Foto : Www.freepik.com/freepik

IntipSeleb Gaya Hidup – Cara membersihkan najis tak boleh sembarangan. Ada ketentuan yang harus diikuti agar najis bisa benar-benar bersih, sesuai dengan ajaran Islam. Najis sendiri merupakan kotoran yang menempel pada tubuh atau pada pakaian.

Memastikan tubuh dan pakaian kita tetap bersih, sangat penting dilakukan umat muslim. Sebab, sebelum menjalankan ibadah salat, kita juga diharuskan untuk berwudhu terlebih dahulu dengan tujuan membersihkan kotoran yang menempel pada tubuh kita.

Selain itu, Allah SWT juga berfirman:

وَعَهِدْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

“Dan kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail untuk mensucikan rumah-Ku bagi orang-orang yang ber-thawaf, ber-i’tikaf dan orang-orang yang rukuk dan sujud” (QS. Al Baqarah: 125).

Jenis najis pun dibedakan menjadi beberapa jenis. Memiliki tingkatan kategori yang juga mempengaruhi cara membersihkannya. Untuk anda yang ingin mengetahui cara membersihkan najis yang benar, baca artikel ini hingga selesai untuk mengetahui lengkapnya.

Cara Membersihkan Najis

Foto : www.freepik.com/freepik

Untuk mengetahui cara membersihkan najis, kita juga perlu mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis najis. Sebab, pada dasarnya cara membersihkan najis berbeda tergantung jenis najisnya. Berikut ini adalah jenis sekaligus cara membersihkan najis yang benar.

1. Cara Membersihkan Najis Mukhaffafah

Foto : www.freepik.com/atlascompany

Najis Mukhaffafah merupakan najis ringan. Yang termasuk dalam Najis Mukhaffafah di antaranya adalah air kencing bayi laki-laki berusia kurang lebih dari 2 tahun, yang dimana bayi tersebut masih hanya meminum ASI saja. Sedangkan untuk bayi perempuan, cara menyucikannya berbeda dengan bayi laki-laki. Najis ini masuk ke najis sedang.

Hadits dari Abu Samh Malik radhiallahu’anhu, pernah berkata:

يُغْسَلُ مِنْ بَوْلِ الْجَارِيَةِ وَيُرَشُّ مِنْ بَوْلِ الْغُلاَمِ

“Air kencing anak perempuan itu dicuci, sedangkan air kencing anak laki-laki itu dipercikkan” (HR. Abu Daud 377, An Nasa’i 303, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa’i).

Ada juga madzi yang tergolong ke dalam najis ringan. Madzi sendiri adalah air yang keluar dari lubang kemaluan karena adanya rangsangan yang keluar tanpa memuncrat. Cara membersihkannya tak terlalu sulit, yakni hanya dengan menggunakan percikan air.

Usapkan air atau bila perlu bilas dengan air mengalir ke area yang terkena najis ringan. Setelah itu, bisa dilanjut dengan berwudhu. Atau, anda juga bisa membilas anggota tubuh atau pakaian yang terkena najis kemudian dicuci menggunakan sabun agar tidak meninggalkan bau. Baru setelah itu dilanjut dengan berwudhu.

2. Cara Membersihkan Najis Mutawassithah

Foto : www.freepik.com/freepic.diller

Selanjutnya adalah najis sedang yakni Najis Mutawassithah. Contoh dari najis sedang ialah sesuatu yang keluar dari qubul dan dubur manusia atau binatang (terkecuali air mani). Selain itu, khamr atau minuman keras, air kencing bayi perempuan juga termasuk najis sedang.

Susu dari binatang yang termasuk dalam golongan haram untuk dikonsumsi pun demikian. Pada dasarnya, Najis Mutawassithah dibagi menjadi dua jenis, yakni sebagai berikut.​

- Najis ‘Ainiyah

Najis ‘Ainiyah merupakan jenis najis yang masih ada bentuk atau wujudnya, sehingga bisa terlihat rupa serta tercium baunya. contohnya adalah air kencing dari bayi perempuan. Cara membersihkannya ialah dengan mencuci bagian yang terkena najis sebanyak 3 kali. Kemudian saat disiraman yang terakhir, menggunakan air yang lebih banyak.

- Najis Hukmiyah

Najis Hukmiyah tentu kebalikan dari Najis ‘Ainiyah, yakni najis yang tak memiliki rupa maupun tak bisa dibau. Contohnya adalah air kencing yang telah mengering sehingga tak meninggalkan bekas (dari bekas air ataupun baunya). Cara membersihkannya ialah dengan menggunakan air mengalir yang jumlahnya lebih besar daripada najis tersebut.

3. Najis Mughalladah

Foto : www.freepik.com/freepik

Selanjutnya adalah Najis Mughalladah, yakni najis berat. Termasuk ke dalam golongan najis yang berat, maka perlu penanganan yang lebih khusus untuk membersihkannya dibandingkan dengan najis yang sebelumnya. Hewan yang diharamkan seperti anjing, babi, dan juga darah termasuk ke dalam najis berat.

Jika ada bagian anggota tubuh yang terkena air liur anjing atau terkena darah, maka termasuk najis yang berat dan perlu anda bersihkan sesuai aturan sebelum anda menjalankan ibadah salat.

Cara membersihkannya sebenarnya cukup rumit. Sebelum mulai membersihkan najis, anda perlu memastikan bahwa najis yang menempel di anggota badan atau pakaian sudah benar-benar hilang wujudnya. Setelah itu, barulah mulai mensucikan diri.

Langkahnya yakni dengan membasuh bagian yang terkena najis sebanyak 7 kali (disebut bahwa cucian yang pertama harus menggunakan campuran debu atau tanah atau semacamnya), kemudian disambung dengan menggunakan air.

Syaikh As Sa’di menyatakan: “Najis dari anjing dan semua yang berasal dari babi cara mencucinya harus dengan tujuh kali cucian, dan cucian yang pertama menggunakan tanah atau semacamnya” [4. Irsyad Ulil Bashair wal Albab li Nailil Fiqhi, 21].

Dalilnya, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

طَهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ، أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ

“Cara mensucikan bejana dari seseorang di antara kalian jika dijilat anjing adalah dengan mencucinya tujuh kali, cucian yang pertama menggunakan tanah” (HR. Al Bukhari no. 182, Muslim no. 279).

4. Cara Membersihkan Najis Ma’fu

Foto : www.freepik.com/master1305

Jenis najis yang terakhir ada Najis Ma’Fu. Najis Ma’Fu tergolong dalam macam-macam najis yang dimaafkan. Hal ini berarti bahwa apabila terkena najis, masih bisa ditolerir atau diabaikan.

Contohnya adalah najis kecil yang tak kasat mata, misalnya saja saat buang air kecil tanpa melepas pakaian, kemudian tak sengaja ada percikan air kencing yang menempel di pakaian namun tak disadari. Maka tak diperlukan untuk menyucikannya terlebih dahulu.

Hikmah Bersuci

Foto : www.freepik.com/wayhomestudio

Ada hikmah yang didapatkan usai kita menjalankan syariat untuk bersuci. Dilansir dari islam(dot)nu(dot)or(dot)id, Berdasar dari kitab al-Fiqh al-Manhajî ‘ala Madzhabil Imâm asy-Syâfi‘î karya Musthafa al-Khin, Musthafa al-Bugha, dan 'Ali asy-Asyarbaji. Setidaknya ada 4 hikmah besuci, yakni sebagai berikut:

1. Bersuci bisa disebut dengan bentuk pengakuan Islam terhadap fitrah manusia. Pada dasarnya, manusia memiliki kecenderungan untuk hidup bersih dan menghindari hal yang kotor. Karena Islam merupakan agama fitrah maka ia pun memerintahkan hal-hal yang selaras dengan fitrah manusia.

2. Selanjutnya, orang yang bersuci ialah menjaga kemuliaan dan wibawa umat Islam. Umat muslim menjunjung tinggi kehidupan yang aman dan nyaman. Islam tak pernah menginginkan umatnya tersingkir atau dijauhi dari pergaulan karena persoalan kebersihan.

3. Bersuci sama saja dengan menjaga kesehatan. Kebersihan adalah kunci utama untuk menghindari penyakit. Ada banyak penyakit yang muncul karena lingkungan yang kotor. Hal ini tentu sesuai dengan perkataan pepatah yang menyebut bahwa, "kebersihan adalah pangkal kesehatan". Maka dari itu kita dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan anggota tubuh, sebab paling rawan terpapar kotoran.

4. Selanjutnya, bersuci ialah mencerminkan bahwa kita selalu menyiapkan diri dengan kondisi terbaik saat menghadap Allah. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 222 yang artinya:

"...Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."

Demikian adalah sederet informasi mengenai cara membersihkan najis dan lain sebagainya. Akhir kata semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi anda. (nes)

Topik Terkait