Foto : Youtube.com/Sambel Lalap

IntipSelebRuben Onsu kembali meluapkan kekecewaannya melalui media sosial. Kali ini, presenter dan pengusaha tersebut menyoroti sebuah video yang diduga memperlihatkan putrinya, Thalia, ikut terlibat dalam siaran langsung penjualan produk.

Melalui unggahan Instagram, Ruben mengaku baru melihat video tersebut dan merasa keberatan karena anaknya dinilai sudah terlalu jauh dilibatkan dalam aktivitas yang bukan menjadi tanggung jawab seorang anak.

Dalam unggahannya, Ruben juga menyinggung adanya percakapan yang menurutnya terdengar layaknya sebuah keluarga atau rumah tangga, sehingga membuat dirinya semakin khawatir terhadap kondisi putrinya.

Ruben mengawali unggahannya dengan menyoroti sikap Thalia yang terlihat meminta izin dalam video tersebut. Menurut Ruben, putrinya menunjukkan perilaku yang berbeda dari biasanya.

"wuwwww cici sampe izin dulu ? Lalu adanya percakapan layak nya berumah tangga !! Saya disini hanya menyelamatkan anak saya, Thalia masih ada ayah nya, disini terlihat Thalia sudah beda, saya sangat mengenal anak saya, Ini bukan dia, ini hasil dari Para penghasut yg sadis," tulis Ruben Onsu.

Ayah tiga anak itu menegaskan bahwa dirinya sangat mengenal karakter putrinya. Karena itu, Ruben merasa ada perubahan yang membuatnya tidak nyaman setelah melihat tayangan tersebut.

Ruben mengaku terkejut saat mengetahui putrinya diduga ikut berada dalam siaran langsung penjualan produk. Ia menilai pihak dewasa yang terlibat seharusnya mampu menjaga dan mengingatkan anak-anak agar tidak ikut terseret dalam aktivitas tersebut.

"Saya baru melihta video ini, ternyata sudah terlalu jauh mereka melibatkan anak saya dlm pekerjaan mereka !! Jangan bilang dan gunakan kalimat 'Anaknya yg mau' yg dewasalah harusnya mengingatkan dan segera di bawa keluar dari kamera, kalau melihat tayangan ini berarti memang anak saya ada dlm live jualan," lanjut Ruben.

Dalam unggahan yang sama, Ruben bahkan mempertanyakan produk yang sedang dipromosikan serta platform yang digunakan untuk siaran langsung tersebut.

"APA NAMA MIE nya INI ?? Ini Live di aplikasi apa ya, kok membolehkan anak dibawah umur ada ??" tulisnya.

Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan warganet dan memicu berbagai tanggapan di media sosial.

Meski unggahannya menuai pro dan kontra, Ruben menegaskan bahwa dirinya tidak sedang mencari pembenaran ataupun dukungan publik.

Ia menyebut seluruh tindakannya dilakukan sebagai seorang ayah yang ingin melindungi anaknya dari situasi yang dianggap tidak tepat.

"Maaf disini saya tidak mencari pembenaran, disini saya hanya sebagai orang tuanya yg punya hak untuk menyelamatkan anak saya, Juga sbg bukti untuk tidak jadi para pengikut pasangan sweet ini, saya doakan bahagia trs, tp permintaan saya jng libatkan anak saya," tulisnya.

Ruben juga menegaskan bahwa urusan pribadinya dengan pihak lain telah selesai. Namun, ia menekankan bahwa urusan yang berkaitan dengan anak-anak tetap menjadi tanggung jawab kedua orang tua.

"Ayo berdiiri dikaki sendiri dan Urusan kami telah usai tapi urusan anak kami ttp orangtua nya," tulisnya.

Dalam bagian akhir unggahannya, Ruben menegaskan dirinya akan terus memperjuangkan hal-hal yang berkaitan dengan masa depan dan kondisi psikologis anak-anaknya.

Presenter berusia 42 tahun itu mengaku tidak tertarik membahas masa lalu maupun berbagai polemik yang berkembang di media sosial. Fokus utamanya saat ini adalah memastikan anak-anaknya mendapatkan perlindungan yang layak.

"Jd jng sibuk membahas masa lalu, Nanti akan semakin banyak orang yg membuka masa lalu idola kalian dan itu gak penting buat saya krn udh bukan urusan saya, pfocus ttg waktu anak dan membelikan pikiran anak saya, saya akan trs kejar sampai kapanpun jika itu ttg anak," tulisnya.

Ruben kemudian menutup unggahannya dengan doa agar segala upaya yang dilakukannya untuk melindungi sang buah hati diberikan kemudahan.

"Semoga segala usaha saya Allah mudahkan ????✨," pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari pihak yang disebut-sebut terkait unggahan Ruben Onsu tersebut.

Topik Terkait