IntipSeleb – Baim Wong menyambut gembira pencapaian film garapannya, Semua Akan Baik-Baik Saja, yang berhasil meraih empat nominasi dalam ajang penghargaan perfilman Cinemag Magz.
Aktor sekaligus sutradara ini menganggap pencapaian tersebut bukan hanya kebanggaan pribadi. Ia melihatnya sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh pemain dan kru yang mencurahkan waktu, tenaga, serta kreativitas selama proses produksi.
Baim menekankan bahwa membuat sebuah film membutuhkan kerja sama kuat dari seluruh elemen yang terlibat. Semua Akan Baik-Baik Saja mempertemukan aktor berpengalaman dengan sejumlah wajah baru yang memiliki latar belakang berbeda.
Film ini menghadirkan jajaran aktor senior dan papan atas, di antaranya Reza Rahadian, Christine Hakim, Raihaanun, Happy Salma, Teuku Rifnu Wikana, Asri Welas, Chew Kin Wah, Ari Irham, Rebecca Tamara, Aimee Sarah, Erick Estrada, Amanda Soekasah, Janna Soekasah, Muzakki Ramdhan, Niagra Kautsar, Benedictus Siregar, dan Vanessa Calista.
Selain deretan nama besar tersebut, Baim juga memberi kesempatan kepada beberapa pendatang baru untuk ikut terlibat. Malika Shaqena berperan sebagai Syafa, Aquene memerankan Malika, sementara Alim, Ade Rai sebagai Kaka Rai, dan Ageng Caritos yang memerankan karakter Don CorLeone turut mengisi jajaran pemain baru.
Perbedaan pengalaman dan latar belakang para pemain ini menjadi tantangan tersendiri bagi Baim sebagai sutradara. Ia harus memastikan setiap pemeran mampu membangun karakternya masing-masing sekaligus menciptakan kesatuan cerita secara utuh.
Baim mengaku bahagia ketika proses panjang tersebut akhirnya mendapat apresiasi lewat empat nominasi yang diraih filmnya.
"Kerja keras untuk menyatukan mereka semua itu, senang banget bisa diapresiasi sebagai nominasi, bahkan sama filmnya itu sendiri. Terima kasih buat Cinemag Magz yang sudah mengapresiasi kerja keras kita," ujar Baim saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Kamis, 10 September 2026.
Bagi Baim, pencapaian Semua Akan Baik-Baik Saja juga menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya di industri hiburan Tanah Air.
Ia mengawali karier sebagai aktor sinetron, lalu mengembangkan langkahnya lewat platform digital dengan menjadi kreator konten YouTube. Dari sana, Baim memperluas kiprahnya ke dunia film hingga akhirnya dipercaya menjadi sutradara sekaligus produser.
Ia menilai perubahan peran tersebut sebagai proses panjang yang menuntut keberanian untuk terus belajar dan mencoba hal baru.
"Dari sinetron, beranjak ke YouTube, beranjak ke film, dari aktor menjadi content creator, dan sekarang jadi director bahkan producer. Itu lompatan-lompatan yang tidak mudah, harus ada dedikasi," tuturnya.
Baim menyadari proses belajar yang dijalaninya selama ini tidak selalu terlihat oleh publik. Meski begitu, setiap langkah yang ia ambil menyimpan tantangan dan kerja keras tersendiri. Karena itu, ketika karyanya mendapat pengakuan lewat nominasi, ia merasa perjalanan panjang tersebut seolah mendapat penghargaan tersendiri.
Rasa bangga itu, menurut Baim, sudah muncul sejak awal proses produksi. Ia menganggap kepercayaan dari para pemain untuk mengarahkan karakter mereka sebagai pencapaian yang sangat berarti.
"Ketika pemain mengiyakan karakternya untuk disutradarai sama saya aja saya udah bangga. Kepercayaan mereka itu melebihi segalanya, apalagi sampai jadi nominasi," katanya.
Baim tidak hanya ingin menghibur penonton lewat Semua Akan Baik-Baik Saja. Sebagai penulis cerita, ia menyelipkan pesan personal tentang arti penting keluarga dan berharap film ini mengingatkan penonton agar menjaga hubungan keluarga tetap utuh.
Tema tersebut memiliki kedekatan emosional bagi Baim. Ia mengaku sudah tidak memiliki orang tua, sehingga muncul keinginan kuat untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya keutuhan keluarga.
"Saya sebagai penulis cerita pengen kasih tahu ke orang mengenai keluarga. Karena saya sudah tidak punya orang tua, saya tidak mau ada perpecahan dalam keluarga," ungkap Baim.
Selain persoalan keluarga, Baim berharap film ini memberi perspektif baru bagi penonton. Ia ingin cerita yang ia sampaikan terus membekas setelah film usai ditonton, dan mendorong masyarakat melihat sebuah persoalan dari sudut pandang berbeda.
Baim turut memberi perhatian khusus pada keterlibatan para pemain pendatang baru selama proses produksi. Ia menilai kehadiran wajah-wajah baru memberi warna tersendiri bagi film ini. Mereka bukan sekadar pelengkap, melainkan mendapat kesempatan mengembangkan karakter dan menunjukkan kemampuan di depan kamera.
Ageng Caritos, Ade Rai, dan Alim menjadi beberapa nama yang menurut Baim menyimpan potensi besar, meski sebagian dari mereka belum memiliki pengalaman panjang di dunia seni peran.
Khusus untuk Alim, Baim memberikan apresiasi tersendiri. Ia menilai keterbatasan yang dimiliki Alim justru bisa menjadi kekuatan ketika diterjemahkan ke dalam karakter.
Menurut Baim, kehadiran para pemain dengan latar belakang berbeda ini memperkaya film. Setiap orang membawa pengalaman dan karakter masing-masing, sehingga proses menyatukan seluruh pemain menjadi tantangan sekaligus pengalaman berharga baginya.
Baim juga bersyukur atas respons masyarakat terhadap Semua Akan Baik-Baik Saja. Ia menyadari setiap karya berpeluang mendapat respons beragam. Ada penonton yang menyukai film ini, sementara sebagian lain mungkin memberikan kritik atau masukan.
Bagi Baim, seluruh tanggapan tersebut tetap penting untuk didengarkan. Ia tidak ingin hanya menerima pujian, tetapi juga menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi untuk menghasilkan karya yang lebih baik pada masa mendatang.
"Alhamdulillah banyak juga yang suka. Ada juga yang bilang baiknya seperti apa, kita dengerin semuanya," ujarnya.
Baim berharap apresiasi yang diterima Semua Akan Baik-Baik Saja dapat memotivasi dirinya dan seluruh pekerja film untuk terus menghasilkan karya berkualitas. Ia juga menaruh harapan besar terhadap perkembangan perfilman nasional agar terus tumbuh, mendapat apresiasi lebih luas, dan menghadirkan karya yang semakin beragam.
"Pesannya cuma satu, saya ingin film Indonesia naik terus, dan saya akan bikin film yang insyaAllah bagus terus," pungkas Baim.