera gunakan facial wash yang proper. Jangan langsung digesek, karena bisa mbaret-baret," tutur dr Tirta.

Imbauan tersebut menjadi penting bagi masyarakat yang masih harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak abu vulkanik.

Olahraga Outdoor Sebaiknya Dialihkan ke Dalam Ruangan

Bagi masyarakat yang memiliki kebiasaan berolahraga di luar ruangan, dr Tirta menyarankan agar aktivitas tersebut untuk sementara dialihkan ke dalam ruangan.

Pasalnya, olahraga membuat seseorang bernapas lebih intens sehingga paparan partikel di udara berpotensi lebih banyak masuk ke saluran pernapasan.

"Teman-teman yang hobi berolahraga outdoor, diganti dulu di indoor ya. Daripada Anda berisiko terhirup abu vulkanis semakin banyak," ujarnya.

Topik Terkait