IntipSeleb – Wajah baru Avit Arie langsung mencuri perhatian publik saat menghadiri acara Press Conference dan Trailer Launching film Tak Kenal Maka Taaruf di Epicentrum XXI, Jakarta, pada Selasa, 14 Oktober 2025. Meskipun baru pertama kali tampil di dunia perfilman, Avit menunjukkan pesona dan percaya diri saat memperkenalkan karakternya, Jenglot, sosok jenaka dan sahabat karib tokoh utama.
“Perkenalkan saya Avit Arie, saya berperan sebagai Jenglot. Tapi Jenglotnya bukan yang serem-serem, ya,” katanya sambil tersenyum lebar di hadapan awak media.
Sosok Jenglot digambarkan sebagai teman yang kocak, sedikit tengil, namun sangat setia—karakter yang menurut Avit sangat mirip dengan kepribadiannya di kehidupan nyata.
“Karakter yang saya mainkan sama banget dengan kepribadian saya. Tengil, lucu, tapi sebenarnya baik hati,” ujarnya.
Proses Syuting Intensif di Lokasi 'Perawan'
Avit Arie mengungkapkan proses keterlibatannya dalam film produksi Yahywa Titi Mangsa ini. Segalanya berawal dari panggilan screen test beberapa bulan lalu. Setelah dinyatakan lolos, Avit menjalani proses reading dan syuting yang cukup intensif selama satu bulan penuh.
Sutradara Toro Magenz memilih Sukabumi dan Bogor sebagai lokasi utama syuting, dua lokasi yang disebutnya masih “perawan” atau belum pernah digunakan untuk produksi film lain.
Selama proses syuting berlangsung, Avit mengaku banyak sekali belajar dari para pemain senior dan kru produksi.
“Semua orang di lokasi syuting sangat suportif. Saya belajar banyak tentang kedisiplinan, kerja sama tim, dan bagaimana membangun chemistry dengan lawan main. Ini pengalaman luar biasa untuk film perdana saya,” ungkapnya.
Jenglot: Bukan Sekadar Komedi, Tapi Pesan Persahabatan Sejati
Bagi Avit, peran Jenglot bukan sekadar karakter lucu yang bertugas mengundang tawa. Ia juga membawa pesan mendalam mengenai arti persahabatan.
“Lewat Jenglot, saya ingin penonton melihat bahwa sahabat sejati itu selalu ada, dalam keadaan susah maupun senang,” katanya penuh makna.
Film Tak Kenal Maka Taaruf sendiri diadaptasi dari novel karya Mim Yudiarto. Ceritanya fokus pada Zoya, seorang mahasiswi cerdas yang menderita philophobia—ketakutan terhadap cinta akibat trauma masa lalu. Kehidupan Zoya berubah total setelah bertemu Faris, seorang pria religius yang membantunya memahami makna cinta sejati melalui nilai-nilai agama.
Produser Wahyudi menjelaskan bahwa tim produksi menyajikan film ini sebagai tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pesan moral positif bagi penonton muda.
“Kami ingin menghadirkan film yang segar dan positif. Di tengah banyaknya film bertema kekerasan atau horor, Tak Kenal Maka Taaruf menawarkan nilai-nilai kebaikan dan pesan tentang cinta yang sehat,” ujar Wahyudi.
Avit Arie juga menyampaikan harapannya. Debutnya ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik untuk perjalanan panjangnya di dunia hiburan.
“Saya ingin terus berkarya dan membawa energi positif. Bisa lewat film, sinetron, atau iklan, yang penting bisa menghibur dan memberi inspirasi,” tutupnya.