img_title
Foto : IG @abelina_md

IntipSeleb – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia meninggalkan lebih dari sekadar hutan yang hangus. Menurut dr. Incognito, dampaknya tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga menimbulkan krisis kesehatan jangka panjang.

Pernyataan itu muncul ketika ia menanggapi keresahan publik soal banyaknya satwa punah dan ekosistem yang hancur. Bagi dr. Incognito, persoalan kesehatan akibat karhutla jauh melampaui Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“ISPA berulang bisa lama-lama jadi bronkitis dan pneumonia,” ujarnya.

Ia juga menyoroti banyaknya karbon monoksida (CO) yang dilepaskan kebakaran. CO, kata dr. Incognito, adalah gas yang sama yang menyebabkan kematian saat seseorang tertidur di dalam mobil. Paparan jangka panjang dinilai akan memicu peningkatan penyakit paru dan komplikasinya pada orang dewasa. Kondisi itu berpotensi membuat masyarakat tidak produktif, sakit-sakitan, hingga berujung kematian, terlebih dengan keterbatasan sistem kesehatan.

Soal strategi mitigasi, dr. Incognito menyebut upaya kesehatan masyarakat yang bisa dilakukan memang masih terbatas, tetapi penting dijalankan dengan disiplin. Langkahnya meliputi penggunaan masker dan kacamata saat beraktivitas di luar ruangan, sebisa mungkin tinggal di dalam ruangan (stay indoor), rutin membersihkan debu terutama di rumah dengan anak-anak, serta memakai air purifier jika memungkinkan.

Ia juga mengimbau masyarakat berhenti merokok dan vape, mengonsumsi makanan tinggi antioksidan seperti sayur dan buah, mengurangi junk food, dan berolahraga di dalam ruangan.

Dalam konteks multi-hazard, dr. Incognito menilai karhutla menciptakan lingkaran bahaya baru. Lahan gundul pasca-kebakaran, baik akibat alih fungsi menjadi perkebunan monokultur maupun permukiman, meningkatkan risiko bencana susulan.

“Tinggal menunggu waktunya, kalau mau preview kan sudah banyak banjir bandang, longsor akibat hutan yang hilang entah itu diganti perkebunan monokultur atau diganti dengan pemukiman,” jelasnya.

Untuk penanganan ke depan, dr. Incognito berharap pemerintah membuka diri terhadap bantuan dari luar negeri dan fokus pada program reboisasi. Ia juga berharap karhutla ditetapkan sebagai bencana nasional dengan alokasi fokus menggunakan APBN.

Ia turut menyoroti wacana internasional soal pembatasan impor crude palm oil (CPO) oleh Eropa, yang menurutnya perlu menjadi perhatian bersama demi masa depan lingkungan.

Topik Terkait