img_title
Foto : Dok pri

IntipSeleb – Perjalanan 25 tahun Jefri Syaiful membesarkan Inter Model Management Jakarta bermuara pada satu ajang besar bernama Asian Ethnic Got Talent. Kompetisi ini menjadi puncak perayaan sekaligus buah dari pengalaman panjang Jefri di industri model dan hiburan tanah air. Ajang ini mempertemukan peserta dari berbagai negara Asia Tenggara dalam tiga kategori kompetisi, yaitu model, singing, dan dancing.

Selama seperempat abad berkarya, Jefri Syaiful membangun Inter Model Management Jakarta menjadi rumah bagi banyak talenta muda. Milestone 25 tahun itu ia rayakan bukan dengan acara seremonial biasa, melainkan dengan menghadirkan kompetisi lintas negara yang melibatkan Indonesia, Malaysia, Singapura, Timor Leste, Filipina, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Dewan juri yang menilai penampilan para peserta terdiri atas Ratna Listy, Ratu Bidadadari, Stephen Alexander, Abi Sacron, dan Yana Dancer. Juri lain yang turut bergabung adalah Zanura asal Malaysia, Dyah Gayatri asal Singapura, serta Gevara asal Timor Leste. Susunan juri lintas negara ini mencerminkan jaringan yang dibangun Jefri sepanjang perjalanan kariernya.

Panitia mencatat jumlah peserta dari Indonesia mencapai 75 orang. Malaysia mengirim 10 peserta, Timor Leste delapan peserta, Filipina enam peserta, dan Singapura satu peserta.

Jefri Syaiful menjelaskan bahwa penyelenggaraan Asian Ethnic Got Talent membawa misi lebih dari sekadar mencari bakat baru. Ajang ini menjadi cara Jefri menutup 25 tahun perjalanannya dengan kontribusi nyata, yaitu memperkenalkan identitas budaya setiap negara melalui busana dan kesenian tradisional.

"Untuk memperkenalkan dan mengangkat budaya tiap negara (ETHNIC), seperti batik, tenun, dan songket," ujar Jefri Syaiful.

Peserta menampilkan kekayaan budaya masing masing negara melalui tarian tradisional, lagu, serta kain khas seperti batik, tenun, dan songket, di samping bersaing pada kategori model, menyanyi, dan tari. Sentuhan budaya inilah yang menjadi ciri khas Jefri sejak awal membangun Inter Model Management Jakarta.

"Selain mengangkat budaya kain ETHNIC tiap negara, juga mengangkat culture budaya seperti, tarian dan nyanyian," katanya.

Jefri menilai ajang ini menjadi ruang promosi budaya yang efektif. Masyarakat dapat mengenal lebih dekat tradisi dan kekayaan budaya dari negara negara peserta.

"Bagus sekali wadah ini untuk promo tiap negara, karena kita bisa lebih mengenal secara dekat kain dan budaya tiap negara yang ditampilkan peserta di acara ini," ungkapnya.

Sama seperti awal karier Jefri di industri hiburan, para pemenang Asian Ethnic Got Talent turut mendapat pintu masuk ke jenjang profesional. Gelar juara membuka peluang pengembangan karier di industri hiburan bagi para pemenang. Untuk kategori vokal, Inter Model Management Jakarta menyiapkan hadiah berupa rekaman lagu bagi peserta dari Malaysia dan Indonesia. Kategori model mendapatkan kesempatan tampil sebagai foto sampul dan halaman fashion.

Para finalis dan pemenang kategori model maupun vokal akan tampil dalam podcast Ratas TV. Sekitar 25 peserta juga akan mengikuti proses casting sinetron di rumah produksi MKF setelah kompetisi berakhir.

Jefri berharap penyelenggaraan Asian Ethnic Got Talent berikutnya dapat melibatkan lebih banyak negara. Ia ingin membuka kesempatan yang lebih luas bagi talenta muda Asia Tenggara sebagai kelanjutan dari 25 tahun perjalanannya di Inter Model Management Jakarta.

"Harapannya semoga di tahun depan bisa lebih banyak lagi peserta dari negara tetangga yg bisa terlibat ikut," tuturnya.

Jefri memastikan Asian Ethnic Got Talent akan kembali digelar pada 2027 dengan cakupan peserta internasional yang lebih luas.

"InsyaAllah akan d selenggarakan kembali Asian ETHNIC Got Talent di tahun 2027 dan berharap bisa diikuti lebih banyak lagi dari negara tetangga," pungkas Jefri Syaiful.

Topik Terkait