img_title
Foto : Freepik/user18526052

IntipSeleb Gaya HidupCara mencegah kehamilan akan dilakukan oleh pasangan suami istri yang sedang ingin menunda memiliki anak. Memiliki anak dan menjadi orang tua memang membutuhkan persiapan matang. Tak heran jika ada yang ingin menundanya terlebih dahulu.

Sebelum memiliki momongan, kesiapan fisik, finansial, hingga mental perlu diperhitungkan. Oleh karena itulah sebagian pasangan merasa keputusan menunda punya anak menjadi hal yang tepat.

Salah satu cara yang dipilih tentunya dengan mencegah agar kehamilan jangan sampai terjadi dahulu. Nah, ada beberapa cara mencegah kehamilan yang bisa coba diterapkan. Seperti apa? Yuk simak pembahasannya!

8 Cara Mencegah Kehamilan

1. Tidak Melakukan Hubungan Intim Saat Masa Subur

Freepik/pressfoto
Foto : Freepik/pressfoto

Cara mencegah kehamilan yang pertama adalah dengan menghindari melakukan hubungan intim saat wanita sedang dalam masa subur. Hal ini karena masa subur dapat memperbesar peluang terjadinya pembuahan selama melakukan hubungan seksual.

Untuk memperkecil resiko terjadinya pembuahan, maka Anda dan pasangan bisa melakukan hubungan suami istri di luar masa subur. Cara ini juga termasuk langkah mencegah kehamilan secara alami.

Masa subur sendiri bisa diketahui lewat perhitungan tertentu, yakni dari siklus menstruasi. Rentang siklus masa subur terhitung sejak hari pertama menstruasi sampai menstruasi yang berikutnya.

Masa subur seorang wanita biasanya terjadi saat hari ke-8 sampai hari ke-19 dalam periode menstruasi. Akan tetapi, hal tersebut tetap tidak bisa disamaratakan terhadap semua wanita. Karena kondisi tubuh tiap wanita berbeda.

Meski cara ini bisa memperkecil kemungkinan terjadinya pembuahan, namun tetap tidak menjamin seratus persen ampuh untuk mencegah kehamilan. Karena bisa jadi perhitungan Anda meleset atau terjadi perubahan pada siklus menstruasi.

2. Memakai Kondom

alodokter.com
Foto : alodokter.com

Cara selanjutnya untuk mencegah kehamilan adalah dengan pemakaian kondom. Cara yang satu ini cukup efektif untuk mencegah jangan sampai terjadi pembuahan.
Kondom sendiri merupakan salah satu alat kontrasepsi yang paling praktis digunakan dan mudah untuk didapatkan. Namun, Anda tetap harus memilih jenis kondom yang tepat agar pencegahan kehamilan dapat berjalan efektif.

Kondom memang umumnya tersedia dan digunakan oleh para pria. Namun, saat ini juga tersedia kondom untuk wanita.

Penggunaan kondom tidak hanya menjadi salah satu cara yang cukup efektif dalam pencegahan kehamilan, namun juga bisa diandalkan untuk mencegah penularan penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS, herpes, hingga sifilis.

3. Meminum Pil KB Secara Teratur

verywellmind.com
Foto : verywellmind.com

Meminum pil KB merupakan cara yang umum dilakukan oleh para wanita untuk mencegah terjadinya kehamilan. Namun agar cara ini dapat efektif, pil KB harus diminum secara rutin.

Cara kerja pil KB adalah dengan membuat penebalan pada dinding dan leher rahim sehingga menyulitkan sel sperma untuk menembus dan membuahi sel telur.
Dengan rutin meminum pil KB, indung telur juga akan terjaga dari melepaskan sel-sel telur baru. Cara mencegah kehamilan dengan pil KB memiliki tingkat kegagalan sebesar 9 persen.

Jenis pil KB yang banyak digunakan untuk mencegah kehamilan adalah pil KB kombinasi estrogen dan progestin. Saat sedang mengkonsumsi pil KB, maka sebaiknya tidak dibarengi dengan kombinasi obat antibiotik.

Antibiotik diketahui dapat membuat efektivitas pil KB menjadi menurun dan membuat tingkat kegagalan pencegahan kehamilan menjadi meningkat.

4. Menggunakan Pil Kontrasepsi Darurat

Mengonsumsi pil kontrasepsi darurat bisa menjadi pilihan untuk Anda yang terlanjur melakukan hubungan seksual tanpa pengaman saat masa subur.

Pil ini harus dikonsumsi dalam rentang waktu 72 jam atau 3 hari setelah berhubungan intim dengan pasangan. Namun, pil kontrasepsi darurat tidak dapat bekerja jika pembuahan telah terjadi.

Pil kontrasepsi darurat juga memiliki kekurangan tersendiri. Pertama, pil ini tidak mudah ditemukan di pasaran. Kekurangan kedua, ada resiko dan efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan pil kontrasepsi darurat.

Salah satu efek samping yang dapat muncul adalah gejala mual dan muntah. Umumnya gejala ini timbul dalam rentang waktu satu jam setelah mengkonsumsi pil tersebut.
Ada pula beberapa wanita yang mengalami gejala efek samping berupa nyeri payudara selama beberapa hari, hingga gejala berupa sakit kepala.

Selain itu, pil kontrasepsi darurat sebaiknya digunakan sesekali saja. Karena tidak baik menggunakan pil ini setiap kali melakukan hubungan seksual tanpa proteksi.

5. Melakukan Suntik KB

tirto.id
Foto : tirto.id

Cara mencegah kehamilan yang selanjutnya adalah dengan melakukan suntik KB. Dengan melakukan suntik KB, kadar hormon dalam tubuh akan meningkat kemudian menurun kembali sampai melakukan suntik selanjutnya.

Seperti cara pencegahan kehamilan dengan konsumsi pil KB, melakukan suntik KB juga harus dilakukan dengan rutin dan sesuai dengan resep yang diberikan dokter.

Dengan memilih suntik KB, Anda juga bisa mengurangi konsumsi harian dari pil KB. Namun, hal tersebut tergantung pada hubungan seksual yang dilakukan bersama dengan pasangan.

6. Menggunakan Nuvaring

Nuvaring adalah alat kontrasepsi untuk wanita. Alat kontrasepsi ini berbentuk cincin yang cara pemakaiannya dimasukkan ke dalam vagina. Cara kerja nuvaring adalah dengan menghambat agar sperma tidak bisa mencapai indung telur, sehingga tidak terjadi proses pembuahan di rahim.

Nuvaring juga merupakan alat kontrasepsi yang non-biodegradable, fleksibel, bebas lateks, dan juga transparan. Untuk menggunakan nuvaring, maka harus dimasukkan ke dalam vagina wanita sebelum hari kelima pada siklus menstruasi.

7. Menggunakan KB Implan

Selanjutnya ada pula KB implan untuk mencegah terjadinya kehamilan. KB implan adalah alat kontrasepsi yang fleksibel dan seukuran batang korek api dan dimasukkan oleh dokter ke bawah kulit yang terletak di lengan bagian atas.

KB implan merupakan cara yang lebih efektif untuk mecegah kehamilan, yakni dengan cara melepaskan hormon progestin. Progestin adalah hormon yang dapat mengubah struktur lapisan rahim dan lendir serviks agar menyulitkan sperma membuahi sel telur.

Implan yang digunakan juga terkadang dapat meghentikan indung telur untuk melepaskan sel telur yang baru. Tingkat kegagalan KB implan pun sangat kecil, hanya sekitar 0,5 persen.

Mencegah kehamilan menggunakan KB implan juga diketahui dapat bekerja secara efektif dalam jangka waktu 3-4 tahun. Apabila implan tersebut dilepas, maka Anda akan bisa hamil kembali. Sehingga cara ini sifatnya tidak permanen.

8 Melakukan Pemasangan IUD

Cara lainnya yang bisa dilakukan untuk mencegah kehamilan adalah dengan memasang IUD atau Intrauterine Device. IUD dikenal juga denga nama KB spiral.

Alat kontrasepsi yang satu ini dapat segera mencegah pembuahan setelah dipasang. IUD adalah sebuah potongan yang terbuat dari plastik atau tembaga, dan bentuknya seperti huruf T.

Pemasangannya dilakukan oleh dokter dan disematkan ke dalam rahim. Penggunaan IUD bisa mencegah kehamilan hingga rentang waktu sekitar 10-12 tahun. Selain itu, ada pula IUD hormonal yang dapat mencegah kehamilan selama 3-5 tahun.

Penggunaan IUD menjadi salah satu cara paling efektif dalam mencegah kehamilan. Karena tingkat keberhasilannya tinggi hingga mencapai 99,9 persen. (nes)

Topik Terkait