Foto : Freepik.com

IntipSeleb Gaya HidupPura Uluwatu atau Uluwatu Temple menjadi salah satu destinasi wisata menarik yang wajib masuk jadwal kamu saat berlibur ke daerah Bali. Tak hanya bisa menikmati pemandangan alamnya yang eksotis, tempat ini juga sangat kental dengan nuansa religius. Itulah mengapa, pura ini menjadi salah satu dari enam pura terpenting di Bali.

Penasaran seperti apa sejarah dan daya tarik Pura Uluwatu ini? Langsung saja disimak ulasan lengkapnya yuk!

Harga Tiket Masuk Pura Uluwatu

Foto : unsplash.com

Saat berkunjung ke Pura Uluwatu, tiket yang dikenakan bisa berbeda-beda. Untuk orang dewasa, akan dikenakan biaya sebesar Rp20.000 bagi wisatawan lokal dan Rp30.000 untuk wisatawan asing.

Sedangkan untuk anak-anak akan dikenakan sebesar Rp10.000 bagi kamu yang berasal dari dalam Indonesia, dan Rp20.000 bagi wisatawan asing.

Sejarah Pura Uluwatu

Foto : unsplash.com

Secara etimologis bahasa, kata Ulu berarti ujung, atas, atau puncak. Lalu, kata Watu artinya adalah Batu. Jadi, jika disempurnakan, Pura Uluwatu berarti tempat suci yang dibangun di puncak sebuah batu karang.

Dilansir dari situ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, sejarah berdirinya Pura Uluwatu itu terbagi menjadi dua pendapat. Pendapat pertama mengatakan bahwa pura ini didirikan oleh Empu Kuturan pada abad ke-9, yaitu pada masa pemerintahan Marakata. Empu Kuturan sendiri adalah seorang biksu Majapahit yang juga mendirikan beberapa pura penting lainnya di Bali.

Sedangkan, pendapat lain menyebut bahwa pembangunan Pura Uluwatu dilakukan oleh Dang Hyang Nirartha, seorang pedanda (pendeta) yang berasal dari Jawa Timur datang ke Bali pada tahun 1546 M, yaitu pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong. Ia melakukan perjalanan spiritual dengan berkeliling Pulau Bali, lalu kemudian memilih kembali ke Pura Uluwatu untuk menjadikannya tempat ibadah terakhir perjalanan spiritualnya.

Di Pura Uluwatu, sang pedanda merasa ia meninggalkan marcapada (dunia) menuju swargaloka (surga). Umat ​​Hindu Bali percaya jika Dang Hyang Nirartha mencapai titik spiritual tertinggi dengan sambaran petir dan benar-benar menghilang.

Daya Tarik Pura Uluwatu

1. Salah Satu Tempat Wisata yang Disucikan dan Sakral

Foto : unsplash.com

Jika mengacu pada sejarah yang sudah disebutkan di atas, maka masyarakat Bali meyakini bahwa Pura ini menyimpan sisi religius. Di mana, tempat ini dijadikan sebagai tempat pemujaan pendeta suci sehingga pura ini begitu disucikan dan disakralkan dengan segala ritualnya.

Sangking ketatnya aturan ‘suci’, orang-orang yang datang ke sini juga dianjurkan dalam keadaan suci. Jika kamu seorang wanita atau semisal membawa teman wanita yang kebetulan sedang datang bulan, maka kamu atau temanmu itu dilarang untuk masuk ke Pura ini.

Bahkan, untuk memasuki area Pura, ada sarung khusus yang dikenakan oleh setiap pengunjung. Biasanya di sekitaran pintu masuk, banyak yang menyewakan sarung dengan gratis.

2. Menyajikan Pemandangan Sangat Eksotis

Foto : freepik.com

Daya tarik selanjutnya tentu saja sajian pemandangan yang eksotis dan memanjakan mata. Selain suci dan sakral, pura ini akan menunjukkan sisi romantisnya dengan keindahan alam yang dimilikinya.

Berdiri di atas tebing tinggi dan curam, kamu akan merasakan sejuknya angin yang ada di pura tersebut.

3. Tempat Menyaksikan Sunset Terbaik

Foto : thetravelauthor.com

Bali memang memiliki banyak spot wisata untuk bisa dijadikan tempat menikmati matahari terbenam atau sunset terbaiknya. Dan Pura Uluwatu menjadi salah satunya.

Dengan posisinya yang menghadap ke barat, nilai eksotis tempat ini makin bertambah karena wisatawan bisa dengan mudah menikmati detik-detik terbenamnya matahari.

Apalagi letak pura yang berada di atas tebing, akan membuat matahari makin cantik dengan warna senjanya. Hamparan luas di pura itu, membuat kamu melihat panorama matahari terbenam tanpa halangan apapun. Foto yang kamu ambil dan unggah di media sosial pun jadi tambah lebih cantik dan estetik!

Jangan heran kalau setiap harinya ada ribuan orang datang ke sini untuk menunggu matahari terbenam. Penampilan cantik dari sinar matahari yang berwarna kuning keemasan membuat para pecinta fotografi selalu ingin mengabadikan momennya yang memberi kesan magis dan eksotis.

4. Menikmati Sajian Pemandangan Luasnya Samudra Hindia

Foto : unsplash.com

Pemandangan yang bisa kamu saksikan saat berdiri di bangunan pura ini adalah hamparan laut Samudra Hindia yang sangat luas. Melihat hamparannya dan mendengar suara deburan ombaknya yang menghantam kaki tebing pasti akan membuatmu takjub. Pemandangan laut hindia dipadukan dengan cantiknya matahari tenggelam, sebuah kombinasi yang sempurna bukan?

5. Bisa Menjadi Pilihan Memacu Adrenalin dengan Surfing

Foto : unsplash.com

Selain sunset dan samudra hindia, di Pura Uluwatu kamu juga dapat melihat sebagian orang surfing di bawahnya. Mereka berselancar dengan berani di atas ombak samudera hindia yang kuat dan berarus tinggi.

Jadi, kalau kamu sudah merasa puas dengan sajian keindahan alamnya, kamu bisa juga mencoba daya tarik lainnya yang memacu adrenalin dengan olahraga surfing. Gelombang ombak dari Samudra Hindia yang berarus kuat dan tinggi, membuat tempat ini jadi favorit dan banyak diincar oleh peselancar.

Bahkan, tak jarang Pantai Uluwatu dijadikan tempat event dengan skala lokal hingga internasional. Sebab ombaknya yang terkenal ideal untuk dijadikan sebagai lokasi surfing selain menawarkan keindahan alam Bali yang sangat memukau.

6. Bermain dengan Kera

Foto : freepik.com

Ada lagi kegiatan menarik lainnya yang bisa kamu coba dan menjadi daya tarik Pura Uluwatu yaitu bertemu dan berinteraksi dengan kera. Di sini, jenis kera yang ada yaitu kera abu-abu ekor panjang mirip dengan kera di Ubud Monkey Forest. Kamu akan menemukan mereka saat berjalan di jalur jalan setapak menuju area depan pura, mereka banyak terlihat di sekitar area hutan.

Namun, tetap hati-hati, karena monyet di sana sedikit nakal. Kamu hanya perlu mengajak main mereka maka monyet disana tidak akan melukaimu. Selain itu, akan ada pawang juga yang akan menjagamu tetap aman. Jadi, jangan takut ya! Cukup siapkan sekitar Rp. 10.000 atau Rp. 20.000 untuk rasa terima kasih pada si pawang.

7. Menyaksikan Penampilan Tari Kecak

Foto : balitrekkingtour.com

Nah terakhir, yang begitu terkenal dan memang sudah menjadi ciri khas Pura Uluwatu adalah bisa menyaksikan pertunjukkan tari Bali yaitu tari kecak. Jadi, setelah puas melihat pura ini dan keindahan alam yang ditawarkannya, ada baiknya sebelum pulang, kamu melihat dulu pertunjukan tari kecak yang dilakukan oleh penari laki-laki.

Biasanya, wisatawan dari berbagai negara di dunia duduk berkumpul serta menyaksikan paket pertunjukan kolosal yang berlatar belakang pura serta lautan yang luas. Wisatawan juga duduk sangat dekat dengan penari sehingga membuat suasana sakral semakin terasa.

Kalau ingin menyaksikan tarian ini secara langsung, kamu bisa menunggu sampai sore sekitar pukul 18.00 – 19.00 WITA. Wisatawan akan dikenakan biaya sebesar Rp. 90.000 per orang sebelum menonton. Pertunjukan tari kecak di Pura Uluwatu ini diselenggarakan setiap hari, kecuali pada hari Nyepi serta Pengerupukan tiba.

Lokasi Pura Uluwatu

Foto : freepik.com

Pura Uluwatu terletak di Desa Pecatu yang merupakan bagian dari Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Untuk menjangkau ke lokasi ini, kamu perlu menempuh perjalanan sekitar 1 jam dari Bandara Ngurah Rai dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Itulah dia informasi lengkap mengenai Pura Uluwatu. Bagaimana, tertarik mencobanya tidak? (nes)

Topik Terkait