img_title
Foto : Dok pri

IntipSeleb – Dunia modeling remaja Indonesia punya banyak wajah baru yang menjanjikan, dan salah satunya adalah Arsyilla Friska Aisha Farhana. Gadis berusia 16 tahun asal Bandung ini merupakan siswi SMM Martadinata Bandung yang sudah mengantongi belasan prestasi di bidang modeling dan fashion show, mulai dari tingkat lokal hingga internasional.

Dengan tinggi 164 cm dan berat 50 kg, Friska, sapaan akrabnya, telah membangun rekam jejak yang cukup panjang di dunia modeling. Beberapa pencapaiannya antara lain gelar Juara Runway AEGT, Best Costume pada ajang Wajah Pesona Indonesia 2019 Internasional Wonderful of Asia, The Best Model Busana Imlek 2018 Production Bandung, hingga berbagai gelar juara di ajang Star Show Best Model, Putra Putri Garut Plaza 13, dan Sumedang Fiesta.

Salah satu tantangan terbesar bagi model remaja adalah membagi waktu antara pendidikan dan aktivitas modeling. Friska mengaku hal ini menjadi lebih mudah berkat sistem sekolah yang ia jalani.

"SMM Martadinata adalah home schooling jadi sangat mudah membagi waktunya karena banyak waktu luang untuk kegiatan modeling," ujarnya.

Ia mengambil jadwal sekolah pada hari Senin, Kamis, dan Jumat, sementara sekolah modeling dijalani pada akhir pekan. Dengan pengaturan ini, ia memiliki ruang yang cukup untuk mengembangkan bakatnya di bidang modeling sekaligus musik.

Selain modeling, kesibukan Friska saat ini terbilang padat. Ia sedang menempuh pendidikan piano di Forte Yamaha Bandung dan tengah mempersiapkan diri untuk lomba piano klasik yang akan digelar di Bandung pada Agustus mendatang. Di luar itu, ia juga mengikuti les bahasa Inggris dan Jepang, serta rutin menjalani sesi pemotretan.

Ketertarikan Friska pada dunia modeling dan fashion show sudah tumbuh sejak ia masih sangat kecil. Semua bermula dari sebuah pertunjukan fashion show yang ia saksikan di sebuah mal saat usianya baru 6 tahun.

Sejak momen itu, ia bergabung dengan Ei Models Sumedang selama beberapa tahun. Memasuki usia 9 tahun, Friska mulai aktif mengikuti kegiatan modeling dan fashion show di Jakarta, termasuk berbagai kompetisi berskala nasional maupun internasional di bawah bimbingan Om Anto Child. Kini, ia melanjutkan pendidikan modelingnya di Revi Model Academy (RMA) Bandung di bawah arahan Bunda Revi.

Ketika ditanya apa yang pertama kali membuatnya jatuh cinta pada dunia ini, Friska menjawab dengan jujur.

"Senang memakai baju bagus dengan berbagai aksen dan kreasi juga senang tampil di panggung, setelah itu baru merasakan aura yang melekat dengan jiwa dan kepribadian menjadi seorang model," katanya.

Perasaan itu, lanjutnya, berkembang menjadi keinginan yang lebih besar, yaitu menjadi model profesional yang bisa memberikan manfaat tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan orang banyak.

Setiap perjalanan karier tentu tidak lepas dari dukungan orang-orang terdekat. Bagi Friska, sosok yang paling berperan besar dalam kariernya adalah sang ibu.

"Yang paling mendukung karier Friska adalah mama, beliau yang mencari tempat belajar modeling, menyiapkan baju, dan semua hal baik untuk lomba, fashion show, pemotretan, dan kegiatan modeling lainnya," ungkapnya.

Friska masih mengingat jelas pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi saat berusia 6 tahun, yaitu lomba busana muslim. Rasa gugup dan kurang percaya diri sempat menghampirinya karena melihat peserta lain yang tampak lebih berpengalaman.

"Lomba pertama yang diikuti lomba busana muslim, saat itu usia 6 tahun adalah pengalaman yang luar biasa karena pertama kali dapat piala, walaupun juara 3 tapi bangga untuk pertama kalinya ikut lomba dan dilirik juri langsung masuk nominasi," kenangnya.

Dari sekian banyak prestasi yang telah diraih, ada satu momen yang paling membekas di ingatan Friska, yaitu ketika ia mengikuti ajang Got Talent ASEAN yang diselenggarakan oleh Intermodel di bawah bimbingan Om Jefri.

"Om Jefri sendiri yang mendesain bajunya, acaranya pun luar biasa spektakuler karena diikuti beberapa negara ASEAN dan dihadiri banyak artis," tuturnya.

Ia juga mengapresiasi fasilitas yang disediakan panitia, mulai dari hotel, transportasi, penata rias, konsumsi, hingga tempat acara yang megah. Namun yang paling ia ingat hingga kini adalah perasaan luar biasa saat namanya dipanggil sebagai juara runway.

Sebagai model muda yang telah berkecimpung cukup lama di industrinya, Friska memiliki pandangan tersendiri soal persiapan dan kunci keberhasilan dalam berkompetisi.

Sebelum mengikuti sebuah kompetisi, ia selalu memastikan kesiapan fisik dan mental, di samping latihan rutin serta fokus mengikuti arahan dari para pembimbingnya.

"Kunci untuk bisa meraih prestasi di dunia modeling adalah disiplin, baik disiplin waktu maupun latihan, kemudian attitude, ini yang paling penting karena tanpa sikap, bahasa, dan kebiasaan yang baik maka akan menghancurkan semuanya," pungkasnya.

Topik Terkait