Mengacu pada laporan eksklusif Edaily, Kamis 22 Januari 2026, Cha Eun Woo menjadi target penyelidikan intensif oleh Divisi Investigasi 4 Kantor Pajak Daerah Seoul sejak musim semi tahun lalu.
Dalam prosesnya, terungkap bahwa sebuah perusahaan yang didirikan oleh ibu Cha Eun Woo berperan sebagai perantara antara dirinya dan Fantagio, selaku agensi resmi. Fantagio kemudian menandatangani kontrak layanan dengan perusahaan tersebut, sehingga pendapatan Cha Eun Woo dibagi ke beberapa pihak.
Namun, Dinas Pajak Nasional menyimpulkan bahwa perusahaan tersebut tidak menjalankan aktivitas operasional yang nyata.
“Alamat terdaftar perusahaan tersebut terletak di daerah terpencil di Pulau Ganghwa, yang tampaknya tidak cocok untuk bisnis hiburan dan sulit dianggap sebagai kantor sebenarnya. Meskipun beberapa mobil impor terdaftar atas nama perusahaan dan berbagai pengeluaran diproses, tidak ditemukan layanan berbeda dibandingkan Fantagio,” tulis laporan tersebut, dikutip dari Koreaboo.
Tak hanya Cha Eun Woo, Fantagio juga ikut terseret imbas temuan ini. Agensi tersebut dilaporkan dikenai pajak tambahan sebesar 8,20 miliar won oleh Kantor Pajak Daerah Seoul karena dianggap memproses faktur pajak tidak sah.
Meski Fantagio telah mengajukan keberatan, keputusan tersebut tetap dipertahankan oleh otoritas pajak.
Setelah memanggil Cha Eun Woo dan sang ibu untuk dimintai keterangan, pihak pajak menyimpulkan bahwa keuntungan finansial dari perusahaan tersebut pada akhirnya tetap mengalir kepada Cha Eun Woo.