Foto : YouTube/Musik Slank

JakartaKampus Depok adalah salah satu lagu Slank yang tergabung dalam album Lagi Sedih. Lagu ini dirilis pertama kali pada tahun 1997 bersama 15 lagu lainnya.

Bimbim dan Kaka Slank punya cerita sendiri tentang lagu ini. Di bawah ini cerita kritis Slank dan lirik lagu Kampus Depok.

Lirik Lagu Kampus Depok - Slank

Foto : IntipSeleb

Banyak orang bicara tentang kebebasan
Banyak orang bicara tentang keyakinan
Dan banyak orang bicara tentang keadilan
Banyak orang bicara tentang perubahan

Semuanya cuma dalam bisikan
Semuanya nggak berbuat apa-apa
Semuanya cuma bisikan
Semuanya nggak berbuat apa-apa

Banyak orang melihat manipulasi teman-teman
Banyak orang melihat cara-cara kekerasan
Dan banyak orang melihat kesewenangan kekuasaan
Banyak orang melihat ke segala kebobrokan

Semuanya cuma tutup mata saja
Semuanya nggak berbuat apa-apa
Semuanya cuma tutup mata saja
Semuanya nggak berbuat apa-apa

Semuanya cuma dalam bisikan
Semuanya nggak berbuat apa-apa
Semuanya cuma tutup mata saja
Semuanya nggak berbuat apa-apa

Cerita Slank

Foto : IntipSeleb/Yudi

Saat bercerita tentang lagu Kampus Depok, Kaka ingat betul bahwa ia dan grup musik Slank beberapa kali diundang untuk berkunjung ke Universitas Indonesia (UI), begitu pula dengan Bimbim. Kata Bimbim, ada beberapa hal di biasanya dibahas Slank di kampus UI.

Kita diundang BEM UI, kita masuk kampus. Itu album Lagi Sedih,” kata Kaka Slank dilansir IntipSeleb dari YouTube Musik Slank pada Rabu, 30 Agustus 2023.

Iya kita diundang, sering ya, beberapa kali diundang ke UI untuk berdiskusi membicarakan demokrasi, masalah hak asasi manusia, masalah keadilan,” sambung Bimbim senada dengan Kaka.

Namun, usai berdiskusi, Bimbim kerap merasa kecewa. Menurutnya, apa yang didiskusikan hanya sebatas wacana belaka, tanpa ada tindakan atau aksi nyata.

Dan pasti di setiap akhir perjumpaan cuma wacana semua gitu, cuma wacana gitu, ‘Kita harus gimana? Harus begini,’ sementara kalau kita berpikir action, harus action, do something gitu, nah ini enggak,” terang Bimbim.

Akhirnya jadilah Kampus Depok, bicarain ketimpangan tapi hanya dibicarakan tapi gak bikin action,” sambung Bimbim. (rth)

Topik Terkait