IntipSeleb – Isya Jeeperson sempat membuat heboh publik usai memutuskan pindah agama dari Kristen menjadi mualaf. Tentu saja, ia termasuk salah satu orang yang mendapat cobaan dan jalan berlika-liku untuk mendapatkan restu dari keluarganya.
Parahnya lagi, Isya sempat mendapat hal yang mencekam ketika ingin pindah menjadi mualaf. Lantas, apa itu? Simak selengkapnya di bawah ini.
Tertarik Bahasa Arab
Isya Jeeperson mengaku bahwa pilihannya untuk pindah agama dari Kristen menjadi Islam berawal saat September 2010. Mantan model majalah Yees ini mengaku sejak kecil tertarik sekali dengan bahasa Arab.
Lewat hal itulah, Isya mulai mengenal agama Islam. Ia mengatakan seolah mendapat hidayah ketika belajar tentang bahasa Arab dan yang berhubungan dengan agama Islam.
“Ini bisa dibilang Hidayah. Aku sangat tertarik dengan Bahasa Arab dan semua yang diajarkan dalam agama Islam,” ucap Isya Jeeperson saat itu.
Ibunda Ancam Akan Bunuh Diri
Ketertarikannya dalam mempelajari agama Islam akhirnya semakin besar dan mantap. Namun sayangnya, Isya mendapat tentangan yang cukup keras dari sang ibu.
Pilihannya masuk Islam bahkan membuat Ibu Isya menolak keras. Bahkan, sang ibu mengancam akan bunuh diri jika benar-benar Isya pindah agama menjadi muslim. Momen tersebut diakui Isya sangat mencekam sebab ia takut ibunya akan benar-benar melakukan hal itu.
“Soalnya mama aku bilang kalau aku masuk Islam lebih baik mama mati. Aku takut nantinya mama marah malah jadi stroke,” ucap Isya Jeeperson.
Mantap Masuk Islam
Namun, meski momen tersebut mencekam, Isya tetap mantap memutuskan untuk masuk Islam. Ia mencoba untuk menjelaskan bagaimana indahnya agama Islam dan melawan rasa kekhawatirannya di depan keluarga besar.
Saat melakukan hal tersebut dan terus menjelaskan tentang agama Islam, ibu Isya menangis dan hubungan keduanya sempat merenggang.
“Mama nangis, diam dan masuk kamar. Tidak sedikit juga keluarga yang berontak supaya aku pindah agama lagi. Tapi walaupun menerima caci maki aku tetep kuat karena hatiku sudah yakin dan sudah nyaman memeluk Islam,” ucap Isya.
Dapat Dukungan Seiring Berjalannya Waktu
Usai memilih menjadi mualaf, Isya Jeeperson tetap menjaga silahturahmi kepada keluarganya. Awalnya, keluarga besarnya masih menutup hati dan berontak terhadap putusannya itu.
Namun beruntung, seiring berjalannya waktu, Isya Jeeperson justru mendapat dukungan dari keluarganya. Ia mengaku hal itu bisa terjadi karena kegigihannya dan selalu mempercayakan Allah untuk membantu.
“Aku percaya kalau Allah akan kasih jalan. Aku semakin yakin dan terus belajar banyak tanya dengan sesama muslim dan guru spiritualku. Nyari-nyari pengetahuan Islam itu lebih detail lagi. Alhamdulilah sekarang mereka mendukung sekali karena lihat aku serius,” ucap Isya Jeeperson.
Pesan Sang Ibu
Kini, hubungan Isya Jeeperson dan keluarga besarnya termasuk sang ibu sudah membaik. Isya juga membeberkan pesan sang ibu yang harus taat beribadah dan yakin akan pilihan keyakinannya itu.
“Mama cuma pesen harus serius dan yakin dengan keputusan yang diambil jangan sampai agama jadi permainan. Aku makin yakin menjadi mualaf. Bismillah Allah selalu bersamaku,” tutup Isya Jeeperson. (jra)