Foto : Ist

Menteri Teuku Riefky Harsya mengapresiasi perjuangan Ferly yang dinilai mencerminkan semangat dan konsistensi dalam berkarya. Di tengah berbagai tantangan industri, terutama soal akses layar dan distribusi film nasional, keberhasilan seorang sineas muda membangun rumah produksi sendiri menjadi pencapaian yang patut mendapat perhatian.

Menteri juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap Ferly sebagai perempuan muda yang mampu berkarya sekaligus mengembangkan perusahaan kreatif secara mandiri. Menurutnya, semakin banyak generasi muda yang berani berkarya dan membangun usaha di sektor kreatif, semakin kuat pula fondasi ekonomi kreatif Indonesia di masa mendatang.

Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pertumbuhan rumah produksi nasional. Penguatan ekosistem perfilman nasional juga terus didorong, termasuk upaya memperluas jumlah layar bioskop di berbagai daerah agar akses masyarakat terhadap film Indonesia semakin terbuka.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi. Ia menilai film bermuatan edukasi dan nilai sosial seperti Takkan Kubiarkan Kau Menangis perlu mendapat kesempatan menjangkau masyarakat secara lebih luas. Pengembangan jaringan bioskop dan alternatif ruang pemutaran di daerah, menurutnya, menjadi langkah penting agar karya-karya berkualitas dapat dinikmati secara merata oleh masyarakat Indonesia.

Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis dijadwalkan tayang secara nasional pada 16 Juli 2026 di jaringan bioskop XXI. Penayangan ini menjadi langkah penting bagi Langit Pictures sebagai rumah produksi independen yang berupaya menghadirkan karya dengan pesan sosial dan edukatif.

Ferly menegaskan bahwa masa awal penayangan merupakan periode krusial bagi rumah produksi untuk membangun kesadaran publik dan menarik minat penonton. Ia berharap ada kebijakan yang semakin mendukung pertumbuhan industri film nasional, termasuk ketersediaan ruang tayang yang memadai bagi film Indonesia yang telah mendapatkan jadwal penayangan di bioskop.

"Sebagai rumah produksi, perjuangan kami tidak berhenti ketika film selesai dibuat. Justru tantangan berikutnya adalah bagaimana menghadirkan film tersebut kepada masyarakat. Kami berharap semakin banyak ruang dan kesempatan bagi film Indonesia untuk berkembang sehingga karya-karya yang membawa nilai edukasi dapat benar-benar sampai kepada publik," ujar Ferly.

Topik Terkait