Foto : Ist

IntipSelebMenteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan apresiasi kepada sineas muda sekaligus pendiri Langit Pictures, Ferly Halim, atas dedikasinya membangun rumah produksi independen dan menghadirkan film keluarga berjudul Takkan Kubiarkan Kau Menangis.

Pertemuan itu berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026, di Gedung Kemenekraf RI, Jakarta. Keduanya berdiskusi secara hangat mengenai perkembangan industri kreatif dan masa depan perfilman Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Ferly menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi pelaku industri film, khususnya rumah produksi independen yang berupaya menghadirkan karya berkualitas di tengah persaingan yang kian ketat.

Di usia yang masih muda, Ferly Halim menempati posisi yang terbilang unik di industri perfilman nasional. Ia tidak hanya berdiri sebagai sutradara, melainkan juga membangun dan mengelola Langit Pictures secara mandiri. Tanggung jawabnya mencakup proses kreatif sekaligus aspek bisnis, mulai dari distribusi, promosi, pemasaran, hingga strategi agar film yang diproduksi dapat menjangkau masyarakat secara luas.

Bagi Ferly, film bukan semata media hiburan. Ia meyakini film sebagai sarana edukasi yang mampu menyampaikan pesan secara emosional dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Melalui Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Ferly mengangkat persoalan hubungan orang tua dan anak, khususnya antara generasi milenial sebagai orang tua dan generasi Z sebagai anak. Ia memandang keluarga sebagai tempat pertama seorang anak belajar tentang kehidupan. Nilai-nilai, karakter, hingga cita-cita besar seseorang berawal dari rumah.

"Kadang kita lebih mudah menunjukkan perhatian dan kasih sayang kepada orang lain dibandingkan kepada keluarga sendiri. Padahal rumah adalah tempat pertama lahirnya mimpi, harapan, dan masa depan seorang anak," ungkap Ferly Halim.

Film ini hadir sebagai refleksi atas pentingnya komunikasi di dalam keluarga. Ferly berharap masyarakat kembali menyadari betapa pentingnya hubungan yang sehat antara orang tua dan anak sebagai fondasi pembentukan generasi masa depan.

Menteri Teuku Riefky Harsya mengapresiasi perjuangan Ferly yang dinilai mencerminkan semangat dan konsistensi dalam berkarya. Di tengah berbagai tantangan industri, terutama soal akses layar dan distribusi film nasional, keberhasilan seorang sineas muda membangun rumah produksi sendiri menjadi pencapaian yang patut mendapat perhatian.

Menteri juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap Ferly sebagai perempuan muda yang mampu berkarya sekaligus mengembangkan perusahaan kreatif secara mandiri. Menurutnya, semakin banyak generasi muda yang berani berkarya dan membangun usaha di sektor kreatif, semakin kuat pula fondasi ekonomi kreatif Indonesia di masa mendatang.

Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pertumbuhan rumah produksi nasional. Penguatan ekosistem perfilman nasional juga terus didorong, termasuk upaya memperluas jumlah layar bioskop di berbagai daerah agar akses masyarakat terhadap film Indonesia semakin terbuka.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi. Ia menilai film bermuatan edukasi dan nilai sosial seperti Takkan Kubiarkan Kau Menangis perlu mendapat kesempatan menjangkau masyarakat secara lebih luas. Pengembangan jaringan bioskop dan alternatif ruang pemutaran di daerah, menurutnya, menjadi langkah penting agar karya-karya berkualitas dapat dinikmati secara merata oleh masyarakat Indonesia.

Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis dijadwalkan tayang secara nasional pada 16 Juli 2026 di jaringan bioskop XXI. Penayangan ini menjadi langkah penting bagi Langit Pictures sebagai rumah produksi independen yang berupaya menghadirkan karya dengan pesan sosial dan edukatif.

Ferly menegaskan bahwa masa awal penayangan merupakan periode krusial bagi rumah produksi untuk membangun kesadaran publik dan menarik minat penonton. Ia berharap ada kebijakan yang semakin mendukung pertumbuhan industri film nasional, termasuk ketersediaan ruang tayang yang memadai bagi film Indonesia yang telah mendapatkan jadwal penayangan di bioskop.

"Sebagai rumah produksi, perjuangan kami tidak berhenti ketika film selesai dibuat. Justru tantangan berikutnya adalah bagaimana menghadirkan film tersebut kepada masyarakat. Kami berharap semakin banyak ruang dan kesempatan bagi film Indonesia untuk berkembang sehingga karya-karya yang membawa nilai edukasi dapat benar-benar sampai kepada publik," ujar Ferly.

Dukungan terhadap film ini juga datang dari BAZNAS yang mendukung program nonton bersama bagi anak-anak yatim dan piatu. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman yang menghibur sekaligus menginspirasi.

Takkan Kubiarkan Kau Menangis membawa pesan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita, tanpa memandang latar belakang maupun kondisi kehidupan yang mereka hadapi. Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri kreatif, dan lembaga sosial, film ini diharapkan menjadi ruang refleksi bagi keluarga Indonesia sekaligus sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus bermimpi, berjuang, dan percaya bahwa setiap cita-cita besar selalu dimulai dari rumah.

Topik Terkait