IntipSeleb – Film horor religi Kuasa Gelap: Perjanjian Darah siap kembali meneror penonton Indonesia. Setelah kesuksesan film pertamanya, Kuasa Gelap (2024), Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment kini menghadirkan sekuel dengan skala cerita yang lebih besar.
Tak sekadar mengandalkan kisah eksorsisme, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menawarkan pengalaman sinematik yang lebih imersif karena akan tayang dalam format IMAX mulai 8 Oktober 2026 di seluruh bioskop Indonesia.
Teaser trailer dan poster perdana film ini telah memberikan gambaran mengenai teror yang akan dihadapi penonton. Dengan layar IMAX yang memenuhi pandangan serta tata suara yang datang dari berbagai arah, pengalaman horor dalam film ini dijanjikan terasa lebih dekat dan intens.
Film ini menjadi salah satu film Indonesia yang mendapatkan kesempatan untuk tayang dalam format IMAX. Bagi tim produksi, hal tersebut menjadi pencapaian tersendiri sekaligus menunjukkan besarnya skala produksi Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.
“Sejak awal, kami merancang Perjanjian Darah dengan skala yang jauh lebih besar, baik dari sisi dunia cerita, lokasi, maupun ancamannya. Format IMAX menjadi semacam stamp of approval bahwa film ini besar dari segi production value, skala, dan kualitas, karena IMAX punya standar internasional dan tidak semua film layak tayang di sana. Bagi kami, ini jaminan bahwa Kuasa Gelap: Perjanjian Darah layak ditonton di bioskop,” ujar produser sekaligus penulis film tersebut, Robert Ronny.
Cerita Kuasa Gelap 2 Dibuat dengan Skala Lebih Besar
Dalam konferensi pers yang digelar di Agora Mall, Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026, produser eksekutif Andi Boediman mengungkapkan bahwa cerita kedua sebenarnya sudah dipersiapkan sejak awal.
Menurut Andi, tim produksi sebelumnya sempat mempertimbangkan cerita dengan skala yang lebih kecil. Namun, untuk sekuelnya, mereka memutuskan memperluas dunia cerita sekaligus meningkatkan ancaman yang dihadapi para karakter.
“Ketika membuat cerita kedua sebenarnya sudah ada. Kita sebelumnya membuat cerita yang skalanya lebih kecil. Sekarang kita buat dengan skala yang lebih besar,” ujar Andi.
Skala yang lebih besar tersebut tidak hanya terlihat dari lokasi dan produksi, tetapi juga dari konflik yang dihadirkan. Film ini akan membawa penonton lebih jauh ke dalam kisah masa lalu Romo Rendra serta menghadirkan ancaman yang berkaitan dengan iblis purba bernama Rephaim.
Andi Boediman juga menegaskan bahwa film ini tidak sekadar ingin membuat penonton merasa takut.
“Kami tidak membuat film tentang ketakutan. Kami membuat film tentang sesuatu yang lebih berat dari ketakutan, pilihan yang dibuat oleh satu generasi, dan yang harus dibayar oleh generasi berikutnya,” ujar Andi Boediman, produser eksekutif film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.
Jerome Kurnia Jadi Produser Eksekutif Sekaligus Pemain
Selain kembali berperan sebagai Romo Thomas, Jerome Kurnia juga mengambil peran sebagai produser eksekutif dalam Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.
Dalam konferensi pers, Jerome mengungkapkan bahwa keputusannya terlibat sebagai produser eksekutif terinspirasi dari sejumlah aktor internasional yang juga mengambil peran di balik layar.
“Aku ngeliat dari aktor-aktor di luar negeri sering jadi EP. Akhirnya setelah ngobrol bisa, kenapa mau? Kalau cinta dengan sesuatu mau memberikan lebih,” ujar Jerome.
Jerome mengaku banyak mendapatkan pengalaman baru selama menjalankan peran tersebut. Ia belajar mengenai tugas dan tanggung jawab seorang produser eksekutif dari Robert Ronny dan Andi Boediman.
“Aku banyak belajar pak Robert dan Andi bagaimana peran EP,” tambah Jerome.
Di sisi lain, karakter Romo Thomas juga menghadapi tantangan besar dalam cerita terbaru. Jika Romo Rendra mulai mengalami kegoyahan, Romo Thomas justru dituntut untuk tetap berdiri teguh.
“Ketika Romo Rendra mulai goyah, Romo Thomas justru harus berdiri paling teguh. Tapi keyakinan yang terlalu besar pada diri sendiri bisa menjadi batu sandungannya,” tambah Jerome Kurnia.
Masa Lalu Romo Rendra Jadi Sorotan
Salah satu daya tarik utama Kuasa Gelap: Perjanjian Darah adalah penggalian karakter Romo Rendra yang kembali diperankan oleh Lukman Sardi.
Pada film kedua, penonton akan diajak mengenal lebih jauh perjalanan hidup Romo Rendra sebelum akhirnya menjadi seorang imam. Latar belakang tersebut rupanya telah dipersiapkan Robert Ronny sejak film pertama.
“Di film kedua ini, saya menggali lebih dalam sisi manusiawi yang ada di dalam karakter Romo Rendra. Bagaimana saat manusia berhadapan dengan iblis purba, yang dinamakan Rephaim. Dengan pengalaman menonton di layar yang lebih besar dalam format IMAX, perjalanan eksorsisme yang akan dilihat penonton akan semakin imersif dan emosional,” ujar Lukman Sardi.
Saat konferensi pers, Lukman juga mengungkapkan bahwa Kuasa Gelap: Perjanjian Darah memiliki arti tersendiri dalam perjalanan kariernya sebagai aktor.
“Buat aku ini dari berapa lama di perfilman Indonesia ini pertama kalinya di Imax. Ada momentum yang membuat Imax lagi hypenya besar sekali,” ujar Lukman Sardi.
Tak hanya soal pengalaman tampil dalam format IMAX, Lukman mengatakan karakter Romo Rendra akan mendapatkan ruang yang lebih besar untuk mengungkap perjalanan hidupnya.
Dikarakter Romo Rendra di film ini akan lebih banyak bercerita perjalanan bagaimana si Rendra ini meniadi romo.
Penggalian sisi manusiawi Romo Rendra tersebut diharapkan dapat membuat penonton tidak hanya mengikuti perjalanan eksorsisme, tetapi juga memahami konflik batin dan pilihan yang membentuk dirinya.
Sutradara Rizal Mantovani juga menjanjikan pengalaman berbeda melalui Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Film ini tidak hanya dirancang untuk menghadirkan ketegangan, tetapi juga emosi yang lebih dekat dengan kehidupan penonton.
“Lewat Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, kami ingin membuat cerita yang dekat dengan keseharian, terutama dengan kondisi di Indonesia, dan semoga juga terasa relatable bagi penonton di seluruh dunia nanti. Cerita yang menyentuh seperti inilah yang akan membekas, dikenang dan menjadi pengalaman sinematik yang sangat menyenangkan. Saya juga bangga, setelah berkarier selama puluhan tahun, akhirnya untuk pertama kalinya film saya tayang dalam format IMAX,” ujar Rizal Mantovani.
Dengan sinematografi Yadi Sugandi, film ini berusaha memaksimalkan pengalaman layar lebar. Format IMAX diharapkan mampu memperkuat atmosfer horor, terutama dalam adegan-adegan eksorsisme yang menjadi bagian penting dari cerita.
Lukman Sardi dan Jerome Kurnia kembali menjadi dua karakter utama sebagai Romo Rendra dan Romo Thomas. Keduanya menjadi bagian dari karakter yang semakin dikenal sebagai ikon baru dalam genre horor religi Indonesia.
Mereka akan beradu akting dengan sejumlah pemain lain, di antaranya Venly Arauna, Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, dan Faiz Vishal.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah disutradarai Rizal Mantovani dengan sinematografi oleh Yadi Sugandi. Skenario ditulis Robert Ronny bersama Andri Cahyadi.
Film ini diproduseri Robert Ronny dan Prima Taufik, sementara Andi Boediman dipercaya sebagai produser eksekutif. Produksinya didukung Legacy Pictures, SRN, Virtuelines Entertainment, WOW Multinet Pictures, Mokster Films, dan Netzme Gateway.
Dengan cerita yang lebih besar, konflik personal Romo Rendra yang semakin dalam, serta pengalaman menonton dalam format IMAX, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menjadi salah satu film horor Indonesia yang patut dinantikan tahun ini.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah dijadwalkan tayang mulai 8 Oktober 2026 di seluruh bioskop Indonesia.