X

IntipSeleb – Kematian Tangmo Nida masih menyisakan tanda tanya besar. Kematian Tangmo Nida hingga kini belum menemukan titik terang dan bertebarnya keganjilan sehingga dipertanyakan oleh penggemar hingga masyarakat internasional.

Teranyar, tim ahli forensik dengan dewan pengawas dr Pornthip Rojanasunan membongkar hasil autopsi terbaru dari jenazah Tangmo Nida. Namun, dua tersangka kasus kematian Tangmo justru tiba-tiba viral karena berubah menjadi biksu. Berikut artikelnya.

Hasil Autopsi Terbaru dari Jenazah Tangmo Nida

img_title
Foto : instagram/melonp.official

Dr Pornthip Rojanasunan telah membeberkan hasil autopsi terbaru dari mayat Tangmo Nida pada 19 Maret 2022 lalu. Tim ahli forensik tidak menemukan bekas urine di pembalut yang dikenakan oleh Tangmo Nida.

Mengutip Sanook, pembalut yang dipakai oleh Tangmo Nida telah diuji secara mendalam oleh tim ahli forensik. Namun, pembalut tersebut tidak memiliki unsur dari urine. Menyesuaikan dengan durasi Tangmo Nida tenggelam, Dr Pornthip memaparkan jumlah urine dalam pembalut sebelum sang akrtis tenggelam sangat kecil.

Apalagi, jumlah senyawa urine tersebut terkontaminasi dengan air ketika Tangmo Nida tenggelam ke sungai. Saat Tangmo tenggelam, dr Pornthip menyatakan semua fistulanya terbuka sehingga tubuhnya mengeluarkan cairan. Oleh karena itu, pembalut yang dikenakannya memiliki unsur lain.

Padahal, keterangan Gatick dan saksi lainnya menyatakan Tangmo Nida tenggelam karena ingin buang air kecil di belakang speedboat.

Tersangka Kematian Tangmo Nida Berubah jadi Biksu

img_title
Foto : Twitter/ThaiPressCo

Di tengah kabar jenazah Tangmo Nida tengah diautopsi ulang, justru kabar dari dua tersangka kasus kematiannya yakni Por dan Robert sangat mengejutkan. Por dan Robert justru dikabarkan menjalani sebuah ritual agar bisa menjadi biksu.

Mengutip Thairath, Por dan Robert sudah ditahbiskan menjadi brahmana. Dari foto-foto yang beredar, Por dan Robert tampak menggundulkan kepalanya menjadi botak dan mengenakan pakaian serba putih.

Por dan Robert juga terlihat sangat khusyuk saat menjalani ritual. Keduanya diketahui menjalani upacara di Wihara Chayanto Bodhidhamrangsri di Provinsi Ratchaburi.

Nantinya, Por dan Robert akan menjalani pelatihan menjadi biksu selama 15 hari. Saat pelatihan, kedua tersangka kematian Tangmo Nida tersebut dilarang untuk berhubungan seks, makan satu kali dengan beberapa pantangan, hingga dibimbing untuk meditasi. Keduanya juga tidak boleh untuk menggunakan gawai.

Dalam sebuah kesempatan, Por dan Robert juga mengaku mendoakan Tangmo Nida dan membuat pahala.

“Meski Mo (Tangmo Nida) bukan orang Buddha tapi aku percaya pahala kebaikan akan diterima oleh teman-teman kita juga. Aku meminta semua orang untuk bergabung dalam melakukan kebaikan. Semoga doa ini tersampaikan kepada Mo," kata Por, salah satu tersangka kematian Tangmo Nida. (jra)

Berita Terkait :

Saksikan Juga