Foto :

IntipSeleb – Setelah lebih dari satu dekade menghadirkan konser internasional dan pengalaman hiburan berskala besar bagi masyarakat Indonesia, PK Entertainment Group memasuki babak baru dengan memperluas bisnisnya lebih dari live events ke sektor musik, film, strategic investment dan creative partnership sebagai bagian dari visi jangka panjang untuk membentuk ekosistem kreatif Indonesia.

“Transformasi bisnis kami merupakan refleksi dari bagaimana perilaku konsumen di industri hiburan terus berkembang,” ungkap Harry Sudarma, Co-Founder dan COO PK Entertainment Group.

“Berbekal 11 tahun pengalaman dan pemahaman mendalam terhadap audiens, PK Entertainment Group kini bergerak melampaui peran sebagai penyelenggara konser dan event untuk menjadi salah satu penggerak dalam membangun infrastruktur ekonomi kreatif Indonesia. Kami ingin membangun ekosistem yang dapat tumbuh bersama konsumennya,” jelasnya.

Pertumbuhan Industri Hiburan dan Pentingnya Ekosistem Terintegrasi

Saat ini, populasi Asia Tenggara didominasi oleh generasi muda. Gen Z dan milenial pun semakin mengutamakan pengeluaran untuk pengalaman hiburan seperti konser dan festival dibandingkan dengan kepemilikan barang.

Pasar live entertainment di Asia Tenggara diproyeksikan mencapai USD 770 juta pada 2028, dengan Indonesia sebagai salah satu pasar konser terbesar di regional.

Di saat yang sama, keterlibatan audiens juga terus berkembang di berbagai sektor kreatif lainnya. Di Indonesia, tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) industri perfilman sebesar 9,9%, didorong oleh film lokal yang kini menguasai 65% pangsa box office domestik.

Selain menonton film, kebutuhan masyarakat terhadap interaksi langsung terus meningkat seiring dengan konsumen yang kini semakin memilih pengalaman offline dan impersif.

Perubahan perilaku ini diproyeksikan akan mendorong pertumbuhan sektor experiential marketing di Asia Tenggara dari USD 1,2 miliar pada 2025 menjadi USD 3,8 miliar pada 2034.

Perkembangan ini membuka peluang bagi perusahaan hiburan untuk bergerak melampaui model bisnis single-format dan membangun ekosistem terintegrasi yang mampu menjangkau audiens melalui berbagai bentuk pengalaman budaya dan hiburan.

Perjalanan 11 Tahun PK Entertainment Group Membangun Ekosistem Kreatif Multi-Unit

PK Entertainment Group telah berkembang melampaui identitas sebagai event organizer. Ekosistem ini dibangun melalui sejumlah unit bisnis spesialis yang dirancang untuk mendukung berbagai sektor dalam industri hiburan.

PK Entertainment yang merupakan unit promotor konser internasional dari PK Entertainment Group telah menghadirkan lebih dari 30 konser kelas dunia kepada lebih dari 1 juta penonton di Indonesia.

Mendukung ekosistem yang lebih luas, PK Events hadir sebagai unit event dan production service yang telah menangani lebih dari 500 brand dan entertainment experiences bersama lebih dari 40 perusahaan multinasional, termasuk Google, YouTube, Meta dan Netflix.

PK Music dibentuk untuk memperkuat industri musik lokal melalui konser dan kegiatan bersama para artis, sekaligus mendukung musisi Indonesia membawa karya mereka dari panggung lokal menuju panggung global.

Dalam dua tahun terakhir, PK Music telah menyelenggarakan lebih dari 50 event musik lokal dan kini mulai berekspansi ke Singapura dan Malaysia.

Sementara itu, PK Films hadir untuk mendukung cerita lokal melalui produksi dan pendanaan film. Setelah merilis lima judul film pada 2025, divisi ini menargetkan sepuluh proyek tambahan pada 2026.

Di sisi lain, PK Capital berfokus mendukung generasi baru bisnis kreatif yang membentuk kultur dan komunitas anak muda, melalui kolaborasi dengan berbagai brand dan platform kreatif seperti LaLaLa Fest, Milli, Opium, dan Juice.

Bagi PK Entertainment Group, industri hiburan saat ini tidak lagi hanya soal pertunjukan atau produksi, tetapi tentang koneksi dan budaya yang terbentuk di sekitarnya.

“Kini audiens semakin mencari pengalaman yang personal, imersif, dan berbasis komunitas, maka kolaborasi menjadi cara paling relevan untuk menjangkau mereka di berbagai sektor hiburan," ujar Peter Harjani, Founder dan CEO PK Entertainment Group.

"Mulai dari live entertainment, film, musik, hingga creative ventures. Kami percaya masa depan industri hiburan akan dimiliki oleh ekosistem, bukan bisnis yang berdiri sendiri,” terangnya.

Filosofi tersebut terus menjadi semangat utama dalam memperluas jaringan kolaborasi PK Entertainment Group, termasuk bersama Antara Suara, BASE Entertainment, Wahana Kreator, MVP Pictures, serta berbagai mitra dalam ekosistem venture PK Capital.

Proyek Baru, Kolaborasi Strategis dan Ekspansi Regional
Melanjutkan momentum di industri hiburan, PK Entertainment Group juga mengumumkan sejumlah inisiatif yang mencakup live entertainment, perfilman, ekspansi regional, hingga kolaborasi strategis.

Di sektor live entertainment, PK Entertainment Group memberikan teaser terkait deretan konser internasional dan fan-driven experiences mendatang seperti ENHYPEN dan BOYNEXTDOOR, serta event seperti Anime Festival Asia.

PK Entertainment Group juga terus memperkuat eksistensinya di Asia Tenggara, termasuk melalui kolaborasi bersama LaLaLa Fest yang tengah mempersiapkan ekspansi festival ke Manila, serta kerja sama dengan Antara Suara untuk membawa talenta lokal ke panggung global melalui D’Masiv Asia Home Run.

Di sektor perfilman, setelah sukses merilis lima film sepanjang 2025, PK Films menargetkan lebih dari 10 film baru pada 2026.

Sejumlah proyek yang telah dikonfirmasi antara lain Cerita Lila, Sihir Tanah Kubur, Putri Jangan Gentayangan Lagi, Si Manis Jembatan Ancol 2, Hungry Ghost Festival, Di Ambang Kematian II, serta Betting with Ghost bersama MVP Pictures, Garuda di Dadaku bersama BASE Entertainment dan Seni Merayu Tuhan bersama Wahana Kreator.

Dalam kesempatan yang sama, grup ini juga memperkenalkan K+ Entertainment, kolaborasi baru antara PK Entertainment Group dan CT Corp, dengan fokus menghadirkan pengalaman budaya dan hiburan berskala besar untuk audiens Indonesia.

Memasuki dekade berikutnya, PK Entertainment Group menargetkan untuk terus membangun ekosistem hiburan kolaboratif di mana musik, film, live experiences, dan kreator dapat tumbuh bersama sekaligus berkontribusi terhadap perkembangan industri kreatif, baik di tingkat lokal maupun regional.

Topik Terkait