Foto : Freepik

IntipSeleb Gaya Hidup – Malam hari adalah waktu yang mustajab untuk umat muslim berdoa. Biasanya doa di malam hari akan segera dikabulkan dan diberikan ampunan dari segala dosa yang dilakukan selama di dunia.

Doa malam hari biasanya tidak hanya dibacakan usai sholat Isya saja, atau saat ingin tidur. Ragam doa malam hari, beberapa diantaranya bisa Anda baca saat seketika terbangun dari tidur.

Doa malam hari jika dibacakan akan mendapat syafaat luar biasa dari Allah SWT. Bahkan doa tersebut bisa membuat Anda lebih tenang dan siap untuk sholat malam, kemudian melanjutkan tidur lagi asalkan tidak akan terlambat bangun untuk melakukan sholat Subuh.

Beberapa hadist juga menjabarkan ragam syafaat doa malam hari jika Anda bacakan ketika tak sengaja terbangun dark tidur. Doa malam hari yang bisa Anda bacakan biasanya berisi tentang pujian kepada Allah SWT atas segala kebesaran dan kuasanya terhadap makhluk di dunia.

Lantas doa malam hari apa saja uang bisa Anda baca, dan bagaimana syafaatnya? Baca Artikel di bawah ini hingga habis, inshaa Allah doa Anda akan diijabah oleh Allah SWT.


Doa Malam Hari, Terbangun dari Tidur

Foto : www.freepik.com/freepik

لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الحَمْدُ للهِ، وسُبْحَانَ اللهِ، ولاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ،ولاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allâh semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala pujian. Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. Segala puji hanya milik Allâh Azza wa Jalla ; Maha suci Allâh ; Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allâh ; Allâh Maha besar ; Tidak ada kemampuan dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allâh.

(Kemudian setelah itu berdoa dan bermunajat kepada Allâh Azza wa Jalla sekehendak hatinya)

Faidah :

Seperti dikutip dari laman Almanhaj, pada Selasa, 23 Agustus 2022 doa ini dibaca saat terbangun dari tidur dan sebelum melakukan aktifitas apapun.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa salam menjelaskan bahwa barangsiapa terbangun dari tidurnya di malam hari lalu membaca doa di atas, kemudian setelah itu dia berdoa atau memohon ampun, niscaya doanya akan diijabah oleh Allâh Azza wa Jalla dan jika dia bangun berwudlu lalu mengerjakan shalat, maka niscaya shalatnya diterima oleh Allâh Azza wa Jalla.

Ibnu Batthal rahimahullah mengatakan, bahwa seyogyanya orang yang telah sampai kepadanya hadits ini untuk mengamalkannya dan mengikhlaskan niatnya dalam mengamalkannya
Ketika menjelaskan hadits ini, al-hafizh Ibnu Hajar rahimahullah membawakan sebuah faidah yang menarik seputar perhatian terhadap dzikir ini.

Dari Abu Abdillah al-farabri rahimahullah , salah seorang yang meriwayatkan hadits dari Imam al-Bukhâri, dia mengatakan, “Saya membaca dzikir ini ketika aku terbangun, kemudian setelah itu aku tidur. Dalam tidur itu, aku didatangi oleh seseorang dan membacakan ayat:


وَهُدُوا إِلَى الطَّيِّبِ مِنَ الْقَوْلِ وَهُدُوا إِلَىٰ صِرَاطِ الْحَمِيدِ

Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada jalan (Allah) yang Terpuji. [Al-Hajj/22:24]

(Diangkat dari Fiqhul Ad’iyati wal Adzkâr, Syaikh Abdurrazaq bin Abdulmuhsin al-Badr, 3/80)

Doa Malam Hari, Minta Ampun dari Segala Dosa

Foto : Freepik/freepik

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي وَجَهْلِي وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي جِدِّي وَهَزْلِي وَخَطَئِي وَعَمْدِي وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ
وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي ؛
أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Ya Allâh, ampunilah kesalahanku, kebodohanku, sikapku yang berlebihan dalam urusanku, juga apa-apa yang Engkau lebih tahu dariku. Ya Allâh, ampunilah aku, baik kesalahanku dalam hal yang serius maupun gurauanku; kesilapanku juga kesalahanku yang aku sengaja; itu semua memang ada pada diriku.

Ya Allâh, ampunilah aku atas apa-apa yang telah aku lakukan, dan apa-apa yang terjadi belakangan nanti, apa-apa yang aku lakukan dengan sembunyi-sembunyi maupun yang terang-terangan, dan apa-apa yang Engkau lebih tahu dariku.

Engkaulah Yang mengedepankan (derajat dan keistimewaan hamba dengan taufik-Mu); dan Engkau lah Yang mengakhirkan (derajat mereka).
Dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

[HR. Al-Bukhâri dan Muslim]

Doa di atas adalah dari hadits Abu Musa Al-Asy’ari Radhiyallahu anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa dengan doa tersebut. Doa tersebut adalah doa agung yang maknanya mencakup permohonan ampun dari semua dosa; di mana redaksi doa tersebut datang dengan lafaz yang rinci dan detail.

Apalagi maqam (status) doa ini adalah maqam permohonan ampun, tadharru’, doa, merasa betapa butuhnya hamba kepada-Nya; sehingga sangat sesuai bila disebutkan dengan detail dan rinci.

Ini memberi kesan bahwa permintaan ampun tersebut mencakup semua dosa, dan agar hamba menghadirkan semua dosa yang telah ia perbuat, yang ia ketahui maupun tidak; baik kesalahannya yang lama ataupun baru, yang terang-terangan ataupun yang tersembunyi, yang disengaja ataupun tidak.

Hal ini akan membuat hamba lebih khusyu’ dan lebih ber-tadharru’ (tunduk dengan penuh merendahkan diri) dalam memohon ampunan-Nya. Permintaan ampun yang datang dari Nabi tersebut; mengajarkan kepada umatnya bagaimana mereka meminta ampun kepada Allâh, bagaimana mereka bertadharru’ kepada-Nya.

Sekaligus menunjukkan betapa tunduk dan tawadhu’nya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semua hamba tidak luput dari kesilapan; sehingga ia harus selalu ber-tadharru’ dan menghinakan diri di hadapan Rabbnya.

Sudah seharusnya hamba bertaubat dari semua dosa tanpa terkecuali; baik yang ia ketahui maupun tidak. Perihal seseorang mendapat taufiq ataupun tidak, itu ada di tangan Allâh.

Dialah yang menjadikan seseorang meraih kedudukan dan rahmat-Nya dengan taufik-Nya; Dia pula yang mengakhirkan kedudukan seseorang sehingga Allâh menghinakannya. Maka mintalah senantiasa taufik dari-Nya.

(Syarh Tha’ifah Min al-Ad’iyah oleh Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr –hafizhahullah-, Bahjat an-Nâzhiriîn Syaikh Salim ‘Id al-Hilali hadits no 1521)

Doa Menjelang Malam Hari

Foto : Freepik/wirestock

وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Amsaina wa Amsal mulku lillah. Walhamdulillahi la ilaha illaallah. Wahdahu la syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ala kulli syaiin qadir.
Rabbi as’aluka khaira ma fi hadzihillailah wa khaira ma ba’daha. Wa a’udzubika min syarri ma fi hadzihi lailah wa syarri ma ba’daha. Rabbi Audzubika minal kasali wa su’il kibari. Rabbi audzubika min adzabin fin nari wa adzabin fil qabri.

Artinya; Kami telah mendapatkan petang, dan jadilah kekuasaan dan segala puji kepunyaan Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan malam ini dan kebaikan yang terdapat padanya dan aku berlindung dengan-Mu dari kejahatannya dan kejahatan yang terdapat padanya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari malas, tua bangka, dan dari keburukan lanjut umur dan gangguan dunia dan azab kubur.(HR. Muslim).

Nah itulah doa malam hari yang bisa Anda amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan lupa untuk berdoa menjelang malam hari atau terbangun seketika. Doa malam hari mampu membawamu hingga ke Syurga jika dilakukan bersama amal baik lainnya. (nes)

Topik Terkait