Foto : Ig@maudyayunda

"Di mana kayak ngerasa, "ya ampun, ini bolak-balik banget" gimana aku memproses ini, karena buat aku pribadi berat banget sih dan ada kecenderungan ngerasa nggak berdaya. Terus ada masa-masa di mana jadi kayak mewek, nangis, marah. Emang sulit sih ketika kita mendengar kabar buruk terus-terusan, lagi dan lagi jadi, pertama-tama yang aku pengen bahas adalah merasa kewelahan itu sangat, sangat, sangat normal dan sudah diduga," jelasnya.

Melalui pembahasan tersebut, Maudy tampaknya ingin mengajak audiens memahami pentingnya menjaga kondisi diri di tengah derasnya informasi negatif.

Baginya, kepedulian terhadap berbagai persoalan yang terjadi tidak harus selalu dilakukan dengan mengorbankan kesehatan mental. Seseorang tetap dapat peduli terhadap keadaan di sekitarnya sekaligus memberikan jeda bagi diri sendiri dari paparan informasi yang melelahkan.

Pernyataan Maudy Ayunda Tuai Kritik

Namun, pandangan Maudy tersebut justru memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah netizen mempertanyakan sudut pandang tersebut, terutama karena tidak semua orang memiliki pilihan untuk mengambil jarak dari persoalan yang sedang terjadi.

Kritik semakin ramai karena Maudy merupakan figur publik dengan jumlah pengikut yang besar. Sebagian pengguna media sosial menilai popularitas dan platform yang dimilikinya dapat digunakan untuk ikut menyuarakan berbagai isu yang tengah menjadi perhatian masyarakat.

Salah satu kritik datang dari pengguna X dengan akun @pandaleezasol. Ia bahkan mengaku mulai mempertimbangkan untuk berhenti mengikuti Maudy karena merasa sang artis dinilai tidak lagi menyampaikan pesan positif seperti sebelumnya.

Topik Terkait