Menulis Gasigogi Tiga Kali Lebih Berat dari Miracle in Cell No. 7
Lee Hwan Kyung turut membandingkan proses penulisan Gasigogi dengan film Miracle in Cell No. 7, yang sebelumnya sukses diadaptasi ke versi Indonesia oleh Falcon Pictures.
Menurut Lee, menulis Gasigogi terasa jauh lebih berat, bahkan hingga tiga kali lipat dibandingkan film yang telah membawanya dikenal luas oleh penonton tersebut.
“Menulis film ini lebih berat dari Miracle in Cell No. 7, bahkan tiga kali lipat,” ungkapnya.
Pernyataan itu menunjukkan besarnya tantangan yang dihadapi Lee dalam merangkai cerita Gasigogi. Dengan tema pengorbanan orang tua dan perjuangan seorang anak melawan kanker darah, film ini membawa muatan emosional yang kuat.
Dalam proyek terbarunya, Lee kembali menempatkan hubungan ayah dan anak sebagai inti cerita. Namun, Gasigogi memiliki perjalanan kreatif tersendiri, mengingat ide film ini telah tersimpan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya diwujudkan.
Film ini dibintangi Vino G. Bastian sebagai Jiwa, Pevita Pearce sebagai Kania, serta sejumlah aktor Indonesia lainnya, termasuk Faradina Mufti, Indro Warkop, Indra Jegel, dan Dea Panendra.