IntipSeleb –
Film Operasi Pesta Copet tengah menjadi salah satu tontonan Indonesia yang menarik perhatian. Dibintangi Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba, film garapan Edy Khemod tersebut resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.
Sesuai judulnya, Operasi Pesta Copet mengangkat kisah sekelompok anak muda yang nekat menjalankan aksi pencopetan di tengah festival musik. Film produksi Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator ini memadukan komedi, kriminal, persahabatan, serta persoalan ekonomi.
Namun, tahukah kamu bahwa Operasi Pesta Copet bukan film Indonesia pertama yang mengangkat kisah pencopet?
Setidaknya ada tiga film sebelumnya yang memiliki keterkaitan kuat dengan tema pencopetan. Bahkan, salah satunya memiliki judul yang secara langsung menggunakan kata "Pencopet".
1. Pencopet (1973)
Jauh sebelum Iqbaal Ramadhan beraksi sebagai pencopet di tengah festival musik, perfilman Indonesia sudah memiliki film berjudul Pencopet yang dirilis pada 1973.
Film tersebut dibintangi Sophan Sophiaan sebagai Abdul Kadir Zailani dan Widyawati sebagai Vera. Berdasarkan arsip Indonesian Film Center, cerita berpusat pada Zailani, seorang pencopet yang jatuh cinta kepada perempuan yang menjadi korbannya.
Zailani diceritakan baru keluar dari penjara dan kembali menjalankan aksinya. Ia kemudian mencopet tas Vera. Namun, alih-alih berhenti sampai di situ, Zailani berusaha mengembalikan hasil copetannya dan akhirnya bekerja sebagai sopir di rumah Vera.
Hubungan keduanya kemudian berkembang menjadi kisah cinta yang menghadapi penolakan keluarga dan persoalan lainnya.
Menariknya, Sophan Sophiaan memang tercatat memerankan karakter Abdul Kadir Zailani dalam film tersebut.
Artinya, jika berbicara mengenai film Indonesia yang secara langsung menjadikan pencopet sebagai karakter utama, Pencopet sudah melakukannya lebih dari lima dekade lalu.
2. Naga Bonar (1987)
Film Indonesia lain yang tidak bisa dilewatkan ketika membicarakan karakter pencopet adalah Naga Bonar.
Film yang dirilis pada 1987 ini dibintangi Deddy Mizwar sebagai Naga Bonar. Karakter tersebut digambarkan sebagai seorang pencopet di Medan yang beberapa kali keluar-masuk penjara pada masa pendudukan Jepang.
Namun, kisah Naga Bonar kemudian berkembang jauh lebih besar dari sekadar kehidupan seorang pencopet.
Situasi perang dan perubahan politik membuat perjalanan hidupnya berubah. Ia kemudian terlibat dalam perjuangan melawan Belanda dan bahkan mengangkat dirinya sendiri sebagai seorang jenderal.
Karakter pencopet tersebut justru menjadi bagian penting dari perjalanan Naga Bonar hingga menjadi salah satu tokoh ikonik dalam perfilman Indonesia.
Film ini kemudian memiliki sekuel berjudul Naga Bonar Jadi 2 yang dirilis pada 2007.
3. Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010)
Berikutnya ada film Alangkah Lucunya (Negeri Ini) yang disutradarai Deddy Mizwar dan dirilis pada 15 April 2010.
Berbeda dari Pencopet dan Naga Bonar, film ini menggunakan kelompok pencopet anak sebagai bagian penting dari cerita sekaligus sarana untuk menyampaikan kritik sosial.
Kisahnya mengikuti Muluk, seorang sarjana yang sudah lama kesulitan mendapatkan pekerjaan. Pertemuannya dengan seorang pencopet bernama Komet kemudian membawanya ke markas kelompok pencopet anak.
Di tempat tersebut, Muluk melihat anak-anak seusia Komet yang bekerja sebagai pencopet. Ia kemudian mencoba mencari cara agar mereka bisa memperoleh penghasilan melalui pekerjaan yang lebih baik.
Dengan demikian, pencopetan dalam Alangkah Lucunya (Negeri Ini) bukan hanya menjadi unsur komedi. Fenomena tersebut digunakan untuk membicarakan persoalan kemiskinan, pendidikan, pekerjaan, dan kondisi sosial masyarakat.
4. Operasi Pesta Copet (2026)
Kini, tema pencopet kembali hadir melalui Operasi Pesta Copet.
Film ini merupakan debut Edy Khemod sebagai sutradara film panjang. Ceritanya mengikuti Ijal yang diperankan Iqbaal Ramadhan, seorang pemuda yang menghadapi persoalan ekonomi setelah kehilangan pekerjaan.
Bersama Adut, Tia, dan Melodi, Ijal kemudian terlibat dalam rencana pencopetan di tengah festival musik.
Operasi Pesta Copet resmi tayang di bioskop Indonesia pada 27 Agustus 2026. Film tersebut memadukan aksi kriminal dengan komedi dan drama persahabatan.
Menariknya, proses produksinya juga terbilang tidak biasa. Tim film melakukan pengambilan gambar di tengah festival musik Pestapora yang melibatkan sekitar 30 ribu penonton. Produksi juga menggunakan sekitar 500 pemeran tambahan untuk sejumlah adegan.
Menurut Edy Khemod, ide film ini berangkat dari keresahannya terhadap fenomena pencopetan di konser musik. Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi cerita mengenai empat sahabat dan persoalan ketimpangan ekonomi.