img_title
Foto : Instagram @rachelvennya

IntipSeleb – Di era perkembangan media sosial yang sangat masif seperti saat ini, istilah influencer dan konten kreator kerap kali terdengar. Tapi, banyak orang yang menganggap dua hal tersebut adalah sesuatu yang sama definisinya.

Secara garis besar, influencer dan konten kreator melakukan hal yang sama, yaitu membuat konten. Tapi, tenyata tidak semua content creator bisa disebut influencer, lho. Meski berbeda, kedua profesi tersebut memiliki beberapa hal yang saling tumpang tindih.

Maka dari itu, bagi kamu yang tengah mencari peluang karier yang berhubungan dengan membuat konten, kamu perlu tahu perbedaan antara keduanya terlebih dahulu.

Penasaran? Yuk scroll lebih lanjut untuk mengetahui perbedaan Influencer dan konten kreator, serta penjelasan detail terkait keduanya!

Konten Kreator

Freepik/ DCStudio
Foto : Freepik/ DCStudio

Konten kreator pada dasarnya merupakan orang-orang membuat konten menarik dan berkualitas di media sosial apapun yang ia mau.

Karena ada begitu banyak orang yang membuat konten di internet, maka ada standar tertentu yang dimiliki oleh seorang konten kreator profesional. Hal itu dilakukan agar kontennya lebih menonjol dibandingkan pengguna media sosial lainnya.

Misalnya, semua pengguna sosial bisa mengunggah foto-foto kucingnya, namun seorang konten kreator membuat sebuah potret kucing menuju another level dengan teknik pengambilan gambar dan konsep yang lebih menarik.

Secara umum, konten kreator aktif membuat konten di platform media sosialnya bukan semata-mata untuk mendapatkan followers atau membangun komunitas, tapi berangkat dari passion membuat konten dengan baik.

Sejalan dengan itu, memiliki banyak followers di media sosial juga bukanlah syarat utama untuk menjadi seorang konten kreator yang sukses. Namun, jika seorang konten kreator memiliki pengikut yang banyak tentu itu menjadi poin plus sekaligus bukti bahwa konten yang dibuat banyak disukai.

Sebuah brand biasanya senang bekerja sama dengan konten kreator karena kemampuan mereka menghasilkan karya-karya kreatif, seperti foto produk atau video endorsement dengan biaya yang lebih murah.

Brand tidak perlu repot-repot melakukan pemotretan yang mahal, cukup berikan materi iklan pada konten kreator untuk mendapatkan konten yang brand butuhkan.

Penting untuk diingat, bahwa meskipun konten kreator tidak terlalu berorientasi pada followers, mereka juga bisa menjadi influencer jika engagement-nya besar. Tapi, seperti diketahui di awal, fokus dari konten kreator bukan dari engagement audiens tapi pada kontennya yang menarik.

Dalam sebuah perusahaan, konten kreator biasanya berkutat dengan pembuatan newsletter, email, materi digital marketing, media sosial, artikel, advertorial dan lainnya.

Jika konten kreator berfokus pada penulisan artikel, maka ia disebut sebagai content writer. Sementara itu, mereka yang betugas membuat perencanaan dan pembuatan konten di media sosial disebut sebagai social media specialist.

Influencer

Freepik/ freepik
Foto : Freepik/ freepik

Perbedaan influencer dan konten kreator terdapat pada engagement dan komunitas yang dibangun. Influencer cenderung memiliki banyak pengikut yang mempercayai rekomendasi mereka.

Influencer biasanya mencakup YouTuber, reviewer dan blogger. Konten mereka secara kualitas belum tentu sebagus konten kreator tapi masih tetap menarik untuk dilihat audiens.

Pada intinya, influencer juga merupakan konten kreator. Bedanya, konten kreator berfokus pada esensi kontennya, sedangkan influencer membangun komunitas dengan tujuan untuk menghubungkan dan membantu followers atau memengaruhi keputusan pembelian mereka.

Influencer memiliki otoritas dan pengaruh terhadap audiens mereka karena hubungan yang mereka bangun di platform mereka.

Untuk memasarkan atau mempromosikan produk sebuah brand tidak hanya bisa bekerja sama dengan influencer besar, namun juga bisa menggunakan jasa mikro-influencer yang followersnya kurang lebih di angka 100 ribu ke bawah.

Tapi jangan khawatir, mikro-influencer bisa lebih efektif dibandingkan dengan influencer ternama karena kedekatan interaksi di dalam komunitas yang mereka bangun.

Jika sebuah brand perlu meningkatkan brand awareness dan penjualan, maka jasa influencer sangatlah dibutuhkan. Influencer secara tidak langsung mempromosikan brand atau produk kepada audiens dengan ajakan yang lebih jelas dibandingkan dengan konten kreator.

Influencer terbagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan jumlah followers-nya. Simak kategori influencer berikut ini:

Mega influencer: lebih dari 1 juta followers

Macro influencer: 500 ribu – 1 juta followers

Mid-tier influencer: 50 ribu – 500 ribu followers

Nano influencer: 1000 – 10 ribu followers

Perbedaan jumlah followers tersebut juga mempengaruhi tingkat social media presence dan engagement-nya. Oleh sebab itu, masing-masing influencer biasanya memiliki rate card yang berbeda untuk jasa endorsement mereka. Umumnya, semakin banyak followers yang dimiliki, semakin besar pula yang dibayarkan oleh klien.

Perbedaan Influencer dan Konten Kreator

Freepik/ freepik
Foto : Freepik/ freepik

Peran influencer dan konten kreator yang tumpang tindih membuat banyak orang tidak bisa membedakan antara keduanya. Mari simak uraian lebih lanjut terkait perbedaan influencer dan konten kreator berikut ini.

Konten Kreator

  1. Konten berkualitas: fokus pada esensi dari konten yang dibuat, konten kreator menitik beratkan value mereka dalam konten-konten yang mereka buat.
  2. Multitalenta: konten kreator cenderung ahli dalam segala hal, mulai dari fotografi, editing, desain grafis dan lainnya.
  3. Engagement rendah: konten kreator tidak memiliki engagement dan interaksi komunitas sebesar influencer. Jadi, untuk kepentingan promosi, konten kreator cenderung lebih kurang menjual.

Influencer

  1. Engagement lebih tinggi: dalam hal promosi, jasa influencer sangatlah berguna. Sebab, mereka memiliki kepercayaan dari para followers dan komunitas yang mereka bangun sendiri.
  2. Ada penargetan khusus: ada banyak sekali influencer yang bergerak di niche yang mereka pilih masing-masing. Masing-masing niche yang dipilih oleh infuencer di industri ini membuatnya bisa terhubung dengan pasarnya.
  3. Tidak terlalu fokus pada kualitas konten: influencer menitik beratkan pada engagement, bukan konten. Meski ada pula beberapa influencer yang ahli dalam membuat konten, ada pula yang biasa-biasa saja.

Intinya, ada banyak tumpang tindih antara profesi influencer dan konten kreator. Beberapa influencer juga merupakan konten kreator, dan beberapa konten kreator juga bisa dianggap influencer.

Baik influencer maupun konten kreator merupakan pilihan karier yang menjanjikan di era yang seperti sekarang ini. Dan pada akhirnya, keputusan ada di tanganmu.

Jika kamu memiliki passion di industri kreatif dengan menghasilkan konten-konten menarik dan berkualitas, konten kreatof mungkin lebih cocok untukmu.

Namun, jika kamu senang memberikan pengaruh pada orang lain dengan membangun komunitas yang aktif dalam platform yang kamu miliki, mungkin influencer akan lebih cocok untukmu.

Jika tertarik untuk menjejaki profesi ini sebagai peluang karier di masa depan, kamu tidak perlu memilih salah satu di antaranya. Sebab, tidak ada salahnya jika kamu berfokus pada kualitas konten sekaligus terus mengembangkan engagement-mu di media sosial.

Entah itu profesi influencer atau konten kreator, pastikan kamu sudah menimbang-nimbangnya dengan baik dan menyesuaikan mana yang lebih cocok dengan passion-mu.

Nah, demikianlah informasi tentang profesi influencer dan konten kreator bagi kamu yang sedang mencari peluang karier di industri digital lengkap dengan perbedaan influencer dan konten kreator yang perlu kamu ketahui. Semoga bermanfaat! (bbi)

Topik Terkait