Foto : Instagram/@sherinamunaf

Salah satunya terlihat dari kegiatan sekolah hutan bagi anak-anak orangutan. Aktivitas yang biasanya dapat berlangsung hingga sore hari harus dibatasi karena kondisi udara yang masih dipenuhi asap.

"Biasanya mereka bisa sampai sore cuman karena kondisi yang masih sangat asap mereka udah harus cabut dari jam 14.30. Begitu juga babysitter-nya kita harus memikirkan kesehatan dan keselamatan para teknisinya juga," ungkap Sherina.

Kondisi tersebut membuat dampak karhutla tidak hanya dirasakan manusia. Satwa yang berada di kawasan terdampak juga harus menghadapi perubahan aktivitas akibat kualitas udara yang memburuk.

Pakai Kacamata Renang Saat Bantu Padamkan Api

Setelah mengunjungi sekolah hutan orangutan, perjalanan Sherina berlanjut ke salah satu titik pemadaman karhutla bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah.

Kondisi asap di lokasi membuat Sherina harus menggunakan perlengkapan tambahan untuk melindungi dirinya. Ia bahkan terlihat mengenakan kacamata renang berwarna hitam saat turun dari kendaraan.

"Aku pakai kacamata renang karena asapnya kencang banget," kata Sherina.

Topik Terkait