Foto : IntipSeleb

IntipSeleb – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan kisah horor yang diangkat dari cerita nyata. Kali ini, rumah produksi menghadirkan film berjudul Putri, Jangan Gentayangan Lagi yang terinspirasi dari kisah viral di kanal YouTube dan podcast Lentera Malam.

Cerita tersebut sebelumnya berhasil menarik perhatian puluhan juta penonton. Kisah tragis yang berbalut misteri ini kemudian dikembangkan menjadi sebuah film layar lebar dengan menghadirkan sejumlah pemain, di antaranya Kinaryosih dan Kawai Labiba.

Dalam film ini, Kinaryosih dipercaya memerankan karakter Mak Eli, seorang ibu yang harus berjuang menghidupi ketiga anaknya sebagai pengemudi ojek online. Sementara itu, Kawai Labiba berperan sebagai Putri, anak sulung Mak Eli yang mengalami nasib tragis hingga akhirnya menjadi arwah gentayangan.

Produser film, Raam Punjabi, mengungkapkan bahwa keyakinan menjadi modal utama dalam proses penggarapan film tersebut. Ia berharap dukungan dari puluhan juta orang yang sebelumnya mengikuti kisah aslinya dapat menghadirkan antusiasme tersendiri bagi film ini.

"Modal utamanya keyakinan, kita bergerak dari keyakinan. Dengan tim yang meyakinkan. Mudah-mudahan dengan 25 juta yang sudah mengikuti membuat adanya suasana baru. Terima kasih yang sudah mendukung," ungkap Raam Punjabi di Epicentrum, Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2026.

Di sisi lain, Kawai Labiba mengaku mendapatkan pengalaman berbeda selama terlibat dalam film horor tersebut. Pasalnya, memerankan sosok arwah menjadi pengalaman pertamanya di dunia akting.

Ia juga membagikan cerita menarik selama proses syuting. Kawai mengaku harus menggunakan lensa kontak berwarna putih yang membuat penglihatannya sangat terbatas.

"Jujur ini pengalaman yang luar biasa. Ini pertama kalinya aku jadi arwah. Dan fun fact selama syuting aku pakai contact lens putih jadi aku hampir lupa karena gak kelihatan semua. Pas nonton aku baru tahu, oh buat ini," ujar Kawai Labiba.

Sementara itu, Kinaryosih mengaku sempat merasa gugup ketika pertama kali mendapatkan tawaran untuk memerankan Mak Eli. Tantangan terbesar baginya adalah mendalami karakter, terutama dari segi logat dan cara berbicara yang berbeda dengan kesehariannya.

Menurut Kinaryosih, proses reading menjadi salah satu tahapan penting untuk memahami karakter Mak Eli. Ia juga berusaha mendengarkan dan mempelajari pengalaman hidup sosok asli di balik cerita tersebut agar bisa membawakan karakter dengan lebih mendalam.

"Ditawarin jadi Mak Eli deg-degan sekali. Pas reading kita ketemu (Mak Eli), tapi terus terang berat sekali dari logatnya karena aku sehari-hari begini (lembut)," tutur Kinaryosih.

Ia menambahkan bahwa kisah Mak Eli merupakan pengalaman tragis yang membuatnya harus lebih banyak mendengarkan dan memahami perjalanan hidup sang tokoh.

Menariknya, sosok Mak Eli asli juga turut menyampaikan perasaannya setelah menyaksikan penggambaran kisah tersebut dalam film. Ia mengaku senang sekaligus bangga karena mendiang anaknya mendapatkan banyak doa dari orang-orang yang mengikuti kisahnya.

Mak Eli juga merasa bahwa konflik keluarga yang diangkat dalam film masih sangat dekat dengan kenyataan yang dialaminya. Ia bahkan menyampaikan penyesalan mendalam sekaligus ungkapan permintaan maaf kepada sang anak.

"Menurut saya yang saya lihat hari ini enggak ada perbedaan. Konflik keluarga itu sama. Mungkin kalau masih ada almarhum, Mama bangga sama Putri. Mama nyesel banget, kalau masih ada Mama minta maaf banget," ungkap Mak Eli.

Melalui film Putri, Jangan Gentayangan Lagi, penonton tidak hanya diajak menyaksikan kisah horor tentang arwah yang menghantui sebuah kampung, tetapi juga diperlihatkan sisi emosional tentang hubungan ibu dan anak, penyesalan, serta konflik keluarga.

Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.

Topik Terkait