Foto : Ist

Melalui penggalan lirik “diam-diam aku terbawa perasaan, tak ada nyali mengungkapkan, sebatas teman bukan pilihan,” Martian mencoba menghadirkan keresahan yang sering dialami banyak orang ketika cinta hadir di tengah hubungan pertemanan yang sudah terlalu dekat.

Alih-alih menyatakan perasaan, tokoh dalam lagu memilih tetap berada di posisi sebagai teman. Ia hanya bisa mendengarkan cerita dan menyimpan rasa tersebut sendirian.

Tak sekadar berbicara soal cinta yang tak tersampaikan, “Amin” juga menyiratkan pesan tentang ketulusan dan keikhlasan. Ketika sebuah perasaan tidak bisa diperjuangkan, yang tersisa hanyalah doa terbaik untuk orang yang dicintai.

Makna itu pula yang tercermin dari judul “Amin”, sebuah kata sederhana yang menjadi simbol penerimaan sekaligus bentuk mengamini kebahagiaan orang lain, meski bukan bersama dirinya.

“Lagu ‘Amin’ lahir dari perasaan yang mungkin pernah dialami banyak orang, ketika kita memilih menyimpan rasa dan hanya bisa mendoakan kebahagiaan seseorang dari kejauhan. Kami senang akhirnya bisa membagikan cerita ini secara langsung kepada para pendengar melalui showcase malam ini. Semoga lagu ini dapat mewakili perasaan banyak orang dan menjadi teman bagi mereka yang pernah mengalami cerita serupa,” ujar Hafiz Pribadi, vokalis Martian.

Melalui “Amin”, Martian kembali menunjukkan kemampuannya dalam merangkai kisah personal menjadi karya yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Dengan lirik yang jujur serta aransemen emosional, lagu ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pendengar dan meninggalkan kesan mendalam dalam perjalanan musik mereka.

Kini, single “Amin” sudah dapat didengarkan di seluruh platform layanan musik digital.

Topik Terkait