Foto : Adis/Intip Seleb

IntipSeleb – Rumah produksi seni pertunjukan ArtSwara (PT Mahhasa Artswara Persada) kembali menunjukkan eksistensinya di dunia seni pertunjukan Indonesia. Mengawali tahun 2026, ArtSwara akan mempersembahkan sebuah pertunjukan musikal bertajuk “Vintage Sounds” yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026.

Berbeda dari konser musik pada umumnya, Vintage Sounds dikemas dalam format Live Variety Show yang memadukan musik, tarian, hingga seni visual. Pertunjukan ini menjadi ruang eksplorasi lintas generasi sekaligus upaya menghadirkan kembali kejayaan musik pop Indonesia era 1980–1990an dengan sentuhan segar.

Pertunjukan ini digagas langsung oleh Maera sebagai Produser Eksekutif. Ia mengungkapkan bahwa Vintage Sounds lahir dari kenangan personal yang sangat dekat dengan keluarganya.

“Pertunjukan ini saya persembahkan sebagai bentuk cinta dan penghormatan untuk kedua orang tua saya. Lagu-lagu yang dibawakan adalah musik yang sering kami dengarkan bersama di rumah dan melekat kuat dalam memori masa kecil saya,” kata Maera.

Menurutnya, setiap lagu dipilih secara khusus untuk mewakili karakter musik Indonesia di masa keemasannya. Beberapa lagu legendaris yang akan dibawakan di antaranya Selamat Datang Cinta, Aku Cinta Kepadamu, Alam Maya, Bimbang, Asmaraku Asmaramu, Cinta, serta Damai.

Maera berharap, Vintage Sounds tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga mampu menjembatani generasi lama dan baru.

“Lagu-lagu lama kami hadirkan dengan aransemen baru, tapi tetap menjaga rasa aslinya agar bisa dinikmati semua generasi,” ujarnya.

Untuk memperkuat konsep musikal, ArtSwara menggandeng musisi sekaligus komposer ternama Tohpati bersama Tohpati Orchestra. Dalam pertunjukan ini, Tohpati akan menghadirkan aransemen Big Band yang terdengar megah namun tetap ringan dan groovy.

“Ini pertama kali saya terlibat dalam pertunjukan dengan format variety show. Tantangannya adalah menyesuaikan aransemen musik dengan berbagai segmen yang berbeda,” ungkap Tohpati.

Daya tarik utama Vintage Sounds juga terletak pada deretan pengisi acara yang datang dari latar belakang berbeda. Selain Maera, pertunjukan ini akan menghadirkan legenda rap Indonesia Iwa K, penyanyi Galabby, serta seniman lukis pasir Vina Candrawati.

Kehadiran Iwa K memberi warna baru dalam pertunjukan bernuansa nostalgia ini. Ia mengungkapkan bahwa menggabungkan rap dengan musik orkestra membutuhkan eksplorasi yang tidak biasa.

“Kolaborasi ini unik dan menantang. Perlu energi dan pendekatan khusus supaya rap bisa menyatu dengan nuansa musik lama dan orkestra,” kata Iwa K.

Sementara itu, Galabby mengaku sangat antusias bisa terlibat dalam proyek ini.
Dalam pertunjukan nanti, Galabby akan bernyanyi sekaligus menari membawakan lagu Asmaraku Asmaramu bersama ansambel ArtSwara. Ia menilai keberagaman konsep dan penampil akan membuat penonton betah hingga akhir acara.

“Senang banget bisa membawakan lagu-lagu lawas dengan aransemen baru. Apalagi bisa tampil bareng Vina, yang juga punya karya visual luar biasa,” ujar Galabby.

“Konsepnya variatif, jadi penonton nggak bakal bosan dan bisa menikmati pertunjukan dari awal sampai akhir,” tambahnya.

Tak hanya membahas Vintage Sounds, Maera juga membagikan kabar mengenai kembalinya salah satu karya besar ArtSwara, yakni Musikal MAR.

“Musikal MAR direncanakan akan kembali dipentaskan pada pertengahan Mei 2026. Tiketnya sudah bisa dibeli bertepatan dengan pertunjukan Vintage Sounds pada 17 Februari 2026 melalui website resmi ArtSwara,” jelas Maera.

Topik Terkait