Foto : IntipSeleb

IntipSeleb – Penggemar film alternatif dan karya-karya sinema dunia kini punya pilihan baru untuk menikmati film berkualitas di layar lebar. Cinépolis Cinemas Indonesia bersama KlikFilm resmi menghadirkan program Cinépolis Sala de Arte x KlikFilm Showcase di Indonesia.

Program tersebut diperkenalkan dalam acara talkshow yang berlangsung di Cinépolis Senayan Park, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemutaran khusus film NAZA karya Yuval Abraham dan Rachel Szor.

Kehadiran Sala de Arte di Indonesia menjadi langkah Cinépolis untuk menyediakan ruang khusus bagi film alternatif, film klasik, film festival, hingga dokumenter.

Konsep Sala de Arte sendiri pertama kali diperkenalkan Cinépolis di Meksiko pada 2012. Program tersebut kemudian berkembang dan kini hadir secara permanen di lebih dari 25 layar Cinépolis di Meksiko, serta sejumlah negara lainnya seperti Chile, Costa Rica, dan Guatemala.

Di Indonesia, Sala de Arte hadir dengan menggandeng KlikFilm sebagai kurator sekaligus partner.

CEO Cinépolis Cinemas Indonesia, Alejandro Aguilera Garibay, mengatakan program tersebut diharapkan dapat membuat film-film pilihan dunia memiliki ruang tayang yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

"Kami percaya penonton Indonesia berhak menikmati sinema dunia dengan standar yang sama baiknya di mana pun mereka berada," ujar Alejandro Aguilera Garibay.

Ia menilai kehadiran Malang World Cinema dan Sala de Arte memiliki tujuan yang saling melengkapi. Jika Malang World Cinema menghadirkan pengalaman festival, Sala de Arte diharapkan menjadi ruang yang terus terbuka bagi film-film pilihan dunia dalam jangka panjang.

Dibuka dengan Marathon Screening

Program Cinépolis Sala de Arte x KlikFilm Showcase akan dibuka melalui Marathon Screening pada 15 Oktober 2026.

Menariknya, penonton dapat menikmati tiga film secara berurutan dalam satu rangkaian pemutaran. Ketiganya adalah Sheep in the Box, Aftersun, dan NAZA.

Harga tiket untuk Marathon Screening tersebut dibanderol Rp60 ribu. Penjualan tiket akan dimulai pada 9 Oktober 2026 melalui situs resmi Cinépolis.

Film pertama, Sheep in the Box, merupakan karya terbaru sutradara Jepang Hirokazu Kore-eda. Sebelumnya, Kore-eda dikenal melalui film Shoplifters yang berhasil meraih Palme d'Or di Festival Film Cannes.

Sheep in the Box mengambil latar masa depan. Ceritanya mengikuti pasangan suami istri yang tengah menghadapi kehilangan putra mereka. Situasi berubah ketika mereka bertemu dengan humanoid yang memiliki wajah dan suara yang sama dengan sang anak.

Film tersebut dibintangi Haruka Ayase, Daigo, dan Rimu Kuwaki serta menjadi salah satu film yang masuk dalam kompetisi utama Festival Film Cannes 2026.

Sementara itu, Aftersun merupakan film karya Charlotte Wells yang dibintangi Paul Mescal dan Frankie Corio.

Film ini membawa penonton mengikuti hubungan seorang ayah dan putrinya ketika mereka menghabiskan waktu bersama dalam sebuah liburan di resor Turki pada era 1990-an.

Film ketiga adalah NAZA, karya Yuval Abraham dan Rachel Szor. Film tersebut sebelumnya mendapatkan Special Jury Prize di Festival Film Venesia 2026 dan mendapat pemutaran khusus dalam rangkaian pengumuman program Sala de Arte di Cinépolis Senayan Park.

Hadir di Enam Kota

Tak hanya Jakarta, Marathon Screening Cinépolis Sala de Arte x KlikFilm Showcase akan digelar secara serentak di enam kota.

Lokasinya meliputi Cinépolis Senayan Park Jakarta, Cinépolis Lippo Plaza Jogja, Cinépolis Depok Town Square, Cinépolis Malang Town Square, Cinépolis Java Supermal Semarang, dan Cinépolis Lippo Plaza Medan.

Setelah Marathon Screening, program Sala de Arte akan memasuki jadwal tayang reguler mulai 16 Oktober 2026 di lokasi-lokasi tersebut.

Dengan konsep ini, penonton tidak harus menunggu festival film tertentu untuk menyaksikan karya-karya alternatif dan film pilihan dari festival internasional.

Informasi terbaru mengenai jadwal pemutaran dan pembelian tiket dapat dipantau melalui media sosial resmi Cinépolis Cinemas @cinepolisid, situs resmi Cinépolis, serta kanal KlikFilm.

Topik Terkait