img_title
Foto : Freepik

IntipSeleb Gaya Hidup – Ada yang tahu tidak, ternyata bakso Cuanki itu memiliki arti Cari Uang Jalan Kaki lho. Kata-kata ini berasal dari makna si penjual bakso yang menjajakan dagangannya dengan cara berjalan kaki. Maka itulah dikenal dengan sebutan bakso Cuanki.

Selain memiliki makna yang unik, bakso Cuanki juga punya perbedaan signifikan dengan jenis bakso pada umumnya. Jika bakso pada umumnya memiliki kuah kental akan lemak sapi, sementara bakso Cuanki tidak.

Bakso Cuanki lebih memiliki cita rasa kuah bening gurih dan tidak terlalu terasa lemak sapinya. Tekstur bakso Cuanki ini pun biasanya tak berurat dan lebih lembut ketika digigit. Sedikit mirip dengan bakso halus yang dagingnya digiling hingga sangat lumat.

Bakso Cuanki juga biasanya dilengkapi dengan tahu putih polos tanpa tambahan daging di dalamnya. Tahu itu menggunakan jenis tahu sutra yang memang terkenal lembut dan enak.

Selain itu, bakso Cuanki juga biasanya dimakan tanpa topingan mie atau bihun. Biasanya orang menikmati bakso Cuanki dengan gaya polosan, alias hanya bakso, batagor, dan tahu saja. Sisanya, bakso Cuanki ditaburi bawang goreng dan seledri dilengkapi sambal giling hijau.

Baca artikel ulasan tentang bakso cuanki yuk. Dijamin bikin melongo, dan ketagihan membuatnya.

Arti dan Makna Bakso Cuanki

Freepik
Foto : Freepik

Bakso Cuanki sudah ada sejak zaman dahulu kala, saat itu, menjajakan makanan tidak semudah sekarang yang bisa bermodalkan kendaraan atau aplikasi online. Makna Cuanki berasal dari kata Cari Uang Jalan Kaki, yang memang pada zaman dahulu mencari uang tidak semudah era sekarang.

Pedagang makanan zaman dahulu harus memikulnya di bahu, berjalan kaki, dan mempromosikan dengan cara berteriak sambil berjualan. Cara yang tradisional inilah membuat panganan ringan bernama bakso, di daerah asalnya, Bandung, Jawa Barat, disebut sebagai Cuanki.

Orang-orang biasanya mendapati pedagang bakso Cuanki menjajakan dagangannya dengan melintas di depan rumah. Pedagang bakso Cuanki biasanya akan berteriak "Cuanki" sambil mengetuk-ngetuk mangkuk yang ada di box bakso yang dipikulnya.

Namun ada juga sumber yang mengatakan kalau kata Cuanki justru berasal dari bahasa China, Choan Kie yang memiliki arti rezeki. Bakso ini pertama kali dijajakan oleh seorang keturunan China, yang membuka usaha panganan Bakso. Makanan ini dikenal pertama kali di Cimahi, Bandung, Jawa Barat.

Selain itu, ternyata bahan dasar bakso Cuanki dahulu kala adalah daging Babi. Namun lantaran mayoritas orang Bandung adalah muslim, maka bahan dasarnya diganti dengan daging sapi, ikan, atau udang.

Pada tahun 1980an, para mantan pegawai Choan Kie yang berasal dari berbagai daerah mencoba memproduksi dan berjualan sendiri. Siapa sangka saat itu respons masyarakat terhadap bakso Cuanki sangat tinggi, dan menjadi alternatif jajanan selain bakso daging dan mie ayam.

Sumber berbeda mengatakan, makna Cari Uang Jalan Kaki dalam kata bakso Cuanki tidak lah benar. Kata-kata itu hanya sebuah gurauan semata, lantaran sejak dulu berjualan bakso dijajakan sambil jalan kaki.

Sebenarnya, Cuanki sendiri memiliki arti siomay kering bagian dari ragam dimsum, makanan khas orang China.

Bakso Cuanki sendiri memang memiliki perbedaan signifikan dari sisi rasa, cara penyajian, hingga topingan yang mengisi tiap mangkuknya. Ada yang menilai, bakso Cuanki sedikit memiliki kesamaan dengan bakso Malang, namun sesuai cita rasanya, kedua panganan ini jauh berbeda.

Bakso Cuanki memiliki tekstur bakso yang lebih lembut dan halus. Dipadukan dengan daging, ikan, dan tepung tapioka, membuat tekstur bakso Cuanki lebih lumer ketika digigit.

Kuah bakso Cuanki juga sudah dilengkapi dengan penyedap rasa sehingga pedagang biasanya tidak perlu menambah lagi penyedap ketika ingin disajikan. Bakso ini juga biasanya menggunakan cabai hijau giling sebagai penambah cita rasa pedas.

Di Bandung, Anda akan mendapati bakso Cuanki dijajakan pada malam hari. Sebab udara dingin kota Bandung, membuat orang lebih membutuhkan makanan berkuah panas dan segar seperti bakso Cuanki.

Sementara di kota lainnya, bakso Cuanki dijajakan sejak pagi hingga malam hari. Tergantung wilayah dan tingkat kesibukan masing-masing kota. Salah satunya di Jakarta, akan kita jumpai penjual bakso Cuanki menjajakan dagangannya sejak pagi hari.

Resep Bakso Cuanki Bandung

Freepik
Foto : Freepik

Bahan-bahan

- 10 butir bakso

- 25 pcs kulit pangsit,bentuk bulat

- 10 pcs tahu kulit,belah bagian tengahnya

Bahan adonan Aci

- 250 gr udang,kupas kulitnya tp kepalanya jgn dibuang utk kuah

- 3 siung bawang putih,haluskan

- 7 sdm tepung tapioka

- 1 butir telur

- 2 sdm bawang goreng

- secukupnya garam,kaldu bubuk

- 2 blok es batu

Bahan kuah

- Sisa kepala udang

- 6 siung bawang merah

- 3 siung bawang putih

- 3 cm jahe,geprek

- 1 sdm kecap ikan

- 1 sdt saori saus tiram

- 1 sdm kecap asin

- 1/4 sdt lada bubuk

- secukupnya garam,kaldu bubuk

- 700 ml air matang

- 2 batang daun bawang,iris tipis

- secukupnya minyak untuk menumis

Bahan Pelengkap :

- Mie kering/mie instan

- daun seledri,iris tipis

- bawang goreng

- sambal rawit

Langkah

- Kupas kulit udang, kemudian sisihkan kepalanya utk kaldu kuah. Cuci bersih udang lalu tiriskan.

- Haluskan udang dan es batu menggunakan blender/food processor. Kemudian siapkan wadah. Campurkan udangbawang putih yang sudah dihaluskan, telur, tepung tapioka, garam, kaldu bubuk, bawang goreng. Cicipi rasa, jika sudah pas sisihkan.

- Bagi adonan aci tadi menjadi 2 bagian, sebagian untuk isian kulit pangsit dan sebagian lagi untuk isian tahu.

- Isi tahu yglang sudah dibelah dengan adonan aci. kemudian kukus selama kurang lebih 20 menit. Sisihkan

- Ambil kulit pangsit, isi bagian tengah dengan adonan aci. Lipat dengan bentuk sesuai selera hingga adonan habis.

- Panaskan minyak goreng, goreng kulit pangsit tadi hingga matang dan berwarna kecoklatan. Angkat lalu tiriskan.

Membuat kuah :

- Didihkan air,kemudian masukkan kepala udang. Rebus hingga kepala udang berubah warna, lalu saring dan buang kepala udangnya. Selanjutnya haluskan bawang merah, bawang putih. Panaskan wajan, lalu tumis duo bawang hingga harum, masukkan jahe geprek lalu tambahkan kecap asin, kecap ikan, saus tiram aduk-aduk hingga rata dan bumbu set. Matikan api.

- Masukkan tumisan bumbu tadi kedalam rebusan air kuah, aduk2 rata. Tambahkan garam, kaldu bubuk, lada bubuk. Cicipi rasa. Jika sudah pas bisa masukkan bakso dan daun bawang, masak bakso hingga mekar dan matang.

Penyajian :

- Siapkan mangkuk tata bakso,siomay goreng dan tahu aci. Jika mau ditambahkan mie juga boleh, kemudian beri taburan seledri dan bawang goreng lalu siram dengan kuah bakso. Sajikan dengan pelengkap sambal rawit. selamat mencoba

NOTE : untuk tahu acinya sebelum ditata dipiring rebus sebentar bersama bakso didalam kuah agar lebih lembut.

Bakso Cuanki paling dinikmati selagi panas dan di saat musim dingin atau saat hujan.

Topik Terkait