img_title
Foto : IntipSeleb/ Wahyu Firmansyah

Meski bukan kali pertama bekerja sama dengan Falcon Pictures, proyek ini membawa tantangan berbeda bagi Lee. Jika sebelumnya ia menggarap kisah yang berpusat pada hubungan seorang ayah dan anak dalam Miracle in Cell No. 7, kali ini ia kembali mengeksplorasi tema keluarga melalui cerita yang memiliki ikatan personal dengannya.

Siapkan Cerita Gasigogi Sejak 15 Tahun Lalu

Di balik proses penggarapan Gasigogi, terdapat perjalanan panjang yang telah dilalui Lee Hwan Kyung. Ia mengungkapkan bahwa ide cerita film tersebut sudah dipersiapkan sejak 15 tahun lalu.

Namun, kedalaman emosi yang melekat pada cerita itu justru membuatnya merasa kesulitan untuk melanjutkan penulisan.

“Saya sudah menyiapkan cerita ini sejak 15 tahun lalu. Tapi saya merasa karena cintanya mendalam, saya tidak melanjutkan menulis,” tuturnya.

Pengakuan tersebut memperlihatkan betapa personalnya proyek Gasigogi bagi sang sutradara. Cerita tentang pengorbanan seorang ayah demi anaknya bukan sekadar kisah yang ingin ia hadirkan ke layar lebar, tetapi juga sebuah proyek yang membutuhkan kesiapan emosional dalam proses penulisannya.

Setelah perjalanan panjang tersebut, Lee akhirnya membawa Gasigogi ke tahap produksi bersama Falcon Pictures dan Hwantasy Entertainment.

Topik Terkait