“‘Tidak semua yang pergi benar-benar hilang.’ Mungkin itu juga bisa menggambarkan bahwa yang pergi itu bisa jadi tidak selamanya, bisa jadi sementara,” ujar Sigi Wimala.
“Apa yang terjadi di keluarga ini adalah bentuk ekspresi cinta, dengan berbagai layer dan kompleksitas. Gengsi tapi rindu, namun lebih baik tidak bertemu. Semua itu rasanya ada di dalam keluarga dan itu yang tetap menjadikannya sebuah keluarga,” jelasnya.
Sementara itu, Luna Maya, yang bergabung sebagai produser eksekutif mengungkapkan antusiasmenya. Bagi Luna, film Desember Jani menjadi warna baru bagi perfilman Indonesia dan memberikan pengalaman baru untuknya.
“Saya merasa sangat senang bisa menjadi bagian dari produser eksekutif film Desember Jani. Sebuah film dengan warna lain yang hangat dari Palari Films, yang selama ini selalu menjaga kualitas filmnya di bioskop, dan berdaya saing di festival film internasional. Saya juga bangga menjadi bagian dari All Women Project ini,” ungkap Luna Maya.
Seluruh rangkaian perilisan teaser trailer, music video OST Kopi Kaleng, hingga pengenalan Luna Maya sebagai produser eksekutif dilakukan saat media gathering di ForkSteel, sebuah restoran 24 jam yang bergaya industrial yang baru dibuka di Kuningan, Jakarta Selatan.
ForkSteel sendiri berada di bawah ekosistem Fork, sebuah grup F&B yang besar di Bandung, dan kini mengembangkan ekspansinya ke Jakarta. Dukungan ForkSteel untuk film Desember Jani sendiri juga bukan tanpa alasan.