Selain itu, dukungan perangkat untuk keamanan konten juga merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan untuk memajukan ekosistem layanan streaming Indonesia lebih jauh berkembang lagi.
“Pembajakan, dan bukan hanya karena alasan yang umum diketahui. Selain hilangnya pendapatan bagi pemegang hak, ekosistem pembajakan di Indonesia sarat dengan malware dan infostealer,” ujar Tommy.
“Konten premium, terutama film yang baru tayang membutuhkan DRM berbasis perangkat keras dan HDCP. Dukungan untuk proteksi tersebut masih di bawah 90 persen pada televisi pintar (connected TV) dan di bawah 65 persen pada perangkat seluler di Indonesia,” lanjutnya.
“Hal ini membatasi kualitas konten yang dapat disajikan kepada konsumen Indonesia. Yang membuka akses ke tingkatan layanan premium adalah perbaikan komposisi perangkat, bukan sekadar bandwidth,” ulas Tommy.