img_title
Foto : Instagram/@jaychou

IntipSeleb – Jay Chou, nama besar yang kini didengar serta harta yang seolah tak kunjung habis menjadi bukti bahwa kerja keras tak mengkhianati hasil. Pria kelahiran 1979 ini baru saja merayakan 20 tahun perjalanan karirnya di industri hiburan. Dan perjuangannya untuk sampai ada di titik sukses seperti saat ini tidak didapat dengan mudah. 

Musisi, penulis lagu, penyanyi, produser rekaman, produser film, aktor, sutradara, semua pekerjaan yang dijalani sepanjang karirnya ini bisa jadi inspirasi buat kalian yang hampir menyerah mengejar mimpi. Dirangkum dari berbagai sumber, ini tujuh bukti perjuangan Jay Chou untuk bisa sampai di titik sukses. 

Sudah berbakat di musik sejak kecil

Sumber: Today Online

Tumbuh besar di Tamkang, Taiwan, Jay belajar musik pertama kali saat masih berusia 4 tahun. Ibunya, Yeh Hui Mei yang seorang guru musik menyadari sensitifitas Jay dan membawanya untuk les piano. Di kelas tiga, dia mulai tertarik dengan teori musik dan mulai belajar cello. 

Jay membuat guru les pianonya terpesona dengan bakat yang dimiliki, Jay hanya perlu mendengar tanpa melihat chord lagu, dan bisa memainkan lagu tersebut dengan benar. 

Pernah di bully

Sumber: JayneStars

Siapa sangka Jay remaja berubah menjadi introvert dan tertutup sejak sering di bully karena perceraian kedua orang tuanya. Jay tak memiliki teman dan memilih menyendiri, mendengar musik, merenung dan bermimpi. 

Bahkan Jay membuat puisi tentang orangtuanya, dan kesedihan ketika melihat orangtuanya bertengkar. 

"Di masa kecilku, ibu memberi begitu banyak cinta, tapi ayah hanya memberi pertengkaran. Jika aku memiliki sepasang sayap, aku akan terbang diam-diam dengan ibu."

Kedua orangtuanya sering bertengkar karena perbedaan pendapat tentang cara pengasuhan Jay. Ibu Jay Chou sangat mendukung bakat yang dimilikinya, sementara ayahnya tidak senang dengan hal itu. 

Bukan siswa yang pintar

Sumber: Jay Chou Dianoses

Berlawanan dengan kepandaiannya di bidang musik, soal akademis bisa dibilang Jay gagal total. Dia gagal dua kali masuk universitas, bahkan saat mau masuk SMP, Jay hampir tak bisa karena nilainya sangat rendah. Beruntung ada program musik di Tamkang Secondary School diamana dia mendaftar dan dan mendapat tempat karena bakatnya di piano dan cello.  Tapi karena memiliki IQ rendah, bahkan gurunya menganggap Jay memiliki penyakit mental. 

Pernah jadi pencuci piring di restoran

Sumber:Jpop Asia

Jay pernah bekerja di restoran sebagai tukang cuci piring, tapi karena penyakit radang rematik yang di deritanya, Jay lebih sering memecahkan piring yang membuat gajinya dikurangi untuk membayar piring-piring yang pecah. 

Restoran tempatnya bekerja memiliki piano dimana biasanya digunakan untuk menghibur tamu, suatu hari setelah toko tutup, Jay memainkan beberapa karya terkenal dengan piano tersebut, berpikir bahwa biasanya tak ada seorangpun yang ada di restoran, tapi ternyata bosnya ada di sana. 

Terkesan akan permainan piano Jay, bosnya menyadari bahwa tak seharusnya Jay menjadi pencuci piring, dan menjadikannya pemain piano di restorannya. Bos restoran itu sadar bahwa tak banyak orang di dunia yang bisa memainkan piano seindah Jay, sehingga diam-diam dia mengundang reporter ke restorannya untuk melihat permainan piano Jay. 

Jacky kunci awal kesuksesan Jay

Sumber: Asian Popnews

Jacky, seorang presenter televisi ternama dan juga pemilik Taiwan Alpha Records. Meski awalnya tak memiliki kesan baik atas Jay, merasa lagu yang diciptakan Jay itu aneh, tapi kemudian berubah pikiran setelah melihat kegigihan Jay yang terus menerus menyodorkan lembaran musik meski pernah dibuang tanpa dilihat. Hal ini sempat membuat Jay sedih dan menangis semalaman karena merasa tak diinginkan kehadirannya. Tapi dia mulai meminta dirinya untuk tetap memperjuangkan impiannya, mengingat perjuangan ibunya yang telah mendukungnya sejauh ini. 

Lagu pertama ditolak Andy Lau

Sumber:Hype

Jacky membawa lagu Jay, "Tears Know" kepada Andy Lau tapi akhirnya ditolak. Kemudian hal serupa juga dialami lagi saat lagu ditawarkan pada A-Mei, seorang bintang pop. Akhirnya, Jacky justru memberi pilihan terakhir, yaitu membiarkan Jay menyanyikan lagunya sendiri.

"Jay, aku akan memberimu 10 hari, jika kamu bisa menulis 50 lagu, aku akan pilih 10 yang terbaik, lalu aku akan bantu kamu merilis album."

Tahu ini adalah kesempatan terakhirnya, Jay menyelesaikan 50 lagu hanya dalam waktu 10 hari dan memilih mati karena lelah daripada menyerah. Dia melewati malam tanpa tidur, demi menyelesaikan 50 lagu yang diminta. 

Album pertama rilis

Sumber:Supchina

Jacky memilih 10 lagu dan merilis album pertama Jay tahun 2001 dengan judul Jay. Awalnya perusahaannya tidak memiliki harapan tinggi atas album Jay dan hanya berharap setidaknya cukup untuk menutup biaya produksi album. Tapi ternyata album sukses di Taiwan, memenangkan berbagai penghargaan. 

Kesuksesan Jay tentu tak pernah diduga oleh perusahaan dan industri musik dibuat terguncang oleh pesona dan bakat Jay. Album keduanya 'Fantasy' yang dirilis tak lama setelah album pertama bahkan sukses di Hong Kong, Taiwan, Asia Tenggara dan China. 

Setelah sukses, Jay memberikan kekayaannya pada ibunya untuk diatur, bahkan meski memiliki rumah mewah, setiap minggu Jay masih pulang ke rumah untuk menghabiskan waktu dengan ibu dan neneknya. 

Topik Terkait