Foto :

IntipSeleb – Lima tahun setelah rilisan album perdananya, Natania Karin menjajakan album baru berisikan sebelas trek, menceritakan kisah-kisah kenangan yang mati di dalam waktu untuk hidup di dalam kita.

Ia mendendangkan lagu-lagu sayang, marah, jenaka, damba, juga kontemplasi dari sudut pandang seseorang yang mengintip dari masa depan, pengamat rahasia yang telah memahami perpisahan itu sudah/pasti/akan terjadi sebelum tokoh-tokoh dalam lagunya pun curiga.

Sebelas lagu dalam album ini memang berangkat dari kejadian-kejadian personal maupun yang Karin amati dari orang terdekat sekitarnya selama lima tahun ke belakang.

Kompilasinya antara lain adalah seorang pengecut yang menjadi berani melalui cinta, jerih payah hati seorang sahabat, surat terbuka untuk semua ayah, museum yang hanya berisi bayang-bayang kenangan, keluhan perempuan independen yang dimanfaatkan lelaki kebocahan dan siluet-siluet masa lalu yang selalu membayangi setiap langkah kita.

Semuanya ini dibungkus dalam balutan musik pop, folk, dan R&B yang kaya akan petikan gitar, goresan strings dan semilir piano, mengiringi tautan lirik yang melodis dan ekspresif.

Karin juga menggandeng Sal Priadi yang sudah bekerja erat dengannya selama tujuh tahun, sebagai kolaborator penulis lagu dan penyanyi pada trek keenam yang berjudul “Api dan Salju”.

Kalau biasanya Karin dikenal sebagai backing vocal yang ikut menghiasi panggung-panggung Sal, kali ini Sal turut mewarnai lagu Karin dengan menawarkan perspektif sebagai lawan tengkarnya, dimana mereka berdua menjelma pasangan yang tengah berdansa dan bernegosiasi dalam perbedaan mereka.

Untuk produksi sebelas lagu dalam album ini, Karin dibersamai sejumlah produser, baik mereka yang telah familiar dan memiliki rekam jejak panjang, maupun mereka yang tengah merintis.

Di antaranya adalah Lafa Pratomo, Gihon Lohanda, Dissa Kamajaya atau yang kerap dikenal sebagai Jacques, Bayu Rusady, Tjdika dari Littlefingers dan Klio Mathew, Alexander Kosasih dan Feliks Fernando serta Evan Gunardi.

Judul “Siluet Kita Berjalan dan Menjauh” diambil dari potongan lirik lagu pembuka album, yaitu “Siluet”, yang sudah dirilis duluan menjadi single pada bulan November 2025 lalu sebelum disusul oleh “Lelaki Sok Kuat” dan “Bermain SMA” sebagai single kedua dan ketiga sebelum perilisan album.

Lagu “Siluet” sendiri menjadi prolog bagi pesan-pesan yang hendak diutarakan dalam album ini, menawarkan kaca selubung bagi pendengar untuk bisa memandang lagu-lagu lainnya sebagai memori yang terpampang dari masa lalu; meminta didengar, rindu untuk dimaknai dan dibawa serta semua amanah dan kebaikannya, terlucuti dari segala yang pernah menjadikannya sakit atau murka.

“Siluet Kita Berjalan dan Menjauh”, album penuh kedua Natania Karin bisa didengarkan mulai tanggal 9 Oktober 2026 di seluruh media streaming digital. Kita semua punya kenangan. Kita semua punya siluet, yang bersamanya kita terus berjalan dan menjauh.

Tentang Natania Karin

Natania Karin adalah seorang penyanyi dan penulis lagu yang memulai perjalanannya dari lagu ciptaan untuk tugas kuliah bertajuk “Bunga Matahari”, diriliskan secara diam-diam oleh temannya pada tahun 2018 dan menjadi awal dari proses pengkaryaan Karin dalam streaming platforms.

Sejak itu, Karin telah merilis debut albumnya “Sirkus Kecil”, sebuah EP berjudul “Rumah Itu Dibangun, Bukan Dicari”, tujuh buah single, dan mengisi dalam tiga OST film layar lebar.

Salah satu OST-nya berjudul “perayaan mati rasa” untuk film “Ketika Berhenti Di Sini”, sebuah lagu yang ditulis dan dinyanyikan oleh Natania Karin bersama dengan Umay Shahab, dan menjadi lagu pertamanya yang berhasil menembus 100 juta streams.

Selain berkarya sendiri, Natania Karin juga kerap dikenal sebagai backing vocal Sal Priadi, pengajar (bersama Syanindita Prameswari dalam proyek Shkidooshki), vocal director, dan pernah memproduseri dua single Nadin Amizah berjudul “Seperti Tulang” dan “star”.

Kini, Natania Karin kembali hadir dengan karya terbaru, album keduanya yang berjudul “Siluet Kita Berjalan dan Menjauh”.

Topik Terkait