img_title
Foto : IntipSeleb

IntipSeleb – Mitos malam Satu Suro kembali dihidupkan ke layar lebar lewat film horor terbaru Sengkolo Petaka Satu Suro. Tak hanya menawarkan teror dan jump scare, film produksi MVP Pictures ini menyimpan proses kreatif yang dalam, termasuk riset intens yang dilakukan Aulia Sarah demi menghidupkan karakter Rahayu.

Film Sengkolo Petaka Satu Suro terinspirasi dari pengalaman mistis nyata penulis naskahnya, Maruska Bath, yang mengaku pernah mengalami gangguan makhluk halus saat hamil. Pengalaman tersebut kemudian dikembangkan menjadi cerita horor psikologis yang sarat konflik batin dan trauma emosional.

Dalam film ini, Aulia Sarah memerankan Rahayu, seorang bidan yang awalnya menjalani kehidupan keluarga harmonis. Namun segalanya berubah ketika serangkaian peristiwa mengerikan mulai menghantuinya. Teror demi teror memunculkan pertanyaan besar: apakah semua kejadian tersebut berkaitan dengan mitos Satu Suro dan larangan bagi ibu hamil untuk keluar rumah di malam tersebut?

Tak sekadar horor supranatural, kisah Rahayu juga menyoroti sisi kemanusiaan seorang perempuan yang dipaksa kuat oleh keadaan. Hal inilah yang membuat Aulia Sarah melakukan riset mendalam demi memahami kompleksitas karakter tersebut.

“Ini karakter pertama aku yang bukan cuma manusia, tapi juga harus ‘nyurup’ atau kerasukan. Secara energi berat banget karena bolak-balik antara dua kondisi,” ujar Aulia Sarah di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa, 13 Januari 2026.

Ia mengungkapkan bahwa proses reading hingga workshop menjadi tahap penting untuk membangun karakter Rahayu.

Menariknya, Aulia Sarah juga mengikuti workshop khusus bersama bidan profesional. Hal ini dilakukan agar ia memahami detail teknis profesi Rahayu, mulai dari memeriksa kehamilan hingga proses persalinan.

“Karena aku nggak ngerti sama sekali cara ngecek perut hamil atau proses melahirkan, jadi workshop itu sangat membantu. Dari situ aku makin merasa dekat dengan Rahayu yang rapuh, penuh luka,” lanjutnya.

Menurut Aulia, Rahayu adalah simbol perempuan kuat yang dipaksa terus bertahan meski hidupnya dipenuhi kesialan. “Biasanya hidup orang naik turun, tapi Rahayu ini kayak sial terus. Capek banget jadi Rahayu, tapi aku justru tertarik merasakannya,” tuturnya.

Secara fisik dan emosional, peran ini menjadi salah satu yang paling menguras tenaga bagi Aulia Sarah. Adegan kerasukan menuntutnya tetap mengingat sisi rapuh Rahayu, bukan sekadar menampilkan gestur horor.

“Ini bukan cuma soal gerakan tubuh. Aku harus ingat, di dalam kesurupan itu ada Rahayu yang terluka. Itu yang bikin draining,” jelasnya.

Meski demikian, suasana lokasi syuting yang hangat menjadi penawar kelelahan. Aulia bahkan mengaku cukup sulit melepaskan karakter Rahayu setelah proses syuting berakhir.

“Aku butuh beberapa hari buat benar-benar lepas dari Rahayu. Karakter ini beda banget dari project aku sebelumnya,” katanya.

Di balik layar, film ini digarap oleh sutradara Deni Saputra bersama produser kreatif Hadrah Daeng Ratu. Naskah ditulis oleh Maruska Bath dengan pengembangan kreatif oleh Alim Sudio, serta diproduseri oleh Raam Punjabi.

Selain Aulia Sarah, Sengkolo Petaka Satu Suro juga dibintangi oleh Agla Artalidia, Dimas Aditya, Cindy Nirmala, Ence Bagus, Annisa Hertami, Miqdad Addausy, dan sejumlah aktor lainnya.

Film horor ini dijadwalkan tayang di bioskop Tanah Air mulai 22 Januari 2026.

Topik Terkait