img_title
Foto : 99.co

IntipSelebKisah Nabi Ilyasa AS mengandung banyak hikmah dan pelajaran yang inspiratif layaknya kisah para nabi dan rasul lainnya. Nabi Ilyasa AS juga merupakan salah satu dari 25 nabi dan rasul yang wajib diimani oleh umat Islam.

Kisah Nabi Ilyasa AS seringkali dikaitkan dengan Nabi Ilyas AS. Hal ini mungkin membuat banyak umat Muslim bingung mengenai kisah keduanya dan apa kaitan antara kedua nabi pilihan Allah SWT itu. Ditambah lagi, nama kedua nabi tersebut memiliki kemiripan.

Sama seperti utusan Allah SWT lainnya, Nabi Ilyasa AS dipilih untuk menyebarkan ajaran tauhid dan menunjukkan kepada umat manusia jalan yang lurus. Perjuangan dakwahnya pun sangat inspiratif dan banyak pelajaran yang dapat diambil darinya.

Sebagai umat Islam yang baik, tentu pentinng untuk mengetahui kisah Nabi Ilyasa AS. Oleh karena itu, yuk simak dan pelajari kisahnya berikut ini!

Kisah Nabi Ilyasa AS yang Penuh Hikmah

1. Hubungan Nabi Ilyasa AS dengan Nabi Ilyas AS

Freepik/wirestock
Foto : Freepik/wirestock

Tak hanya memiliki kesamaan nama, Nabi Ilyasa AS dan Nabi Ilyas AS juga ternyata memang memiliki keterkaitan satu sama lain. Latar belakang Nabi Ilyasa sendiri adalah seorang anak kandung dari Asbath yang kemudian dijadikan anak angkat oleh Nabi Lyas.

Sebelum itu, keduanya pernah bertemu karena dikisahkan bahwa Nabi Ilyasa AS pernah menyelamatkan Nabi Ilyas AS dari bahaya. Saat itu Nabi Ilyas dikejar oleh kaumnya yang durhaka kepada ajaran Allah dan menentang keberadaan sang nabi.

Karena pembangkangan kaum tersebut, mereka pun diberikan azab berupa kemarau panjang yang kemudian menyebabkan kekeringan. Tak terima dengan azab yang diberikan, kaum tersebut pun memutuskan untuk mengejar Nabi Ilyas AS.

Nabi Ilyas AS pun akhirnya melarikan diri dari kejaran kaumnya yang sedang dilanda amarah itu. Dalam pelariannya Nabi Ilyas AS dibantu dan dipersilahkan bersembunyi di rumah Nabi Ilyasa AS. Momen ini menjadi pertemuan pertama mereka berdua.

Saat pertemuan pertama itu, Nabi Ilyasa AS masih kecil dengan usia yang sangat belia. Selain itu, ada suatu penyakit keras yang dialami Nabi Ilyasa AS yang masih kecil itu.

Merasa berhutang budi karena sudah ditolong oleh Nabi Ilyasa AS, Nabi Ilyas AS pun memohon kepada Allah agar meringankan kondisi dan menyembuhkan penyakit yang dialami oleh Nabi Ilyasa AS saat itu.

Setelahnya, keduanya pun semakin dekat seperti saudara dan Nabi Ilyas AS juga kerap mengajak dan mengajari Nabi Ilyasa AS mengenai dakwah yang dijalankannya.

2. Kisah Nabi Ilyasa AS Menjadi Penerus Nabi Ilyas AS

Youtube/YTCrush Islam
Foto : Youtube/YTCrush Islam

Nabi Ilyas AS diutus oleh Allah SWT untuk mendakwahi Bani Israil. Pasca wafatnya Nabi Ilyas AS, estafet dakwah pun berlanjut ke tangan Nabi Ilyasa AS.

Bani Israil yang sudah mulai berada di jalan yang lurus dan melaksanakan perintah Allah, mulai mengendur imannya usai wafatnya Nabi Ilyas AS.

Bani Israil saat itu tinggal di daerah yang dikaruniai sumber daya alam yang melimpah. Karena kelimpahan sumber daya alam itu, ditambah dengan wafatnya Nabi Ilyas AS, kaum ini pun perlahan mulai kembali menyembah berhala seperti dahulu.

Oleh karena itulah Nabi Ilyas AS meneruskan perjuangan dakwah untuk kembali menyadarkan Bani Israil. Meski menghadapi rintangan dan hambatan di sepanjang perjalanan dakwahnya, Nabi Ilyas AS pantang menyerah dan terus menyerukan kebenaran kepada kaumnya.

Ia juga selalu mengingatkan akan datangnya hari akhir nanti, keberadaan surga dan neraka di akhirat, serta kehidupan kekal yang akan dialami manusia saat di akhirat.

Namun, dakwahnya tersebut justru tidak dihiraukan oleh Bani Israil. Akhirnya Nabi Ilyasa AS memohon petunjuk dan pertolongan kepada Allah SWT untuk menghadapi pembangkangan Bani Israil.

Allah SWT pun menjawab doa Nabi Ilyasa AS dengan menurunkan azab kepada Bani Israil yang kembali dilanda kekeringan. Namun ternyata mereka tetap tak mau menyadari kesalahan dan bersikap angkuh.

Azab berupa bencana kekeringan itupun akhirnya semakin parah dan tidak kunjung berakhir, sehingga menyebabkan banyak di antara kaum yang durhaka tersebut kelaparan dan kehausan.

Tak kuat menahan azab pedih yang ditimpakan, akhirnya satu per satu kaum yang membangkang itu pun mati karena kekeringan. Begitu juga negeri mereka yang indah menjadi hancur dan tak dapat dibangun kembali.

Akhirnya Nabi Ilyasa AS dan para pengikutnya yang setia pun memutuskan pergi dari negeri yang telah hancur tersebut dan menetap di daerah lain.

3. Kisah Nabi Ilyasa AS Memakmurkan Negerinya

Setelah berpindah dari negeri yang telah hancur karena azab tersebut, Nabi Ilyasa AS dan seluruh pengikutnya memulai kehidupan baru dan membangun negeri yang baru di tempat lain.

Nabi Ilyasa AS pun menjadi pemimpin atas negeri baru itu. Ia menjadi seorang pemimpin yang terkenal akan kebijaksanaan dan keadilannya. Berkat kemampuan memimpinnya itu, negeri tersebut pun tumbuh menjadi makmur dan sejahtera. Masyarakat di negeri itu pun hidup dengan damai dan teratur.

Sayangnya, Nabi Ilyasa AS tidak memiliki keturunan untuk meneruskan kepemimpinannya itu. Dalam berbagai riwayat, disebutkan bahwa Nabi Ilyasa AS akhirnya mewariskan tampuk kepemimpinannya kepada orang lain.

Dalam memilih penerusnya, Nabi Ilyasa AS memiliki beberapa syarat tertentu. Ia menginginkan seseorang yang mampu menjalankan syariat, mampu berpuasa di siang hari, melakukan ibadah di malam hari, serta tidak pernah marah. Akhirnya pilihan Nabi Ilyasa AS pun jatuh kepada Nabi Dzulkifli.

Teladan dan Hikmah dari Kisah Nabi Ilyasa AS

Freepik/kjpargeter
Foto : Freepik/kjpargeter

Dalam setiap kisah nabi dan rasul selalu ada hikmah yang bisa diambil dan teladan yang bisa dipelajari, termasuk dalam kisah Nabi Ilyasa AS kali ini. Lantas, apa saja hikmah dan teladan tersebut?

1. Perlunya Menjadi Pemimpin Bijaksana

Nabi Ilyasa AS diketahui sebagai sosok pemimpin bijaksana dan adil yang mampu memakmurkan negerinya. Dengan kebijaksanaan itulah ia dapat menciptakan tatanan masyarakat yang damai, makmur, dan sejahtera.

2. Tidak Berputus Asa dari Pertolongan Allah

Meski halangan dan cobaan banyak menerpa Nabi Ilyasa AS selama perjalanan dakwahnya, namun ia selalu berusaha menuntaskan amanah tersebut sambil terus berdoa kepada Allah SWT.

Saat dirasa ujian yang dihadapi sudah terlalu berat, Nabi Ilyasa AS pun kembali kepada Allah dan meminta pertolongan hanya kepada-Nya. Karena itulah Allah kemudian menurunkan azab kepada Bani Israil yang melakukan pembangkangan.

3. Mengajarkan Pentingnya Mematuhi Pemimpin

Kisah tentang Nabi Ilyasa AS juga mengajarkan umat Islam mengenai pentingnya patuh pada seorang pemimpin apabila pemimpin tersebut mengajak kepada kebaikan.

Jangan sampai seperti yang dilakukan Bani Israil, di mana merak membangkang dari kebaikan yang diseru oleh Nabi Ilyasa AS sebagai pemimpin mereka.

4. Mengingatkan untuk Takut Pada Murka Allah

Kisah ini juga mengajarkan kita untuk takut pada murka Allah. Oleh karenanya janngan sampai kita menjadi angkuh seperti Bani Israil dan mengundang azab dari Allah.

Demikianlah kisah Nabi Ilyasa AS yang inspiratif beserta hikmah dan teladan yang bisa dipelajari. Semoga kisah di atas bisa menambah keimanan dan ketakwaan.

Topik Terkait