X

IntipSeleb – JTBC, selaku stasiun televisi yang memproduksi drama Snowdrop merilis pernyataan resmi terkait penolakan penayangan drama yang dibintangi oleh Jisoo Blackpink dan Jung Hae In sebagai pemeran utama tersebut.

Dilansir IntipSeleb dari Soompi, pada Jumat, 26 Maret 2021, JTBC memberi tanggapan untuk atas tuduhan publik kepada drama yang diketahui akan tayang di pertengahan 2021 tersebut. Simak artikel di bawah untuk informasi selanjutnya.

Tuduhan Publik Untuk Drama Snowdrop

img_title
Foto : Berbagai Sumber

Publik Korea mengkritik drama Snowdrop yang dibintangi oleh Jisoo Blackpink dan Jung Hae in sebagai pemeran utama, setelah sinopsis drama tersebut beredar melalui online.

Drama Snowdrop bercerita tentang pemeran utama pria yang diduga sebagai mata-mata pada gerakan aktivis Korea Selatan di tahun 1987. Yang nantinya akan jatuh cinta kepada salah seorang mahasiswi Hosoo Women’s University. Ada pula karakter pria lainnya sebagai pemimpin tim di Badan Perencanaan Keamanan Nasional (Intelijen) yang digambarkan sebagai seseorang yang adil dan lugas.

Diketahui, pada tahun 1987 Korea Selatan mengalami banyak aksi protes dari mahasiswa untuk menuntut demokrasi. Kerjadian pada tahun tersebut adalah peristiwa sensitif dan kelam untuk masyarakat Korea Selatan.

Yang menjadi perbincangan adalah, karena drama Snowdrop diduga akan meromantisasi kejadian yang dialami masyarakat Korea Selatan pada tahun 1987 itu, seperti penyiksaan dan pembunuhan pada mahasiswa yang menuntut demokrasi.

Diduhan ini sampai ke tim produksi drama Snowdrop, dan tim produksi drama tersebut memberi surat pernyataannya pada Jumat, 26 Maret 2021.

JTBC Merilis Pernyataan Resmi Menanggapi Tuduhan Publik Kepada Drama Snowdrop

img_title
Foto : Berbagai Sumber

Menuai kritikan serta penentangan tayang, JTBC selaku stasiun televisi yang memproduksi drama Snowdrop ambil tindakan.

"Snowdrop bukanlah drama yang meremehkan gerakan pro-demokrasi atau mengagungkan seorang mata-mata atau yang bekerja untuk NSP (Intelijen),” ungkap JTBC melalui pernyataan resminya kepada publik pada 26 Maret 2021.

JTBC menjelaskan jika Snowdrop adalah drama untuk penyindir peristiwa yang terjadi pada 1980-an di Korea Selatan, dan juga merupakan melodrama tentang pria dan wanita yang menjadi korban rezim tersebut.

"Snowdrop adalah komedi hitam yang menyindir pemilihan presiden yang terjadi pada 1980-an di bawah rezim militer selama ketegangan Utara-Selatan di semenanjung Korea. Ini juga merupakan melodrama tentang pria dan wanita muda yang menjadi korban dari situasi itu,” jelas JTBC.

JTBC membantah tuduhan publik tentang sinopsis drama Snowdrop dan mengatakan itu hanya spekulasi saja. Karena, sinopsis yang beredar secara online tersebut tidak lengkap dan berbeda dari rencana tim produksi.

Khususnya, tuduhan seperti "drama tersebut akan menunjukkan mata-mata Korea Utara yang memimpin gerakan pro-demokrasi" dan "drama tersebut membuat seorang aktivis mahasiswa menjadi karakter" dan "drama yang mengagungkan Badan Perencanaan Keamanan Nasional", tidak hanya berbeda dari konten tapi juga sangat berbeda dari yang dibuat oleh staf produksi,” lanjut JTBC sebagai stasiun televisi yang akan menayangkan drama tersebut.

Dengan tegas JTBC kembali menjelaskan jika tuduhan tentang Snowdrop tidak sama dengan niat tim produksi dalam membuat drama tersebut. Dan meminta publik untuk lebih menahan diri dalam memberikan kritikan kepada sebuah drama yang sinopsisnya belum dijelaskan secara rinci dan resmi dari pihak terkait.

Kami meminta kalian untuk menahan diri dari spekulasi sembrono tentang sebuah drama yang bahkan belum terungkap,” ungkap JTBC sebagai penutup surat yang diterbitkan pada Jumat, 26 Maret 2021 untuk menaggapi kontroversi sinopsis drama Snowdrop.

Drama Snowdrop yang diperankan oleh Jisoo Blackpink dan Jung Hae In menuai kritikan dari publik Korea Selatan setelah sinopsis drama tersebut beredar secara online. Menanggapi hal ini, JTBC selaku stasiun tv yang memproduksi drama tersebut merilis pernyataan tentang apa yang terjadi sebenarnya di drama Snowdrop.

Berita Terkait :

Saksikan Juga