img_title
Foto : Berbagai Sumber

Klarifikasi dari JTBC Serta Perubahan Drama Snowdrop

Istimewa
Foto : Istimewa

Dengan demikian, sebagian besar masyarakat Korea menilai bahwa drama Snowdrop seolah menodai sejarah yang sudah ada. Mereka mengklaim bahwa drama ini akan meromantisasi atau memuja penyiksaan dan pembunuhan para pengunjuk rasa saat Korea Selatan dalam masa pergerakan nasional tahun 1987.

Berangkat dari kekhawatiran tersebut, sebuah petisi dimuat di website resmi Kantor Kepresidenan Blue House. Dengan judul ‘Syuting Drama Snowdrop Harus Dihentikan’, jumlah orang yang menandatangani petisi tersebut kian bertambah setiap harinya hingga mencapai angka 120 ribu.

Tidak ingin mengambil risiko, JTBC secara resmi mengeluarkan klarifikasi pada Selasa, 30 Maret 2021. Selain membantah seluruh tudingan, pihak produksi memutuskan untuk merubah beberapa elemen dalam drama Snowdrop untuk cari aman. Pertama, JTBC menegaskan bahwa drama Snowdrop tidak berhubungan dengan gerakan demokrasi seperti yang beredar di jagat maya.

“Mengenai kontroversi bahwa drama meremehkan gerakan pro demokrasi, Snowdrop bukanlah drama yang berhubungan dengan gerakan pro demokrasi. Dalam naskah tersebut, tidak ada satu pun bagian di mana karakter utama pria dan wanita berpartisipasi atau memimpin gerakan pro-demokrasi. Sebaliknya, ada karakter yang tertindas secara tidak adil karena dituduh sebagai mata-mata Korea Utara oleh rezim militer tahun 1980-an,” tulis JTBC, dikutip dari Soompi pada Selasa, 30 Maret 2021.

Drama Snowdrop Tegaskan Tidak Berhubungan dengan Politik Tahun 1987

Topik Terkait