Foto : Freepik/freepik

IntipSeleb – Jagat media sosial kembali ramai dengan perkembangan utas anonim yang sebelumnya menyinggung dugaan pelecehan seksual dan menyeret sosok berinisial EJR. Kali ini, perhatian publik tertuju pada akun yang disebut sebagai sumber awal cerita tersebut.

Pasalnya, muncul dugaan bahwa foto profil yang digunakan akun Threads @ajsbsbwas bukan merupakan foto pemilik akun tersebut. Dugaan itu disampaikan seorang pengguna Threads yang mengaku mengetahui pemilik asli foto tersebut.

Kabar tersebut pun menambah tanda tanya mengenai identitas sebenarnya di balik akun anonim yang mengunggah cerita dugaan pelecehan seksual tersebut.

Foto Profil Akun @ajsbsbwas Diduga Milik Orang Lain

Dugaan penggunaan foto milik orang lain mencuat setelah akun Threads @utamidp_ mengungkap bahwa foto profil yang digunakan @ajsbsbwas disebut merupakan foto milik tetangganya.

Akun tersebut bahkan meminta warganet tidak langsung mempercayai cerita yang beredar hanya berdasarkan unggahan anonim.

"Ini akun aja pakai foto tetanggaku kak. Yang punya foto jadi khawatir disalahgunakan, apalagi utasnya. Viralin tolong jangan percaya gitu aja," tulis akun @utamidp_ dikutip Sabtu 22 Agustus 2026.

Unggahan itu kemudian mendapat perhatian warganet. Publik mulai mempertanyakan siapa sebenarnya pemilik akun @ajsbsbwas serta alasan penggunaan foto yang diduga bukan miliknya.

Tak lama berselang, muncul pula akun @chimey15 yang disebut sebagai pemilik asli foto tersebut. Pemilik foto bahkan meminta agar gambar dirinya segera dihapus dari utas yang tengah menjadi perbincangan.

"Hapus gak poto aku," kata @chimey15.

"Gak jelas banget pake poto orang," katanya lagi.

"Kamu penipu ya?" sambungnya.

Temuan tersebut membuat dugaan mengenai penggunaan identitas visual milik orang lain semakin menjadi sorotan. Namun, hal tersebut belum secara otomatis membuktikan siapa sebenarnya orang di balik akun @ajsbsbwas.

Awal Mula Utas Dugaan Pelecehan Seksual EJR

Sebelumnya, sebuah utas di Threads pada 19 Agustus 2026 menghebohkan media sosial. Akun @ajsbsbwas mengaku sebagai korban dugaan pelecehan seksual yang disebut terjadi setelah dirinya bepergian bersama dua orang berinisial EJR dan NB.

Dalam unggahannya, pemilik akun menggambarkan EJR sebagai seorang artis muda yang telah dikenal dan diidolakan sejak dirinya masih kecil. Ia juga memberikan petunjuk mengenai lokasi kediaman sosok yang dimaksud, yakni di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Pemilik akun mengaku sempat pergi bersama EJR dan NB ke kawasan Senayan, Jakarta Pusat, sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka kemudian disebut melanjutkan perjalanan ke kediaman EJR.

"Kalian mungkin mengenalnya sebagai artis muda yang kalian idolakan sejak kecil sampai saat ini. Saya mengenalnya sebagai seseorang yang pernah membuat saya kehilangan kendali atas tubuh saya sendiri—dan kemudian melakukan sesuatu kepada saya ketika saya berada dalam kondisi tersebut," tulis akun @ajsbsbwas.

"Saya menulis ini bukan untuk mencari perhatian. Saya menulis karena saya ingin menceritakan apa yang terjadi kepada saya, karena sampai hari ini saya masih tidak menerima apa yang dilakukan kepada saya," jelasnya.

"Kejadiannya bermula setelah saya pergi bersama dengan pelaku inisial EJR bertiga dgn teman kami inisial NB ke daerah Senayan sekitar jam 8 malam dan kemudian kejadian berada di kediaman pelaku di daerah Pd Indah," sambungnya.

Dalam cerita yang diunggahnya, pemilik akun @ajsbsbwas juga mengungkap kondisi tubuhnya yang disebut berubah setelah beberapa kali menghirup asap vape yang diklaim diberikan oleh EJR.

Ia mengaku tidak mengetahui kandungan vape tersebut. Setelah menggunakannya, ia menyebut mengalami sejumlah kondisi seperti mual, tubuh melemah, sulit membuka mata hingga kesulitan mengendalikan gerakan tubuh.

"Saya kehilangan kendali atas diri saya sendiri. Saya tidak bisa merasakan badan saya. Mata saya sangat sulit dibuka. Saya bahkan kesulitan berjalan dan mengontrol tubuh saya. Pikiran saya terasa seperti tidak berfungsi sebagaimana mestinya," kata akun @ajsbsbwas.

Pemilik akun kemudian mengklaim mengalami tindakan seksual ketika dirinya berada dalam kondisi yang disebut tidak mampu mengendalikan tubuh.

"Dalam kondisi saya yang sudah tidak mampu mengendalikan diri seperti itu, pelaku melakukan tindakan seksual terhadap saya tanpa persetujuan saya," tulis @ajsbsbwas.

Ia mengaku baru tersadar sekitar pukul 03.00 WIB setelah ibunya mencari keberadaannya. Setelah itu, ia disebut pulang menggunakan taksi dan menghubungi NB melalui WhatsApp untuk menanyakan kondisi yang dialaminya.

Menurut pengakuan tersebut, NB kemudian menyebut vape yang digunakan memiliki kandungan berbahaya.

"Karena merasa ada sesuatu yang tidak normal sambil mengingat dan mencerna apa yang baru terjadi, saat perjalanan pulang saya menghubungi teman yang pergi bersama kami NB melalui WhatsApp. Saya bertanya kepadanya karena saya sendiri merasa kondisi saya sangat aneh dan berbeda dari sekadar pengaruh minuman," jelasnya.

"Saya menjelaskan dan mencoba menggambarkan apa yang saya rasakan, kondisi hilang kesadaran, lemas, mengantuk berat hingga tidak berdaya karena saya panik dan dgn usaha keras saya menceritakan kepada NB. NB kemudian mengonfirmasi bahwa vape tersebut sangat berbahaya dan bahkan menyebut vape yg digunakan pelaku sudah “dosis gorilla," imbuh akun @ajsbsbwas.

Namun, berbagai klaim dalam utas tersebut, termasuk mengenai kandungan THC dalam vape serta percakapan yang disebut menjadi bukti, belum tersedia secara lengkap sehingga belum dapat diverifikasi secara independen.

Nama El Rumi Ikut Terseret

Petunjuk mengenai sosok berinisial EJR kemudian memunculkan berbagai spekulasi di kalangan warganet. Salah satu nama yang ikut dikaitkan adalah El Rumi, putra Ahmad Dhani.

Meski demikian, identitas EJR dalam utas anonim tersebut hingga kini belum terkonfirmasi secara resmi. Spekulasi yang berkembang di media sosial juga tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa El Rumi merupakan sosok yang dimaksud dalam cerita tersebut.

El Rumi sendiri telah memberikan respons melalui kuasa hukumnya, Aldwin Rahadian. Pengacara tersebut membantah tudingan yang beredar dan menegaskan bahwa persoalan semacam itu merupakan tuduhan serius.

"Itu tuduhan serius, enggak pernah yang begitu-begitu kan sejauh ini. Kita tahu bersama, Mas El, Al, Dul dan sebagainya jauh dari hal-hal seperti itu," tegas Aldwin, di Polda Metro Jaya, Jumat, 21 Agustus 2026.

Aldwin juga meminta pihak yang memiliki informasi maupun bukti terkait tudingan tersebut untuk menyampaikannya melalui jalur resmi dan tidak bersembunyi di balik akun anonim.

"Kalau pun makanya nanti ada seseorang yang mengklaim, jangan anonim. Jangan anonim, coba perlihatkan, sampaikan resmi," ujarnya.

Topik Terkait