IntipSeleb – Film horor-misteri URANG BUNIAN resmi memperkenalkan Official Poster dan Official Trailer dalam acara Press Conference yang digelar di Apartment Signature Park Grande, Cawang, Jakarta, Senin 10 Agustus 2026.
Film produksi DHF Entertainment ini dijadwalkan tayang secara nasional pada 17 September 2026. Mengangkat urban legend yang telah lama dikenal masyarakat Sumatra, URANG BUNIAN membawa kisah tentang makhluk gaib yang dipercaya hidup berdampingan dengan manusia di kawasan hutan.
Peluncuran poster dan trailer tersebut menjadi langkah awal perjalanan film URANG BUNIAN sebelum menyapa penonton di bioskop. Mengusung pertanyaan utama, “Apakah Kamu Percaya Urang Bunian Itu Ada?”, film ini mencoba menghadirkan legenda lokal dalam kemasan horor-misteri dengan pendekatan sinematik modern.
Acara tersebut dihadiri produser Johansyah Jumberan dan Victor G. Pramusinto, sutradara Rendy Herpy, serta sejumlah pemeran, di antaranya Dimas Aditya, Adinda Thomas, Fauzan Nasrul, dan Ruth Marini.
Dalam kesempatan tersebut, awak media menjadi pihak pertama yang menyaksikan Official Trailer URANG BUNIAN secara eksklusif.
Trailer perdana film ini memperlihatkan potongan adegan yang dipenuhi atmosfer misterius. Namun, berbagai petunjuk yang ditampilkan masih menyimpan banyak pertanyaan sehingga tidak membocorkan inti cerita.
Sementara itu, Official Poster diperkenalkan sebagai gambaran awal mengenai dunia yang dibangun dalam URANG BUNIAN. Visual tersebut turut memperkuat kesan gelap dan misterius yang menjadi identitas film.
Berangkat dari cerita rakyat mengenai Urang Bunian, film ini tidak sekadar menjadikan legenda tersebut sebagai elemen horor. URANG BUNIAN juga berusaha membawa penonton mengenal kembali sebuah kepercayaan yang selama bertahun-tahun berkembang melalui cerita lisan dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Dimas Aditya Cerita Tantangan Jadi Perwira Polisi
Tak hanya soal suasana mistis, proses produksi URANG BUNIAN juga menghadirkan tantangan bagi para pemain.
Dimas Aditya mengungkap salah satu tantangan yang dihadapinya adalah ketika harus mendekati karakter seorang perwira polisi. Ia juga harus menjaga kondisi tubuh selama menjalani proses syuting.
"Kalau dari tantangan... tantangannya sebenarnya itu sih, pas aku coba mendekati lah, paling nggak mendekati seorang perwira (polisi) itu gimana. Saya lumayan disiplin banget jaga makan walaupun sulit, takut gemuk. Walaupun di sini dicekokin makan terus, masakan Padang, he-eh," ujarnya.
Perubahan kondisi cuaca selama proses produksi juga menjadi perhatian Dimas. Ia menyebut menjaga tubuh tetap fit menjadi bagian penting agar bisa menjalani proses syuting dengan maksimal.
Menariknya, urusan makanan juga menjadi tantangan tersendiri bagi Dimas. Kebiasaan menerima jamuan makanan dari warga membuatnya harus mengesampingkan sejenak kebiasaan menjaga pola makan.
Naura Hakim Kesulitan Dalami Logat dan Bahasa
Selain Dimas, Naura Hakim juga membagikan pengalaman selama menjalani proses produksi URANG BUNIAN. Salah satu tantangan yang dirasakannya adalah ketika harus membawakan karakter perempuan desa, termasuk menyesuaikan logat dan cara berbicara.
"Kalau dari aku jujur banget kesulitannya adalah karena aku gadis desa gitu lah, jadi logat, logat itu susah banget. (Naura menirukan logat). Kayak apa ya, harus lebay, alay gitu-gitu, sumpah menurut aku kesulitannya itu. Dan ada satu lagi kalau misalkan kalian lihat tadi ada yang aku begini (memperagakan gerakan), itu aku mandi jam 3 pagi atau jam 4 pagi. Gitu sih, dua itu paling tantangannya," ucapnya.
Tak hanya logat, Naura juga harus berhadapan dengan tantangan bahasa. Latar belakangnya sebagai orang Jawa membuatnya perlu berlatih lebih keras ketika harus menggunakan bahasa yang memiliki cengkok berbeda.
"Terus tantangan yang aku hadapi tuh sebenarnya dari bahasa sih. Aku kan orang Jawa, terus kayak pas aku lihat tuh kebanyakan bukan bahasa yang aku tahu gitu loh. Jadi kayak aku terus-menerus latihan, terus kayak 'kok nggak bisa-bisa terus ya'. Kayak susah banget, kayak ada cengkok-cengkoknya gitu loh, ada kol-kolannya, ada bener-bener," katanya.
Tantangan tersebut menjadi bagian dari proses Naura dalam membangun karakter yang sesuai dengan latar cerita URANG BUNIAN.
Disutradarai Rendy Herpy dan diproduseri Johansyah Jumberan serta Victor G. Pramusinto, URANG BUNIAN mencoba mengangkat kekayaan cerita lokal ke layar lebar.
Kehadiran Dimas Aditya, Adinda Thomas, Fauzan Nasrul, Ruth Marini, serta para pemain lainnya diharapkan mampu memperkuat dunia cerita yang dibangun di sekitar legenda Urang Bunian.
Film URANG BUNIAN dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 17 September 2026.