img_title
Foto : Pixabay

IntipSeleb Gaya Hidup – Puasa bagi umat Islam adalah hukumnya wajib, jika dikerjakan saat bulan Ramadhan. Selain puasa wajib, ada juga puasa sunnah yang dilakukan diluar bulan puasa, namun memiliki nilai pahala yang sama besarnya.

Namun terkadang tiap orang punya kondisi hati yang berbeda-beda setiap saat, walau saat berpuasa. Beberapa orang mudah menangis jika mengalami emosional yang kerap berubah. Lantas apakah menangis membatalkan puasa?

Banyak pendapat yang memberikan penafsiran bagaimana seseorang sedang menangis dapat membatalkan puasa atau tidak. Namun pada dasarnya saat berpuasa, setiap orang wajib menjaga hati, jiwa, dan fikiran agar emosional tetap terkontrol baik.

Sebab pada hakekatnya, puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menahan hati dan fikiran negatif, sehingga tidak mudah membatalkan puasa. Berikut ini Intipseleb ulas tentang apakah menangis membatalkan puasa? Baca ulasan di bawah ini dan cara mengontrol emosi dengan baik.

Apakah menangis membatalkan puasa?

Pixabay
Foto : Pixabay

Menangis adalah suatu hal yang wajar dan sering terjadi jika hati dan emosional seseorang sedang tidak menentu. Selama berpuasa, masyarakat beragama Islam diwajibkan untuk menahan rasa lapar dan haus mulai dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari.

Sebagian orang juga beranggapan bahwa menangis dapat membatalkan puasa, sehingga orang berpuasa tidak boleh menangis. Namun apakah menangis dapat membatalkan puasa?

Dikutip dari situs Quran Online, menangis saat puasa tidak akan membatalkan puasa yang sedang Anda jalani. Dalam berbagai kitab dijelaskan secara rinci tentang berbagai hal yang dapat membatalkan ibadah puasa, menangis secara jelas tidak termasuk dari sebagian hal yang dapat membatalkan puasa tersebut.

Hal ini misalnya dapat kita lihat dalam kitab Matnu Abi Syuja’: والذي يفطر به الصائم عشرة أشياء : ما وصل عمدا إلى الجوف أو الرأس والحقنة في أحد السبيلين والقيء عمدا والوطء عمدا في الفرج والإنزال عن مباشرة والحيض والنفاس والجنون والإغماء كل اليوم والردة

"Yang membatalkan puasa ada sepuluh hal, yakni (1) sesuatu yang sampai pada rongga bagian dalam tubuh (jauf) atau kepala, (2) mengobati dengan memasukkan sesuatu pada salah satu dari dua jalan (qubul dan dubur), (3) muntah secara sengaja, (4) melakukan hubungan seksual secara sengaja pada alat kelamin, (5) keluarnya mani sebab bersentuhan kulit, (6) haid, (7) nifas, (8) gila, (9) pingsan di seluruh hari dan (10) murtad,” (Syekh Abi Syuja’, Matnu Abi Syuja’, hal. 127).

Mengapa menangis tak membatalkan puasa? Salah satu alasan mendasarnya adalah karena mata bukanlah termasuk bagian dari jauf, serta dalam mata tidak ada saluran yang mengarahkan benda menuju tengorokan, sehingga tidak tergambarkan ketika seseorang menangis terdapat sesuatu yang masuk dalam mata menuju arah tenggorokan.

Hal ini seperti ditegaskan dalam kitab Rawdah at-Thalibin:
فرع لا بأس بالاكتحال للصائم، سواء وجد في حلقه منه طعما، أم لا، لان العين ليست بجوف، ولا منفذ منها إلى الحلق
“Cabang permasalahan. Tidak dipermasalahkan bagi orang yang berpuasa untuk bercelak, baik ditemukan dalam tenggorokannya dari celak tersebut suatu rasa atau tidak. Sebab mata tidak termasuk jauf (bagian dalam) dan tidak ada jalan dari mata menuju tenggorokan” (Syekh Abu Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi, Rawdah at-Thalibin, Juz 3, Hal. 222)

Hukumnya menjadi berbeda ketika air mata dari tangisan seseorang masuk ke dalam mulut dan bercampur dengan air liur lalu ditelan ke dalam tenggorokan. Dalam keadaan demikian air mata tersebut dapat membatalkan puasa, meskipun hal ini sangat jarang sekali terjadi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menangis tidak sampai membatalkan ibadah puasa, kecuali ketika air mata dari tangisan sampai masuk ke dalam mulut dan tertelan sampai melewati tenggorokan.

Mengutip dari sehatq.com walau menangis tidak membatalkan puasa, tetap adanpengecualian. Maksudnya adalah, jika menangis saat puasa disebabkan oleh ketidakpuasan diri Anda terhadap ketentuan Allah subhanahu wa ta'ala (SWT), seperti turunnya bencana atau musibah, maka puasa Anda dapat batal.

Selain itu, menangis saat puasa yang disertai dengan menyakiti diri, seperti menampar wajah atau merusak barang-barang pribadi karena kesal, maka puasa Anda pun dapat batal. Oleh karena itu, Anda perlu menahan emosi saat berpuasa agar air mata dapat ditahan dan ibadah Anda menjadi lebih lancar.

Sekarang Anda sudah mengerti bukan, jika ada yang bertanya apakah menangis membatalkan puasa? Jawabannya tergantung pada kondisi saat seseorang menangis. Apakah sampai meluapkan emosi dengan tidak, dan apa air mata sampai masuk kemulut?

Jika Anda merasa belum puas dengan jawaban atas pertanyaan, apakah menangis membatalkan puasa? Maka sebaiknya Anda dapat mengontrol emosi saat berpuasa. Berikut cara yang baik, seperti dilansir dari sehatq.com

Cara menahan emosi saat berpuasa

Pixabay
Foto : Pixabay

Menangis terus-menerus dan tak terkendali dapat membuat diri Anda kesal, malu, tidak nyaman dan merasa lelah. Tentunya, hal ini bisa mengganggu ibadah puasa. Supaya air mata dapat ditahan, simaklah cara menahan emosi saat berpuasa berikut ini:

1. Menjauhi penyebab tangisan

Menjauh dari penyebab tangisan Anda dipercaya sebagai salah satu cara yang dapat mencegah tangisan.Perlu diketahui, merasa marah, kesal, atau frustrasi dipercaya dapat menyebabkan Anda menangis.

Maka dari itu, jauhilah penyebab atau sumber tangisan Anda. Jika sudah bisa mengontrol emosi, barulah Anda kembali.

2. Gunakan kata-kata

Gagal berkomunikasi dengan baik dapat mengundang amarah dan rasa frustrasi. Keduanya bisa memicu rasa ingin menangis.

Salah satu cara mengatasinya adalah belajar untuk mengekspresikan perasaan Anda lewat kata-kata secara jelas sambil bersikap tenang.

3. Mencari pengalihan

Memiliki stress ball (bola stres) atau melihat sesuatu secara visual dapat menjadi pengalihan yang baik untuk mencegah tangisan keluar dari mata Anda.

Masih banyak pengalihan positif lain yang bisa Anda lakukan untuk menahan emosi saat berpuasa, misalnya beribadah, berbicara dengan keluarta atau sahabat, atau melakukan aktivitas tertentu.

4. Memikirkan sesuatu yang positif atau lucu

Pixabay
Foto : Pixabay

Cobalah untuk mengganti pikiran negatif dengan sesuatu yang positif atau lucu. Melihat sisi positif atau lucu dari situasi yang negatif dipercaya bisa mencegah tangisan keluar dari mata Anda.

5. Fokus terhadap pernapasan

Menarik napas dalam-dalam dan fokus terhadap pernapasan dipercaya bisa membantu Anda mengontrol emosi saat puasa. Bernapas dengan baik dan benar dipercaya bisa mengatasi rasa cemas dan serangan panik.

Sebaliknya, pernapasan yang buruk dapat mengganggu pertukaran oksigen dan karbon dioksida sehingga menyebabkan diri Anda merasa cemas. Inilah salah satu alasan mengapa bernapas dalam-dalam dengan baik dan benar dipercaya bisa membantu Anda mengontrol emosi.

6. Mengedipkan dan menggerakkan mata

Salah satu cara menahan emosi saat berpuasa agar tidak menangis adalah mengedipkan dan menggerakkan mata. Saat mata dikedipkan dan digerakkan, air mata dipercaya dapat ditahan dan tak keluar dari mata Anda.

7. Berolahraga

Ketika Anda ingin menangis menjelang berbuka puasa, cobalah berolahraga. Berolahraga dapat membantu tubuh melepas hormon kebahagiaan alias endorphin sehingga bisa membantu Anda menahan emosi.

8. Buatlah ekspresi wajah yang datar

Dikutip dari Healthline, menunjukkan ekspresi wajah yang datar kepada seseorang yang sedang Anda ajak berbicara, dapat mencegah orang tersebut untuk menunjukkan ekspresi yang bisa membuat Anda menangis.

Lewat sebuah studi yang dimuat dalam Nature Communications, sejumlah ahli percaya bahwa ekspresi wajah yang datar dapat mengurangi aktivitas otak, daripada menunjukkan ekspresi wajah tertentu.

Itulah jawaban atas pertanyaan apakah menangis membatalkan puasa? Beserta tips menahan agar tidak menangis. Semoga bermanfaat.

Topik Terkait