img_title
Foto : Instagram/anzadelio

Pertemuan langsung baru terjadi beberapa bulan kemudian, tepatnya pada September 2024. Hubungan tersebut, menurut Friceilda, berjalan layaknya pasangan kekasih pada umumnya.

“Awal mula kenal itu dari sosial media, dari TikTok pada bulan Mei tahun 2024. Pertama kali bertemu di bulan September. Saya pribadi menjalin hubungan dengan Anrez selayaknya orang pacaran,” tegasnya.

Memasuki fase krusial, Friceilda mengungkap bahwa Anrez sempat berjanji akan menikahinya setelah mengetahui kabar kehamilan pada 9 Juni 2025. Janji tersebut bahkan diklaim telah dituangkan dalam surat pernyataan tertulis yang disaksikan oleh orang tua Friceilda serta ketua RT setempat.

Namun seiring berjalannya waktu, komitmen tersebut tak pernah direalisasikan. Friceilda mengaku akhirnya memilih menghentikan komunikasi demi menjaga kondisi mentalnya selama kehamilan.

Dalam menghadapi polemik ini, Friceilda menegaskan bahwa dirinya memiliki sejumlah bukti pendukung. Bukti tersebut meliputi hasil USG, tes DNA, bukti percakapan pribadi, hingga surat pernyataan janji pernikahan.

Kuasa hukumnya, Santo Nababan, turut mengungkap adanya percakapan yang dinilai menunjukkan penolakan tanggung jawab dari pihak terlapor.

“‘Aku belum mau punya anak dan belum siap nikah, jangan egois’. Ada lagi yang lebih sadis, dia menyuruh (Friceilda) minum obat (diduga untuk menggugurkan kandungan),” ujar Santo Nababan.

Topik Terkait