Foto : Instagram

IntipSeleb – Panggung pertunjukan musik Tanah Air kembali akan disuguhkan sajian apik gelaran salah satu karya musisi terbaik di bumi Ibu Pertiwi. Ya, sebuah persembahan bergengsi dari album fenomenal yang pernah tercipta, dan begitu melekat di hati para pendengarnya.

Di tengah dominasi musik modern dan tren digital, rupanya karya-karya berkelas klasik pun kembali membuktikan daya tahannya.

Adalah sosok maestro Erros Djarot yang bakal menandai 52 tahun perjalanannya berkarya, dimana tentunya menjadikan album Badai Pasti Berlalu sebagai capaian mahakarya sebagai seorang seniman musik Tanah Air.

Karya legendaris itu pun kembali menemukan momentumnya melalui sebuah pertunjukan yang tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga menjawab meningkatnya minat publik terhadap karya-karya musik klasik yang relevan lintas generasi.

Sepanjang kiprahnya berkarya, Erros Djarot tak hanya dikenal sebagai pencipta lagu, namun juga penulis, sutradara dan produser yang konsisten menghadirkan karya dengan kedalaman emosi dan kekuatan naratif.

Karya-karyanya, khususnya dalam album “Badai Pasti Berlalu”, dianggap sebagai tonggak penting dalam sejarah musik Indonesia karena keberanian eksplorasi musikal, kualitas lirik yang puitis, serta pendekatan artistik yang melampaui zamannya.

Ya, album yang digarap pada 1977 untuk lagu tema film "Badai Pasti Berlalu" hasil kreasi apik oleh Erros Djarot, Chrisye dan Yockie Suryoprayogo dinobatkan sebagai album musik Indonesia terbaik sepanjang masa oleh majalah Rolling Stone Indonesia.

Siapa yang tidak kenal karya-karya Erros Djarot seperti “Badai Pasti Berlalu”, “Merpati Putih”, “Cintaku”, “Semusim”, “Merepih Alam”, dan “Pelangi”?

Ada berapa banyak pula kenangan perjalanan hidup para penggemar setia karya fenomenal tersebut yang diiringi lagu-lagu ini?

Kini, karya monumental itu hadir dalam sebuah konser istimewa. Lagu-lagu yang mungkin dulu pernah selalu diputar berulang-ulang dan menemani masa jatuh dan bangkit.

Lagu yang setiap liriknya terasa begitu dekat, dan seolah sangat mewakili perasaan hati yang dilanda berjuta asa.

Merayakan momen penuh makna tersebut, pementasan akbar “Badai Pasti Berlalu - Live in Concert” pun bakal dihelat pada Sabtu 25 April 2026 mulai pukul 19.00 WIB di Balai Sarbini, Jakarta yang digagas oleh Kolam Ikan Creative Communication.

Dan sederet tembang legendaris itu pun bakal kembali dihadirkan dalam format pertunjukan live dengan pendekatan yang lebih megah dan relevan bagi generasi masa kini.

Konser ini akan menghadirkan deretan musisi papan atas Indonesia, termasuk Once Mekel, Titi DJ, Vina Panduwinata, Rio Febrian, Ardhito Pramono dan Dirly Dave dengan line-up tambahan yang akan segera diumumkan.

Seluruh karya akan diaransemen ulang oleh Demas Narawangsa dan Yankjay, menghadirkan sentuhan musikal yang lebih segar tanpa menghilangkan karakter dan orisinalitas yang telah melekat kuat.

“Ini bukan sekadar konser nostalgia, tetapi momentum untuk menghidupkan kembali karya yang memiliki kedalaman emosi dan relevansi lintas generasi,” ujar Iwan Kurniawan, Project Director dari Kolam Ikan Creative Communication.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan—menghidupkan kembali memori sekaligus memperkenalkan makna karya ini kepada generasi kekinian,” terangnya.

Tiket tersedia dengan harga sebagai berikut: VIP Rp 2.000.000 (sold out), Platinum Rp 1.000.000 (sold out), Gold Rp 750.000, Silver Rp 500.000, dan Bronze Rp 350.000 (sold out).

Tingginya minat publik juga terlihat dari cepatnya penjualan tiket, di mana kategori VIP, Platinum dan Bronze telah habis terjual dalam waktu singkat sejak penjualan dibuka.

Pembeli tiket VIP akan membawa pulang buku autobiografi Erros Djarot. Tiket dapat diperoleh secara eksklusif melalui www.motikdong.com.

Dengan antusiasme yang terus meningkat, konser ini diproyeksikan menjadi salah satu pertunjukan musik paling dinantikan di tahun 2026, membuktikan bahwa karya besar tidak hanya bertahan, tetapi terus menemukan relevansi dan audiens baru di setiap generasi.

Topik Terkait