IntipSeleb – Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, akhirnya buka suara soal polemik penyakit "3 huruf" yang disebut pernah diidap Ruben Onsu. Chris menegaskan pihaknya memiliki bukti medis yang mendukung klaim tersebut.
Pernyataan ini muncul setelah pengacara Ruben Onsu, Minola Sebayang, mempertanyakan bukti yang dimiliki Sarwendah terkait kondisi kesehatan mantan suaminya. Chris menjelaskan bahwa Sarwendah pernah menjadi istri Ruben Onsu selama 11 tahun. Status pernikahan itu, menurutnya, membuat kliennya memiliki akses terhadap informasi kesehatan Ruben yang diberikan dokter maupun rumah sakit saat keduanya masih berstatus sebagai pasangan suami istri.
“Bang Minola tampaknya lupa, Sarwendah itu kan pernah jadi istri kliennya. Jadi apa pun urusan kesehatannya, dokter dan rumah sakit pasti memberikan informasi,” kata Chris seperti dilihat pada video unggahan akun Instagram.
Chris menegaskan Sarwendah tidak sekadar mendengar informasi mengenai penyakit tersebut. Ia menyebut kliennya memegang hasil pemeriksaan medis dan laboratorium Ruben Onsu secara langsung.
“Klien kami pegang bukti pemeriksaan dan lab RO,” ujarnya.
Meski mengklaim memiliki bukti, Chris memilih tidak membeberkan dokumen medis tersebut kepada publik. Ia menyebut seluruh bukti akan disampaikan dalam proses persidangan demi menjaga privasi Ruben.
“Kami tegaskan, Sarwendah punya bukti terkait penyakit ‘3 huruf’ tersebut. Jadi kami tidak akan buka di sini karena bukti tersebut akan kami buka nanti di persidangan,” kata Chris.
Selain mengungkap soal bukti medis, Chris juga menyoroti dokumen laboratorium Ruben Onsu yang sempat beredar. Ia mengaku menemukan perbedaan tanggal lahir dan identitas dalam dokumen tersebut.
Chris meminta pihak laboratorium berhati hati dalam menangani dokumen yang berkaitan dengan riwayat kesehatan Ruben. Ia khawatir perbedaan data tersebut justru menimbulkan persoalan baru dalam proses hukum.
“Hati-hati, jangan sampai ada indikasi kesengajaan terhadap perubahan tanggal lahir dan identitas. Karena di situ ada riwayat pemeriksaan,” kata Chris.
“Kami tidak mau nanti blunder kepada pihak lab,” imbuhnya.