Foto : Ist

IntipSeleb – Band El Popo resmi memperkenalkan lagu terbaru bertajuk ‘Ngantuk’ yang menjadi pembuka dalam EP perdana mereka, ‘Dumbo Fantastico’.

Lewat lagu tersebut, El Popo mengangkat cerita yang cukup dekat dengan kehidupan banyak pekerja di kota besar. Mulai dari pekerjaan yang tak kunjung selesai, tuntutan target, hingga persoalan gaji menjadi keresahan yang dituangkan ke dalam lirik.

Salah satu penggalan lirik ‘Ngantuk’ berbunyi, “Kuingat bosku bilang, kukurang laki jika mengeluh soal kerjaan sehari-hari.”

Lirik tersebut menjadi gambaran bagaimana El Popo mencoba membawa realitas kehidupan pekerja ke dalam musik dengan cara yang sederhana dan apa adanya.

Terinspirasi dari Kehidupan Pekerja

‘Ngantuk’ ditulis oleh vokalis El Popo, Vito Sanders. Sementara itu, proses aransemen lagu dikembangkan bersama gitaris mereka, Dipto.

Vito mengungkapkan bahwa ide lagu tersebut banyak berasal dari cerita orang-orang di sekitarnya. Ia mencoba menangkap berbagai pengalaman yang kerap terjadi di lingkungan kerja, termasuk persoalan target dan pembagian beban pekerjaan.

“Gue cuma coba nangkep cerita teman-teman aja. Misalnya, bos yang kalau kasih target gila-gilaan, tapi giliran diminta naik gaji malah ogah-ogahan. Atau teman kerja yang santai banget pas WFH, sementara kerjaan dan project-nya malah numpuk ke kita,” ujar Vito.

Kesederhanaan menjadi salah satu pendekatan utama Vito ketika menulis lagu tersebut. Ia ingin cerita yang disampaikan dapat langsung dipahami pendengar tanpa membutuhkan banyak penafsiran.

Hampir seluruh lirik ‘Ngantuk’ pun berangkat dari pengalaman pribadi maupun berbagai kejadian yang ditemui Vito di lingkungan sekitarnya.

“Gue sekarang umur 30 tahun. Mau bikin lagu cinta-cintaan udah bingung. Bikin lagu galau juga kayaknya sekarang gue lebih sedih kalau putus kontrak kerja daripada putus cinta,” kata Vito sambil tertawa.

Terinspirasi Ska Punk Era 2000-an

Dari sisi musik, ‘Ngantuk’ membawa pengaruh kuat dari band-band ska punk dan punk yang populer pada awal 2000-an.

Vito mengembangkan aransemen awal lagu dengan mengambil inspirasi dari sejumlah band seperti Jun Fun Gung Foo, Less Than Jake, hingga Reel Big Fish.

Pengaruh musik punk era tersebut memang menjadi salah satu benang merah dalam karya El Popo.

Dipto kemudian ikut mengembangkan aransemen tersebut hingga menjadi bentuk yang lebih utuh. Menurutnya, bermain bersama El Popo seperti membawanya kembali ke masa ketika MTV masih menjadi salah satu referensi utama dalam menikmati musik.

“Untungnya kita semua tumbuh di era yang sama, ketika MTV masih jadi referensi utama. Jadi musik dari Blink-182, Sum 41, sampai band yang punya elemen ska seperti Less Than Jake dan Rancid itu sudah sangat familiar buat kita,” ujar Dipto.

Jadi Pembuka EP ‘Dumbo Fantastico’

‘Ngantuk’ menjadi lagu pembuka dalam EP perdana El Popo yang diberi judul ‘Dumbo Fantastico’. EP tersebut terdiri dari lima lagu.

Dari lima lagu yang terdapat di dalamnya, hanya ‘Don’t Waste Your Time’ yang sebelumnya sudah dirilis sebagai single pada 2025.

Secara keseluruhan, ‘Dumbo Fantastico’ memperlihatkan karakter musik El Popo yang mengambil inspirasi dari berbagai subgenre punk era awal 2000-an.

Hardcore punk, pop punk, punk rock, hingga ska punk diramu menjadi satu dalam lima lagu yang terdapat di EP tersebut.

Bagi bassist El Popo, Iqbal Firdaus, keberagaman subgenre tersebut menjadi bagian dari identitas musik yang ingin mereka bangun.

“Band pop punk sekarang sudah banyak yang keren-keren. Kalau kita ikut jadi band pop punk juga, kayaknya kita kurang ganteng,” ujar Iqbal Firdaus.

“Jadi, sekalian aja kita campur berbagai subgenre punk. Yang penting semuanya tetap terasa seperti musik yang kita dengarkan waktu kecil,” sambungnya.

‘Dumbo Fantastico’ juga menjadi langkah baru bagi El Popo untuk membawa band tersebut ke arah yang lebih serius.

Menariknya, El Popo pada awalnya tidak dibentuk dengan tujuan sebagai proyek musik yang benar-benar serius.

Namun, seiring berjalannya waktu, para personel justru menemukan keseruan dalam bermusik bersama.

“Ternyata band ini seru juga. Jadi harusnya ‘Ngantuk’ dan EP ‘Dumbo Fantastico’ juga bisa dianggap seru sama orang-orang,” ujar Ilham Fajri (Iam), drummer El Popo.

Sementara itu, gitaris Ge Wibowo melihat karya El Popo berpotensi menarik perhatian pendengar yang tumbuh bersama musik era awal 2000-an.

“Kayaknya orang bakal suka, terutama mereka yang tumbuh bareng MTV di era awal 2000-an,” sambung Ge Wibowo.

Lewat ‘Ngantuk’ dan EP ‘Dumbo Fantastico’, El Popo tidak hanya menawarkan nostalgia musik punk awal 2000-an, tetapi juga mengemas cerita kehidupan sehari-hari yang dekat dengan pengalaman para pekerja di kota besar.

Topik Terkait