"Jadi jangan membentuk narasi seolah aku mengada-ada hanya demi menjaga citramu sendiri. Kejujuran jauh lebih terhormat daripada menyangkal seseorang yang pernah kamu dekati dengan sadar," tegasnya.
Curhatan Ayu kemudian berkembang menjadi lebih personal dan emosional. Ia mengungkap ada hal besar dalam hidupnya yang hilang dan tak bisa kembali lagi. Dalam pengakuannya, Ayu menyebut dirinya kehilangan rahim, sesuatu yang menurutnya menghancurkan masa depan yang pernah ia impikan.
"Kehilangan rahim, kehilangan masa depan yang dulu aku bayangkan, dan menjalani semua sendirian bukan hal kecil untuk dilupakan begitu saja. Sementara kamu memilih menyangkal, menyebutku masa lalu, dan bertindak seolah semuanya tidak pernah berarti," bebernya.
Pengakuan tersebut langsung mengejutkan publik. Pasalnya, beberapa tahun lalu Ayu Aulia sempat menjadi sorotan setelah dikabarkan dilarikan ke rumah sakit terkait masalah kesehatan reproduksi. Meski tidak menjelaskan detail penyebab kerusakan rahimnya kali ini, Ayu mengisyaratkan pengalaman tersebut meninggalkan trauma mendalam yang belum pulih sepenuhnya.
Di akhir curhatannya, Ayu juga menyampaikan harapan agar tidak ada perempuan lain yang mengalami rasa sakit serupa seperti dirinya.
"Aku hanya berharap, semoga tidak akan ada perempuan lain -atau bahkan keluargamu sendiri suatu hari nanti- yang merasakan sakit yang sama seperti yang aku rasakan hari ini," imbuh Ayu Aulia.