Di luar panggung musik, LMF 2026 juga menggerakkan roda ekonomi lokal secara nyata. Puluhan tenant yang menghadirkan brand clothing lokal, streetwear, dan produk kreatif diserbu pengunjung. Bahkan, sejumlah booth UMKM mencatatkan penjualan yang begitu tinggi hingga stok mereka habis sebelum festival resmi ditutup.
Darren Santoso, Owner Hollden Stars Entertainment sekaligus penggagas festival, menilai antusiasme ini sebagai bukti bahwa masyarakat memang membutuhkan ruang seperti ini.
"Melihat antusiasme pengunjung yang luar biasa, kami semakin yakin bahwa festival seperti ini dibutuhkan sebagai ruang berkumpul masyarakat. Local Movement Festival bukan hanya konser, tetapi tempat di mana komunitas, musisi, dan pelaku kreatif lokal bisa bertemu dan berkembang bersama," ujar Darren.
Keberhasilan LMF 2026 bukan titik akhir bagi Hollden Stars Entertainment. Darren mengungkapkan bahwa pihaknya tengah merancang sejumlah konsep acara berikutnya yang lebih ambisius.
"Kami sedang menyiapkan beberapa konsep acara berikutnya, mulai dari festival musik dengan lebih banyak artis nasional kekinian, bazar kuliner etnik, hingga expo pop-up market kreatif yang relevan dengan gaya hidup anak muda. Ke depan, kami juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai EO, brand, maupun institusi," tambah Darren.
Pintu kolaborasi pun dibuka lebar. "Apabila ada company, EO, atau kampus yang ingin berkolaborasi dengan Hollden Stars, silakan menghubungi kami," tutupnya.