Namun, Marcel menegaskan dirinya tidak langsung mempercayai semua keterangan yang diberikan narasumber tersebut. Ia bahkan menduga nama-nama yang disebut bisa saja datang hanya untuk keperluan syuting atau pembuatan konten.
“Saya ragu kemungkinan apa jangan-jangan ini dia datang ke sana memang syuting doang dan memang di syutingnya itu ada adegan gitu kali mungkin terus disalahartikan,” ujarnya.
Menurut Pesulap Merah, Gunung Kawi juga dikenal sebagai lokasi wisata budaya dan spiritual yang sering dijadikan tempat syuting bertema horor maupun konten mistis. Karena itu, ia meminta publik tidak langsung menghakimi seseorang hanya karena pernah datang ke tempat tersebut.
Dalam penjelasannya, Marcel juga mengungkap kekhawatiran terkait dugaan penggunaan nama tokoh terkenal untuk menarik perhatian pengunjung. Ia menduga ada kemungkinan nama artis dijadikan alat promosi agar masyarakat semakin percaya terhadap ritual yang ditawarkan.
“Nah ini kan bisa jadi pembelajaran jangan-jangan kuncen-kuncen sana memang menjual nama-nama itu ke orang-orang yang datang,” ucapnya.
Tak hanya membahas ritual, Pesulap Merah juga menyinggung banyaknya cerita masyarakat yang mengaku mengalami kerugian finansial usai mengikuti ritual tertentu di Gunung Kawi. Beberapa orang disebut terus diminta membayar untuk ritual berulang kali, tetapi tidak mendapatkan hasil sesuai harapan.
Meski videonya menuai kontroversi dan memancing pro kontra, Marcel menegaskan dirinya tidak memihak pihak mana pun. Ia juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang merasa dirugikan untuk memberikan klarifikasi secara langsung.